EconomicReview-Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] resmi meluncurkan Tabel Mortalitas IV [TMI IV] guna mengoptimalkan teknologi dan data. Peluncuran ini juga merupakan hasil kolaborasi dengan Otoritas Jasa Keuangan [OJK], Persatuan Aktuaris Indonesia, PT Reasuransi Indonesia Utama [Persero] dan University of Waterloo [READI Project]

Tabel Mortalitas IV [TMI IV] berfungsi sebagai referensi data bagi para aktuaris di industri asuransi dalam menghasilkan tarif premi lebih akurat sesuai dengan gambaran masyarakat masa kini untuk kepentingan nasabah yang lebih baik dan sebagai hal mendasar dalam menetapkan strategi pengelolaan dana yang diterima dari nasabah.

Dikembangkan dengan menggunakan optimalisasi teknologi / perangkat lunak R dan Phyton, TMI IV diluncurkan setelah TMI sebelumnya dirilis pada tahun 2011.

Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI], Budi Tampubolon, mengatakan kegembiran dan kebanggaannya atas pencapaian AAJI yang berhasil melakukan kolaborasi yang apik dengan beberapa pihak, guna dapat menyusun Tabel Mortalitas Indonesia IV (TMI IV) ini yang mencerminkan tingkat mortalitas masyarakat di Indonesia.

Ia pun mengharapkan TMI IV ini bermanfaat bagi para aktuaris perusahaan asuransi dalam menetapkan tarif premi yang akurat dan wajar kepada masyarakat Indonesia sehingga dapat membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia.

“Kami mengucapkan terima kasih sebesar-sebesarnya kepada pihak-pihak yang telah berperan dalam penyusunan TMI IV ini, yaitu OJK sebagai penghubung antara perusahaan asuransi dan tim penyusun, PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero) dan University of Waterloo (READI Project) yang melakukan proses cleansing dan validasi, serta analisis data. Apresiasi juga kami berikan kepada seluruh perusahaan asuransi jiwa anggota AAJI yang telah berpartisipasi dalam penyusunan TMI IV, karena hal ini sejalan dengan transformasi bisnis yang dilakukan di industri asuransi jiwa yang tujuannya adalah memajukan industri dan turut meningkatkan kesejahteraan nasabah dan tentunya masyarakat Indonesia pada umumnya,” jelas Budi Tampubolon.

Ditempat yang sama, Ketua Persatuan Aktuaris Indonesia, Fauzi Arfan, FSAI mengatakan setelah rentang waktu 8 tahun, industri asuransi merasa bahwa saat ini merupakan saat yang tepat untuk melakukan pengkinian data terkait tingkat mortalitas, dalam upaya untuk meningkatkan kualitas dan akurasi dalam penghitungan premi bagi aktuaris.

“Tabel Mortalitas IV menggunakan eksposur data lebih besar atau 52 perusahaan asuransi jiwa, jika dibandingkan dengan TMI 2011 yang hanya 40 perusahaan, serta menggunakan teknologi perangkat lunak R dan Phyton untuk proses cleansing dan validasi, serta disajikan dengan mudah dipahami dengan akurasi data berkualitas,” ujar Fauzi Arfan.

Proses pembentukan TMI IV

Proses pengumpulan data merupakan proses paling penting dan sangat mempengaruhi kualitas dari tabel mortalitas yang akan dibentuk. Semakin optimal kualitas data yang digunakan, maka akan menghasilkan tabel mortalitas yang semakin mencerminkan tingkat mortalitas masyarakat di Indonesia.

Proses pembuatan TMI IV telah berlangsung sejak awal tahun 2018 dengan berfokus pada data yang dipelajari adalah data dari tahun 2013 sampai dengan tahun 2017. OJK melakukan pengkodean nama perusahaan asuransi jiwa sebelum data dikirimkan ke tim penyusun untuk diolah.

Proses Pengumpulan Data dan Profil Data
Proses pembentukan TMI IV dibagi menjadi 3 tahap yaitu:

a. Proses pengumpulan data dan validasi
b. Analisis data dan hasil
c. Finalisasi hasil dan sosialisasi industri

Perbedaan TMI 2011 dan TMI IV

a. Tingkat mortalitas membaik sekitar 5% jika dibandingkan dengan TMI 2011.
b. Pada usia dewasa, eksposur yang digunakan sudah cukup sehingga tidak diperlukan credibility factor. Improvement tingkat mortalitas semakin terlihat sebanding dengan semakin tua usia.
c. Karena eksposur yang sedikit, maka pada usia juvenile dan usia tua tingkat mortalitas disesuaikan menggunakan credibility factor. Hasil tingkat mortalitas pada usia tersebut juga secara rata-rata membaik di TMI IV.
d. Berdasarkan TMI IV, tingkat mortalitas bayi usia < 1 tahun mengalami penurunan jika dibandingkan dengan TMI sebelumnya (TMI 2011). Hal ini sejalan dengan profil kesehatan Indonesia tahun 2017 (sumber: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia) dimana tingkat mortalitas bayi menunjukkan penurunan. (Corry)