EconomicReview-Penyelenggaraan Nusantara Expo yang digelar dalam rangkaian acara Hari Nusantara 2019 di Kota Pariaman berhasil mengumpulkan omset 5,9 Milyar dalam kurun waktu 4 hari penyelenggaraannya.

Hal itu disampaikan oleh Ketua Deskranasda Kota Pariaman, dr. Lucyanel Arlym, Mars, ditambahkannya Nusantara Expo tidak hanya mengangkat UMKM lokal tapi juga menjadi temu bisnis UMKM yang ada di Pariaman dengan pebisnis dari kota lain sehingga bisa saling berkolaborasi.

Dalam penyelenggaraannya, Hari Nusantara 2019 melibatkan 15 Kementerian yang bersama-sama memberikan kontribusinya untuk menyukseskan program besar ini, dengan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) yang dipercaya menjadi Ketua Pelaksana tahun ini.

Bertempat di Ruang Media Center Hari Nusantara 2019, Press Conference Nusantara Expo digelar dengan menghadirkan narasumber dr. Lucyanel Arlym, Mars, Ketua Deskranasda Kota Pariaman; Gusniyeti Zaunit, Kadis Perindagnop dan UKM Pariaman; Ibu Fitrinawati, Pelaku Usaha Industri Sulaman; dan Ibu Dana, Mitra Binaan PLN; serta dimoderatori oleh Dewi Susilorini, Kementerian Kominfo.(13/12)

Ada sebanyak 1.765 unit usaha di Pariaman yang terdiri dari industri souvenir kerajinan tangan, produk-produk kerajinan seperti sulaman, rajutan, bordir, kerajinan lidi, anyaman kelapa, aneka makanan dan bumbu dapur khas Kota Pariaman.

“Sangat bahagia dan berterima kasih. Karena melalui Nusantara Expo, produk-produk lokal kota Pariaman bisa dikenal secara luas, karena pengunjungnya dari seluruh Indonesia. Semua UMKM diajak untuk berpartisipasi di expo dengan tujuan untuk memperkenalkan produk-produk mereka, karena sekarang kita cari pasar dulu baru produksi barangnya,” tambah Kadis Perindagnop dan UKM Pariaman, Gusniyeti Zaunit.

Ia pun berharap kehadiran Nusantara Expo kali ini, mampu menambah kerjasama yang terjadi diantara para UMKM di Pariaman.

Dekranasda bersama Disperindagkop dan UKM bekerjasama dengan perancang-perancang nasional membuat baju yang bisa diterima semua kalangan. Baru-baru ini pemerintah kota mengembangkan batik khas Pariaman bernama Batik Sampan. Batik ini sudah diperkenalkan di Pariaman sejak tahun 1946.

Dengan adanya binaan yang didukung oleh berbagai pihak, UMKM bisa naik kelas dan harapannya bisa memasuki pasar ekspor ke luar negeri. “Saya mewakili UMKM di Pariaman berharap semoga UMKM Pariaman tidak hanya berbicara di kancah lokal tapi juga nasional bahkan menembus pasar luar negeri, dan semoga mampu mengurangi pengangguran serta bisa membantu mengangkat ekonomi di Pariaman,” tutur Ibu Fitrinawati, Pelaku Usaha Industri Sulaman Upik Mayang.

Ditambahkan oleh Ibu Dana selaku Mitra Binaan PLN yang menjual produk olahan makanan yang terbuat dari ikan reno dan ikan bilis. “Sebagai UMKM dari Danau Maninjau, banyak hikmahnya. Melalui expo ini usaha kami bisa berkembang. Usia boleh tua, tetapi semangat tetap muda. Peluang tidak datang tetapi diciptakan. Dimulai dari produk kami yang dikenal, kemudian juga banyak menjalin relasi serta silaturahmi antar sesama pengusaha,” tambahnya. (corry)