EconomicReview– Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia [AAJI] memaparkan kinerja industri asuransi jiwa pada kuartal 2019, dengan menghimpun data dari 59 perusahaan dari 60 total anggota. Hasil data tersebut menunjukkan pertumbuhan industri asuransi jiwa nasional mencatat peningkatan sebesar 14,7% dari Rp 149,87 triliun di Q3 2018 dan menjadi Rp 171,83 triliun di tahun 2019 dengan beberapa pendapatan signifikan dan melonjak yang tercatat di tahun 2019.

Kinerja kuartal 3 tahun 2019 juga menunjukkan peningkatan jumlah tertanggung dan polis yang merefleksikan kontribusi dari hasil atas upaya sosialisasi dalam meningkatkan pemahaman atas pentingnya asuransi dan mendorong inklusi dalam industri asuransi.

Sejalan dengan pentingnya peran sumber daya manusia dan komitmen industri asuransi, data juga mencatat meningkatnya jumlah tenaga pemasar yang berlisensi sebagai bagian dari program pengembangan kapasitas industri secara terus menerus. Lebih dari itu, terdapat pencapaian dalam meningkatnya peran pelaku industri asuransi jiwa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui tercatatnya peningkatan atas jumlah total klaim dan manfaat kesehatan yang dibayarkan.

Ketua Dewan Pengurus AAJI Budi Tampubolon, menyampaikan kegembiraannya atas pencapaian tersebut, sekaligus bersyukur bahwa industri asuransi jiwa secara konsisten memperoleh kepercayaan dari masyarakat, jika dilihat dari meningkatnya jumlah tertanggung dan pendapatan yang meningkat signifikan.

Ia melanjutkan, terdapat pencapaian dalam meningkatnya peran pelaku industry asuransi jiwa dalam mendukung kesejahteraan masyarakat melalui tercatatnya jumlah total klaim dan manfaat kesehatan yang dibayarkan sebesar Rp 8,17 triliun oleh pelaku industri di tahun 2019 dan menunjukkan peningkatan sebesar 15,8 persen dibandingkan tahun 2018 yang mencatatkan Rp 7,05 Triliun.

“Data juga menunjukkan bahwa terdapat peningkatan tenaga pemasar dalam industri asuransi jiwa dan kapabilitas dalam tenaga kerja dalam industri asuransi, dimana jumlah agen berlisensi, yang merupakan ujung tombak dalam menjelaskan tentang manfaat asuransi kepada masyarakat, meningkat,” ungkap Budi.

Diketahui, tahun 2018 peningkatan Total Premi Baru lebih tinggi dibanding Total Premi Lanjutan, di tahun 2019 Total Premi Lanjutan meningkat lebih tinggi dari Total Premi Baru yaitu sebesar Rp 53,78 triliun sementara di tahun 2018 tercatat Rp 51,36 triliun di kuartal 3.

Jika dilihat lebih lanjut, Bancassurance memiliki kontribusi terbesar terhadap total premi sebesar 41,8 persen kemudian diikuti oleh keagenan sebesar 39,9 persen dan alternatif lain sebesar 18,4 persen.

Kenaikan signifikan tersebut terjadi dalam hasil investasi sejumlah 1.456,0 persen dibanding dengan kuartal 3 tahun 2018, dimana tahun 2018 tercatat Rp 1,28 triliun sementara tahun 2019 mencatat Rp 19,97 triliun.

“Kenaikan signifikan ini dimungkinkan oleh meningkatnya pemahaman masyarakat atas peran asuransi termasuk sebagai investasi. Peningkatan signifikan dalam hasil investasi juga diikuti oleh peningkatan signifikan dalam klaim Reasuransi dimana jika di tahun 2018 pada kuartal 3 mencatat Rp 2,87 triliun maka pada tahun 2019 mencatat Rp 4,07 triliun,” Kepala Bidang Pemasaran AAJI Wiroyo Karsono.

Meskipun demikian lanjut Wiroyono, peningkatan signifikan tersebut tidak dicatat oleh pendapatan lain-lain yang mengalami penurunan sebesar 15,9 persen.

AAJI selalu mendorong semua anggota untuk patuh dalam membayar klaim dan manfaat sesuai polis. Di tahun 2019 pada kuartal 3 mencatat kenaikan sebesar 17,4 persen dibandingkan dengan kuartal 3 tahun 2018. Total klaim yang dibayarkan pada tahun 2018 berjumlah Rp. 88,82 triliun sementara pada tahun 2019 tercatat Rp 104,30 triliun. (corry)