Economic Review –  Taipei-Kepala KDEI Taipei resmi membuka Pencak Silat National Championship 2019 di Taipei. Event Pencak Silat yang terlaksana untuk kali pertama ini merupakan dengan kerjasama antara Taipei City Government, Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) di Taipei dan Global Workers Organisation (GWO) dengan didukung oleh PT Trust Consulting Group terkait bagaimana prospek dunia wisata Taiwan di Indonesia.

Acara kejuaraan pencak silat ini diikuti oleh 4 (empat) perguruan silat di Taiwan, dan diselenggarakan selama dua hari, yakni pada tanggal 9 Juni 2019 dan 30 Juni 2019. Penyelenggaraan even ini sekaligus menjadi bukti perhatian pemerintah kota Taipei kepada para TKI yang turut berkontribusi dalam menggerakkan perekonomian di Ibu Kota Taiwan itu.

“Even saat ini menjadi bukti keseriusan kami mendukung perkembangan pencak silat sebagai salah satu budaya Indonesia di kota kami. Kami ingin selalu bersikap ramah kepada siapa saja, termasuk kepada warga negara Indonesia di sini yang mayoritas muslim” kata Wali Kota Taipei Ko Wen Je dalam sambutan pembukaan Kejuaraan Nasional Pencak Silat yang diikuti para tenaga kerja Indonesia di Taiwan, Minggu (9/6).

Sementara itu, Kepala KDEI Taipei Didi Sumedi mengatakan bahwa kejuaraan pencak silat yang digelar di Taipei Gymnasium itu bagian dari promosi “Pencak Silat Goes to Olympic” setelah sukses dipertandingkan di ajang Asian Games.

“Seni bela diri pencak silat ini sudah dikenal oleh masyarakat Indonesia di Taiwan, melainkan juga sebagian masyarakat Taiwan,” ujar Didi.

Ditempat yang sama, Direktur GWO Karen Hsu sebagai penggagas kejuaraan tersebut tidak menyangka besarnya antusiasme dari warga negara Indonesia. “Saya sangat terharu. Kegiatan ini bisa mendapatkan perhatian dari WNI, KDEI, dan Pemkot Taipei,” ujarnya.

Kejuaraan yang untuk pertama kalinya digelar secara resmi di Taiwan itu diikuti sekitar 100 atlet dari lima perguruan pencak silat dari Indonesia yang memiliki perwakilan di Taiwan.

Selain para TKI, pelajar dari Indonesia turut berpartisipasi dalam menyukseskan kejuaraan tersebut. Para pesilat Taiwan pun dilibatkan dalam kejuaraan tersebut sebagai wasit.

“Mudah-mudahan kami dan KDEI bisa menyelenggarakan kejuaraan ini secara rutin karena kegiatan ini memberikan dampak positif kepada para TKI,” kata Karen.

Didi pun menimpali bahwa adanya perguruan silat di Taiwan dapat memberikan ruang bagi para TKI untuk menyalurkan bakatnya secara positif sehingga efektif mengurangi kasus tawuran antarpekerja migran di Taiwan. (corry)