EconomicReview,Yogyakarta-Di penghujung tahun 2019 ini, Economic Review berkerjasama dengan juri-juri bergengsi dari berbagai Majalah Economic Review, Indonesia-Asia Institute, NBO Group, Cap In Wisesa Latih Indonesia, PQI International, LH Partners Advocates And Legal Consultant, kembali menyelenggarakan malam penghargaan perusahaan terbaik 2019.

Kali ini dengan bertemakan  “Enhancing Leaders & Operational Excellence facing 21st global completion in industry 4.0 era through Lean Management, majalah Economic Review bersama juri terkait mengelar lima penghargaan bergengsi, yakni Anugerah Perbankan Indonesia -VIII- 2019 (APBI-VIII-2019, Indonesia Leaders Award -II- 2019 (ILA-II-2019), Anugerah BPR Indonesia -VI- 2019 (ABPRI-VI-2019,  Indonesia Operasional Award -II- 2019 (IOEA-II-2019) dan Indonesia IT Award -II- 2019 (IITA-II-2019)

Penghargaan yang berlangsung selama dua hari ini terbagi menjadi; penghargaan yang diberikan kepada perusahaan lintas industria yakni Indonesia Leaders Award -II- 2019 (ILA-II-2019), Indonesia Operasional Award -II- 2019 (IOEA-II-2019) dan Indonesia IT Award -II- 2019 (IITA-II-2019). Serta penghargaan khusus perbankan yakni Anugerah Perbankan Indonesia -VIII- 2019 (APBI-VIII-2019) dn Anugerah BPR Indonesia -VI- 2019 (ABPRI-VI-2019).

Dengan konsep yang berbeda dalam dua hari tersebut penghargaan dihari pertama, Jum’at, 6 Desember 2019, dimulai dengan WORKSHOP di Mustika Room, Sheraton Mustika, lt.8, Yogyakarta dan dilanjutkan dengan AWARD ILA – IOEA – IITA & Dinner dan diakhiri dengan menyaksikan Spectacular New Performance “RORO JONGGRANG” di Teatre Indoor Trimurti, Yogyakarta. Hari kedua Sabtu, 7 Desember 2019, dilakukan pula AWARD APBI – ABPRI, yang bertempat di Borobudur – Pendopo Witarka – Manohara.

Pendiri dan Pemimpin Umum Economic Review Nana Irlisa, Ss,MBA mengatakan Proses bisnis di dunia industri mulai bergeser ke arah digital. Perubahan bisnis yang semakin kompleks dan kompetitif ini, mensyaratkan pemimpin untuk bersikap lebih responsif terhadap perubahan, serta mampu berpikir secara out of the box untuk membawa arah perusahaan agar tetap dapat bertahan. Proses adaptasi perusahaan terhadap perubahan yang begitu cepat perlu diantisipasi juga dengan cepat oleh semua pihak yang terlibat.

”Salah satu cara mengantisipasi kecepatan perubahan ini adalah dengan bekerja bersama-sama oleh pihak-pihak yang terkait di dalamnya. Dalam persiapan Era Industri 4.0, peningkatan kualitas dari Kompetensi Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi agenda penting perusahaan, yaitu dengan pelaksanaan berbagai pelatihan, pendidikan dan sertifikasi profesi pelayanan, aktuaria dan manajemen risiko,” papar Nana.

Ditempat yang sama Ketua Dewan Juri Indonesia Operational Excellence Award –II- 2019 Founder Assosiasi Lean Management Ir. Budi Utomo RLA,CBA mengatakan adanya dukungan dari pemerintah dalam meningkatkan operational excellence dan pencapaian dalam perkembangan pada perusahaan-perusahaan di Indonesia, menjadi salah satu percepatan pada bidang industri dalam bersaing secara global di kancah internasional.

“Indonesia Operational Excellence Award merupakan ajang kompetisi yang memicu perusahaan-perusahaan khususnya di Indonesia untuk dapat lebih meningkatkan sistem operasional dan manajemen semakin excellence pada bidang industrinya masing-masing. Dengan demikian dapat memberikan kontribusi terhadap perkembangan dan kemajuan industri serta ekonomi di Indonesia,” terang Budi Utomo RLA, CBA.

Ia menambahkan, kedepan perusahaan jangan sampai terlena, sehingga harus selalu mereview persoalan yang ada baik secara internal maupun eksternal.  “Sehingga otomatis kita atau perusahaan akan siap baik internal maupun eksetenal. Untuk bagaimana perusahaan akan terus membangun silaturahmi dan ter-challenge kedepannya. Yang terpenting diberikutnya adalah culture,” tutup Budi.

Perbankan Turut Terdampak Oleh Era Industri 4.0

Ketua Dewan Juri APBI – VIII & BPR -VI- 2019Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, MSC, Eng. Mengatakan penyelenggaran awarding kali ini adalah hal yang luar biasa, hal ini terkait dengan tema yang mengangkat Era Industri 4.0. dalam perkembangannya  reindustri perbankan  terus mengalami perubahan akan revolusi industry. Karena Era revolusi ini adalah hal yang luarbiasa sekali.  “Kita telah mengalami beberapa revolusi teknologi, demikian pula  dengan yang dialami oleh perusahaan perbankan,” paparnya.

Ia menambahkan, bidang finance dalam era Industri 4,0 ini merupakan saat dimana kita melihat bersatunya teknologi. Inilah teknologi pertama ditemukannya teknologi terbaru 5G dengan kecepatan  data sebesar 10 hingga 100 kali lebih cepat dari jaringan 4G yang ada saat ini.

“Sehingga nantinya kita ambil contoh, saat ini ketika mendownload itu dibutuhkan waktu hingga 2 menit, dengan 5G  nantinya hanya akan membutuhkan waktu 1 detik. Hal ini yang tahun depan rencananya akian diperkenalkan oleh TELKOM. Hal ini akan membawa dampak yang luar biasa terhadao banyak hal. Diantaranya nanti mobil-mobil akan berjalan tanpa adanya supir. Uber akan mengoperasikan taksi   tanpa sopir. Termasuk duni perbankan pun akan mengalami berbagai efek,” terang Marsudi.

Kedepan lajut Marsudi, layanan 5G di tahun 2025 akan memeiliki harganya Rp 0, sehingga nantinya  perbankan pu  harus siapa menghadaip transaksi hingga miliaran rupih tak tak dibatasi. Kedepan penggunaan telepon dan internet juga akan digratiskan. Sehingga, akan ada beberapa perusahaan yang terancam oleh kehadiran teknologi ini diantarannya perusahaan teknologi, Perusahaan Retail dan Perusahaan Perbankan.  “Saat ini saja kita di persaingkan dengan fintech saja, kita sudah harus berfikir keras, apalagi dengan hadirnya era 4.0,” tegasnya.

Marsudi melanjutkan saat ini Perbankan  harus siap menghadapi apa yang akan terjadi.  Stratup telah menggunakan terknologi yang telah memulai mengancam keberadaan perbankan Indonesia. Namun hal ini takboleh terjadi. Sehingga perusahaan perbankan harus menyikapai untuk menghadapi hal, yakni dengan tujuh hal berikut:  1. Teknologi block chain (semua transaksi aman terjamin dan falid). 2. Artificial Intelligence, 3. Cloud Technologic,  4. Big Data, 5. Open  API, 6. Platform Economy  7. Advance Security.

Berikut Perusahaan-Perusahaan Pemenang: Bank BCA Syariah, Marein TBK, BPD Bali, BPR Sukawati, Bank Mayapada, Bank Maybank, Bank MNC, Bank Niaga, Bank Panin, Bank Syariah Bukopin, Bank Maspion, Bank OCBC NISP, Bank Ina Perdana, BPD Bank Sulutgo, Bank Nobu, Bank BJB, Bank Jateng, Bank Kaltim, Bank Sinarmas, Bank Riau Kepri,Bank Ganesha, BRI Syariah, BNI Syariah, Bank Kalbar, Bank BTN, BPR Serang, Bank dbs, BPD Sulteng, BPR Sleman, Bank Keb Hana, MNC Insurance, Bank Jasa Jakarta, Askrindo, Bank Papua, Bank Victoria International, BPJS TK, BPD DIY, Bank Jambi, Bank Lampung, Taspen Life, Bank Mayoraa, Batavia Finance. (Corry)