EconomicReview – Guna pencegahan semakin meluasnya penyebaran virus covid-19 atau yang dikenal luas dengan sebutan virus corona, Pemerintah mengambil langkah tegas terkait dengan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di luar negeri.

Pengambilan keputusan ini diselaraskan dengan Keputusan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 151 Tahun 2020 tentang Penghentian Sementara Penempatan Pekerja Migran Indonesia. Keputusan ini ditandatangani Menteri Ketenagakerjaan, Ida Fauziyah, pada 18 Maret 2020, dan berlaku mulai tanggal 20 Maret 2020.

Dalam release yang diterima redaksi economicreviewnews.com Ida Fauziyah, mengungkapkan jika penghentian sementara penempatan berlaku bagi PMI yang ditempatkan oleh pelaksana penempatan yakni perusahaan penempatan PMI (P3MI), PMI yang ditempatkan oleh perusahaan untuk kepentingan perusahaan sendiri, PMI perseorangan, serta awak kapal niaga atau perikanan pada kapal berbendera asing.

“Pada saat Keputusan Menteri ini mulai berlaku, PMI yang telah memiliki visa kerja dan tiket transportasi ke negara tujuan penempatan dapat diberangkatkan jika dalam hal ini negara tujuan penempatan tidak menutup masuknya orang asing untuk bekerja,” papar Ida.

Selain sesuai dengan ketentuan di atas, ditetapkan pula bagi pekerja migran yang telah bekerja di luar negeri dapat tetap bekerja hingga perjanjian kerja (PK) berakhir. Namun apabila PK telah berakhir, dapat diperpanjang kembali sesuai kesepakan kerja dari kedua belah pihak, dengan mempertimbangkan jaminan keselamatan dari pemerintah setempat.

Sedangkan untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang pulang ke Indonesia hendaknya secara terbuka melaporkan kepulangan ke Perwakilan RI terdekat sebelum meninggalkan negara penempatan.

Selain itu, layanan pengurusan registrasi (ID) calon PMI, proses lanjutan di dalam negeri, maupun layanan verifikasi surat permintaan (job order/demand letter) di Perwakilan RI di negara penempatan, sementara dihentikan. Tetapi jika kondisi dinilai sudah kondusif, maka pemerintah akan meninjau kembali keputusan ini,” tutup Ida.