Economic Review – Masih dalam rangkaian Wisata Muslim di Taiwan bersama dengan rombongan yang diprakasai oleh Global Workers Organisation (GWO) dan didukung oleh PT Trust Consulting Group. Kali ini sebelum memulai perjalanan wisata selanjutnya Economic Review berkesempatan bertemu dengan Kepala Dinas Informasi dan Pariwisata Kota Taipei Liu Yi Ting.

Di ballroom, The Howard Plaza Hotel, Kepala Dinas Informasi dan Pariwisata Kota Taipei yaitu Liu Yi Ting menyampaikan Taiwan sangat serius untuk terus meningkatkan fasilitas untuk wisatawan muslim, dan terus mengembangkan wisata ramah muslim mereka.

“Kami ingin Taipei menjadi kota yang nyaman bagi umat Islam, besok akan kami kumpulkan pendatan muslim dari Indonesia. Dengan adanya dukungan dari pemerintah ini ternyata banyak hotel yang berlomba – lomba untuk menyediakan fasilitas untuk para muslim,” ujar Liu Yi Ting.

Belum puas dengan wisata muslim sebelumnya, inilah destinasi wisata di Taiwan yang wajib dikujungi yang tak kalah menarik dan seru.

Mencicip Kue Khas Taiwan di Toko Kuo Yuan Ye

Kuo Yuan Ye merupakan toko kue yang sudah lama berdiri dan merupakan toko kue yang terkenal, berada pada Shihlin district, Kuo Yuan Ye berbeda dengan toko kue lainnya.

Toko kue ini memiliki ciri khas tersendiri, dari kejauhan saja sudah terlihat patung yang memukah mata, inilah patung hewan endemik Taiwan yang letaknya tepat berada di depan toko kue Kuo Yuan Ye.

Sesampainya di toko Kuo Yuan Ye, kami disambut dengan penjaga toko yang menjelaskan berbagai jenis kue khas Taiwan. Kami pun diajak ke lantai 5 toko ini untuk membuat secara langsung kue khas Taiwan, dimana Kue khas ini berisikan Nanas.

Kami pun diberikan kesempatan untuk membuat dan menghias kue dengan nama ataupun gambar yang kami inginkan dan menunggu kue tersebut di panggang selama 15 menit.

Sambil menunggu kue di panggang, kami diperlihatkan mini museum yang dimiliki toko dan disana pun terdapat sejarah dari toko Kuo Yuan Ye.

Tak terasa ternyata kue sudah matang dan kami pun mencicipi kue yang telah kami buat, dan tak disangka rasanya sungguh lembut dan benar – benar enak, nanas nya pun terasa manis, hingga tak disadari kue buatan kami pun sudah habis dinikmati hanya dalam hitungan detik.

Membuat Teh di Dadaocheng

Destinasi selanjutnya yang tak boleh dilewatkan adalah Dadaocheng yakni untuk menikmati teh khas Taiwan.

Kawasan ini bernama Dadaocheng Pier Plaza, tempatnya berada di pelabuhan di Sungai Tamsui. Di tempat ini kita bisa merasakan adanya perbedaan dengan suasana di tengah kota. Suasana tempat ini seakan mengajak kita kembali ke zaman dahulu di tahun 1800an, karena bangunan ditempat ini masih dipertahankan dari zaman dahulu, hingga banyak nya penjual rempah – rempah, serta obat – obatan.

Kawasan ini dulunya merupakan bekas tempat perdagangan yang berada di pelabuhan sebelum jaman kolonial Jepang. Tempat ini sangat unik dan menarik karena bentuk yang masih sama seperti dahulu dan ber nuansa “Old city”.

Bagi kalian penggemar teh, kalian harus mencoba teh yang berada di Dadaocheng. Para turis juga dapat melihat secara langsung cara membuat teh khas Taiwan.

 

Berbeda dengan membuat teh pada umumnya, membuat teh di Taiwan dilakukan dengan berbagai tahapan. Yakni wajib dimulai dari memanaskan cangkir dan teko yang akan digunakan. Kemudian dilanjutkan dengan memasukan daun teh pada teko telah di panaskan.

Tercium dengan wangi aroma daun teh yang telah dimasukan kedalam teko yang telah dipanaskan tadi, barulah kami menyeduh teh yang berada di dalam teko dengan air panas secukupnya. Rasa teh yang dibuat pun sangat enak dan pas untuk dinikmati sambil bersantai dan berbincang dengan teman – teman.

Taiwan Pencak Silat National Championship 2019

Kalau sudah berada di negara Taiwan, otomatis agenda kami cukup padat. Kali ini setelah menikmati sarapan pagi di The Howard Plaza Hotel, rombongan menuju ke Taipei Gymnasium.

Bertajuk Taiwan Pencak Silat National Championship 2019 suasana Taipei Gymnasium pada waktu itu begitu ramai. Sebagian besar warga Indonesia memadati area pertandingan dan tribun penonton kala itu.

Acara ini perdana dihelat di Taipei untuk memperkenalkan lebih dekat bela diri pencak silat sebagai salah satu kebudayaan dari Indonesia. Even perdana di Taiwan ini terselenggara berkat kerjasama Global Workers Organization Taiwan dan Kantor Dagang dan Ekonomi Indonesia (KDEI) Taipei serta didukung penuh oleh Department of Sport-Taipei City Government.

Perayaan Gemilang Idul Fitri Taipei Menjadi Teristimewa

Beruntungnya saya berkunjung di momen yang tepat, yakni bertepatan dengan acara besar perayaan Gemilang Idul Fitri Taipei yang berlangsung di Taman Daan. Disini kami juga bisa langsung bertegur sapa dengan teman-teman dari Indonesia. Orang-orang memenuhi Taman Daan pada waktu itu.

Memiliki konsep ala piknik beralaskan rumput hijau, banyak warga Indonesia berbondong-bondong dan memeriahkan acara Gemilang Idul Fitri tersebut. Bukan hanya warga Indonesia saja, wisatawan asing dan lokal Taiwan juga banyak yang berkunjung ke acara ini.

 

Disana penulis melihat ada sekitar 50 stan kuliner halal dan suvenir berdiri di acara Gemilang Idul Fitri tersebut. Acara diawali dengan Tari Saman nan memukau yang dibawakan oleh teman-teman dari Indonesia.

Hingga akhirnya peresmian acara dimulai dengan penarikan balon bertuliskan Eid al Fitr oleh Ko Wen Je Wali Kota Taipei dan Didi Sumedi, Kepala KDEI.

 

Kenangan perjalanan Economic Review yang sangat menarik di Taiwan takkan terlupa. Gencarnya panduan wisata halal di Taiwan, membuat travelers muslim tak perlu ragu lagi untuk berkeliling menikmati berbagai destinasi unggulan di kota ini. (Arbi/Corry)