EconomicReview-Taman Safari Indonesia masih menjadi primadona tujuan wisata bersama anak. Khususnya saat liburan sekolah dan jelang perayaan pergantian tahun. Kekhasan TSI yang memanjakan pengunjungnya untuk melihat satwa dari berbagai macam negara secara langsung menjadi keunggulan tersendiri. Hal ini semakin lengkap rasanya, dengan kehadiran wahana Istana Panda.

Tak tanggung-tanggung di wahana Istana Panda pengunjung dapat melihat langsung sepasang panda yang didatangkan dari Tiongkok. Mamalia yang biasanya diklasifikasikan ke dalam keluarga beruang ini membawa nuansa baru di Taman Safari Bogor. Kini, untuk melihat panda raksasa tidak harus terbang ke Tiongkok, tapi cukup datang ke Taman Safari Bogor, Cisarua, Bogor, Jawa Barat.

Humas Taman Safari Bogor, Yulius H. Suprihardo mengatakan, sejalan dengan visi Taman Safari Indonesia yaitu menjadi salah satu theme park berbasis konservasi satwa yang terdepan di dunia dan menginspirasi pelestarian alam, kehadiran Cai Tao dan Hu Chun diharapkan dapat dikembangbiakkan dan menghasilkan keturunan yang lahir di Indonesia.

Dua panda bernama Cai Tao dan Hu Chun menjadi penghuni yang digandrungi pengunjung Taman Safari Bogor. Cai Tao lahir tanggal 4 Agustus 2010 di China Conservation and Research Centre for Giant Panda Ya’an Bifengxia Base. Ayah dari panda jantan ini bernama Yuan Yuan dan ibunya adalah Na Na. Berat Cai Tao saat ini mencapai 127 kilogram.

Sementara Hu Chun lahir pada 8 November 2010 di tempat yang sama dengan Cai Tao. Ayah Hu Chun adalah Wu Gang dan ibunya bernama Ye Ye.

Cai Tao dan Hu Chun yang menjadi penghuni Taman Safari Bogor sejak September 2017 lalu. Nama Cai Tao sendiri berarti pemuda yang tampan, karismatik, dan bangsawan. Sementara itu, Nama Hu Chun berarti danau di musim semi atau si cantik dari alam.

Proses kedatangan Cai Tao dan Hu Chun telah dilakukan sejak lama, ditandai dengan pembangunan Istana Panda yang kelak menjadi rumah mereka di Taman Safari Bogor. Cai Tao dan Hu Chun telah menempuh jarak lebih dari 4.400 kilometer, lepas landas dari Bandara Internasional Shuangliu di Chengdu, Tiongkok tanggal 28 September 2017 menempuh perjalanan lima setengah jam hingga tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Setelah menjalani masa penyesuaian selama kurang lebih dua bulan, keduanya pun akhirnya mulai disaksikan langsung oleh pengunjung Taman Safari Bogor pada November 2017. Kemudian Istana Panda menjadi tujuan utama pengunjung Taman Safari Bogor.

Keduanya akan berada di Indonesia selama sepuluh tahun. Diharapkan, dalam kurun waktu tersebut, mereka juga dapat dikembangbiakkan dan menghasilkan keturunan yang lahir di Indonesia.

Yulius H. Suprihardo, Humas Taman Safari Bogor mengatakan, “Sejalan dengan visi Taman Safari Indonesia yaitu menjadi salah satu theme park berbasis konservasi satwa yang terdepan di dunia dan menginspirasi pelestarian alam, kehadiran Cai Tao dan Hu Chun diharapkan dapat dikembangbiakkan dan menghasilkan keturunan yang lahir di Indonesia.”

Istana Panda terletak 1.800 meter di atas permukaan laut. Keindahan dan kemegahannya serta lingkungan alam yang berlatarkan Gunung Gede Pangrango membuat pengunjung seolah berada di negeri Tiongkok. Ketika kabut turun menyelimuti Istana Panda membuat tempat ini seperti Istana di atas awan, dan lokasi konservasi panda di Taman Safari Bogor disebut-sebut sebagai konservasi panda tertinggi di dunia.

Di depan Istana Panda terdapat dua patung replika Cai Tao dan Hu Chun yang menyambut para pengunjung. Istana Panda juga dilengkapi beberapa fasilitas antara lain panda food court, panda souvenir store, sky walk dan ruang edukasi.

Selain Cai Tao dan Hu Chun, pengunjung pun dapat melihat hewan-hewan lain di Istana Panda. Salah satunya adalah panda merah yang juga dikenal dengan sebutan rubah api. Panda merah ini memiliki ukuran tubuh yang jauh lebih kecil dari panda raksasa dan berbulu cokelat kemerahan. Meski demikian, panda merah pun tidak kalah menggemaskan dari panda raksasa. Selain itu, ada pula Mishmi Takin, kuda poni, dan unta yang dapat dilihat langsung di Istana Panda.

Sebelum bertemu Cai Tao dan Hu Chun, pengunjung pun diberikan suguhan video mengenai asal-muasal keduanya sebelum akhirnya tiba dan tinggal di Indonesia selama sepuluh tahun.  Selain itu, berbagai poster berisi informasi mengenai hewan bernama ilmiah Ailuropoda melanoleuca ini pun dapat dibaca di dalam Istana Panda.

Yulius mengatakan, untuk ke Istana Panda pengunjung harus menaiki bus, hal ini karena untuk menghindari kebisingan akibat kendaraan. Oleh karena itu, posisi Istana Panda berada di paling atas area Taman Safari Bogor

“Adapun bus yang melayani pengunjung dari shelter khusus ke Istana Panda, mulai pukul 08.00-17.00 WIB. Sedangkan untuk turun tidak dibatasi, karena ini merupakan bagian dari pelayanan. Tetapi umumnya pengunjung akan turun pada antara pukul 17.20 – 18.00 WIB,” ujarnya lagi.

TSI terus berinovasi untuk memberikan pelayanan terbaik bagi para pengunjungnya. Dengan tetap mempertahankan ciri khasnya, yakni destinasi pertama yang tidak bisa dilewatkan di TSI adalah safari journey. Moment tak terlupakan bagi para pengunjung yang berkeliling dan memberi makan satwa secara langsung dengan tetap berada di dalam mobil.

Dengan misi Taman Safari Indonesia yang bersemangat melestarikan alam dan satwa liar serta menyajikan edutainment untuk menciptakan pengalaman keluarga yang tak terlupakan. Dengan hadirnya Istana Panda diharapkan terciptanya pengalaman keluarga yang baru dan tak terlupakan. (corry)