EconomicReview-Menyikapi masih sering terjadinya kecelakaan dalam menangani pekerjaan di ketinggian, PT. Metal Worksperusahaan penyedia solusi atap untuk aneka bangunan, melakukan inovasi dengan memperkenalkan konsep integrated safety design kepada stakeholders yakni pengembang, arsitek maupun regulator dimana aspek K3 telah diperhitungkan sejak dini pada tahap perencanaan sebuah bangunan.

Kali ini Utomodeck menggandeng mitra prinsipalnya, MSA Latchways, menggelar capacity building dengan menghadirkan tenaga ahli pengaman kejatuhan kelas dunia,. Mr Andrew Pass dari Inggris, khususnya untuk konsep ‘Design for Safety’. Produk ini diharapkan dapat mendukung program pemerintah untuk meningkatkan keselamatan kerja di Indonesia.

Konsep ini sekaligus akan meningkatkan partisipasi yang lebih luas dari stakeholder perencanaan bangunan, bukan hanya manajer proyek ataupun manajer K3 namun juga melibatkan para arsitek, pemilik bangunan, main-contractor maupun sub-contractor.

Managing Director Utomodeck Metal Works, Anthony Utomo di Jakarta, (24/10), memgjngkapkan Tahun 2018 lalu terjadi peningkatan angka kecelakaan kerja sebesar 40% dibanding 2017. Sementara khusus akibat jatuh dari ketinggian pertumbuhannya mencapai 30%.

“Ini terjadi baik pada tahap proses konstruksi maupun saat perawatan bangunan,” imbuh Anthony.

Anthony mencontohkan, bangunan yang memiliki arsitektural unik seperti bandara, bangunan komersial, pabrik, kantor yang pada awalnya terlihat indah, namun seiring berjalannya waktu malah terlihat kotor karena sulit dan tidak memiliki akses melakukan perawatan. Sebagai solusi, Utomodeck yang memiliki bisnis unit antara lain atap dan dinding metal, structural solution, PLTS termasuk produk atap pembangkit listrik tenaga surya, menawarkan solusi pengaman kejatuhan permanen di atas bangunan dengan nama Fall Protection System.

Menurut dia, Indonesia sebenarnya telah menerbitkan Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No 9 Tahun 2016 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Bekerja di Ketinggian. Peraturan ini dalam rangka mendorong peningkatan partisipasi pelaku usaha agar lebih memperhatikan aspek K3 bekerja di ketinggian sekaligus melakukan tindakan pencegahan maupun perbaikan.

“Sayangnya penerapan beleid ini membutuhkan investasi yang tidak sedikit. Selain itu, melihat kemajuan desain, teknologi serta arsitektural bangunan yang semakin unik dan futuristik memberikan tantangan tersendiri pelaku industri dalam melakukan pemeliharaan,” urainya.

Di saat yang sama, MSA Safety bersama Utomodeck memperkenalkan produk engineered lifeline system untuk mendukung konsep ‘Design for Safety’.

Engineered lifeline system dapat menjadi salah satu solusi dalam memberikan akses serta keamanan pada pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian.

“Produk ini dapat menjadi salah satuì solusi dalam memberikan akses serta keamanan dalam pekerjaan yang memiliki risiko kecelakaan kerja jatuh dari ketinggian,” urainya.

Anthony memastikan aplikasi studi kasus desain ini telah diterapkan di berbagai bangunan dengan arsitektur unik di indonesia seperti Bandara Internasional Ngurah rai Bali, Stasiun Layang MRT Jakarta, Stasiun LRT Jakarta, Bandara Kertajati dan lainnya. (Corry)