EconomicReview– Dalam rangka mengembangkan UMKM di Indonesia, Astra melalui Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) bersama PT Pamapersada Nusantara (PAMA) mendirikan Lembaga Pengembangan Bisnis (LPB) di berbagai daerah di Indonesia, salah satunya LPB Pama Bessai Berinta (LPB PABETA) yang berlokasi di Kota Bontang, Kalimantan Timur. LPB ini didirikan pada tahun 2015 untuk menjalankan program CSR PAMA Distrik INDO.

Program sektor unggulan (sekung) menjadi program utama YDBA bekerjasama dengan PAMA melalui LPB untuk mengembangkan UMKM. Sekung sendiri adalah program yang fokus pada komunitas UMKM dalam industri sejenis yang tumbuh dan berkembang dengan terjaminnya ketersediaan sumberdaya bahan baku (input) serta mampu sustain dalam proses pemasarannya.

Sehingga melalui kehadiran sekung, komunitas UMKM tersebut diharapkan dapat mandiri, naik kelas, awet, gres dan go global.

Sejak 27 April 2017, LPB PABETA menjalankan program sekung Budidaya Padi Organik yang semula melibatkan 11 petani. Program ini dilatarbelakangi kekhawatiran para petani yang berbudidaya padi secara konvensional sering mengalami kerugian yang disebabkan rusaknya kesuburan lahan dan serangan hama yang semakin sulit dikendalikan. Setelah berjalan lebih dari 2 tahun, jumlah petani yang terlibat mencapai 80 orang yang berasal dari Desa Suka Damai, Suka Rahmat, Martadinata, Bukit Pandan Jaya Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur.

Adapun berbagai program yang diikuti para petani dalam budidaya padi organik ini, antara lain Pelatihan dan Pendampingan Budidaya Padi SRI Organik, Produksi Pupuk Organik dan Produksi Pestisida Nabati.

Dan untuk mempercepat proses pembelajaran, dilakukan Pembuatan Demplot (Demonstration Plot) dan Rumah Kompos serta Pengadaan Alat dan Bahan Kompos. Para petani juga mendapatkan kesempatan mengikuti Pelatihan Training Of Trainer (ToT) oleh Ayah Angkat Sektor Unggulan, yaitu Yayasan Aliksa SRI Organik (Aliksa).

Lokakarya dan Panen Perdana Padi Organik

Untuk berbagi pengalaman dan bertukar pikiran mengenai perkembangan budidaya padi organik, para petani padi mitra LPB PABETA yang tergabung dalam Komunitas Borneo Organik Sehat Sejahtera (BOSS) menginisiasi dilaksanakannya Lokakarya dan Panen Perdana Padi Organik pada 13 November 2019. Lokakarya yang bertema “Petani Menuju Ketahanan Pangan dan Kemandirian Petani Melalui Pertanian Sehat Ramah Lingkungan Berkelanjutan (PSRLB)” ini dilaksanakan di Persawahan Petani Syahrani di Desa Teluk Pandan, Kabupaten Kutai Timur atas dukungan dari YDBA, PAMA, dan Aliksa.

Hal menarik yang ditampilkan dalam kegiatan ini adalah gelar teknologi berupa ekologi tanah, ekosistem organik, produktivitas padi organik dan pembuatan pupuk, nutrisi serta pestisida organik dengan tujuan menunjukkan penerapan teknologi yang sudah dilakukan oleh para petani.

Selain itu, dalam kegiatan peserta juga dapat menyaksikan langsung hasil uji perbandingan produktivitas padi organik dan padi konvensional yang dilakukan tim Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Timur pada tanggal 12 November 2019.

Yakni dengan hasil yang menujukkan produktivitas rata-rata padi organik mencapai 4,89 Ton/Ha, jauh lebih tinggi dibandingkan padi konvensional yang hanya mencapai produktivitas 1,70 Ton/Ha dalam satu hamparan lokasi dan kondisi kekeringan yang sama.

Hadir dalam acara ini, yaitu Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kutai Timur, Sugiono; Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Kutai Timur, Sumarjana; Kepala UPT Kecamatan Teluk Pandan, Sisman; Dept. Head CSR PT Pamapersada Nusantara Distrik INDO, Agung Dwi Ananto Djati; Direktur Yayasan Aliksa SRI Organik, Alik Sutaryat; Staf Pelatihan & Pendampingan YDBA, Rama Pradipta kurniawan dan Koordinator LPB PABETA, Suryo Aji.

Suryo Aji berharap kegiatan ini dapat meningkatkan semangat petani untuk budidaya padi secara organik, mengajak petani lainnya untuk bergabung dalam program sekung padi organik, serta mendapat dukungan dari berbagai pihak terkait, untuk dapat terlibat langsung dalam pengembangan program budidaya padi organik ini.

YDBA telah mendirikan 20 LPB, dengan 13 LPB yang sekarang masih aktif, yang berlokasi di Mataram, Nusa Tenggara Barat; Sidoarjo, Jawa Timur; Yogyakarta; Jawa Tengah; Tegal, Jawa Tengah; Klaten, Jawa Tengah; Sangatta, Kalimantan Timur; Bontang, Kalimantan Timur; Paser, Kalimantan Timur; Tapin, Kalimantan Selatan; Muara Enim, Sumatera Selatan; Tabalong, Kalimantan Selatan; Tarikolot Citeureup Bogor; dan Solo, Jawa Tengah.

Selain itu, YDBA juga mengembangkan sektor unggulan dalam rangka mengembangkan komunitas UMKM yang menonjol secara ekonomi dengan harapan komunitas tersebut dapat melakukan usaha dengan berkelanjutan. Hingga saat ini, YDBA telah mengelola 18 sektor unggulan di berbagai daerah di Indonesia.

Untuk membantu UMKM dan masyarakat di daerah dalam mendapatkan akses pembiayaan, YDBA bersama Grup Astra mendirikan LKM/koperasi. Sampai saat ini, YDBA telah mendirikan 10 LKM/koperasi yang tersebar di Tabalong, Kalimantan Selatan; Buntok, Kalimantan Tengah; Tamiang Layang, Kalimantan Tengah; Balangan, Kalimantan Selatan; Mamuju Utara, Sulawesi Barat; Mamuju, Sulawesi Barat; Tapin, Kalimantan Selatan; Kutai Barat, Kalimantan Timur; Kumai, Kalimantan Tengah. (corry)⁰0