EconomicReview-Hari Raya Idulfitri 1440 H/2019 sudah menjelang. Masyarakat Indonesia pun telah banyak yang bersiap untuk melakukan tradisi yang menyertainya, yakni perjalanan pulang ke kampung halaman, alias mudik. Perjalanan mudik yang kerap kali menempuh jarak yang cukup jauh dan waktu yang cukup lama memerlukan persiapan yang paripurna.

Tak ingin ketinggalan dalam keramaian momentum mudik, Tokio Marine Life Insurance Indonesia sigap meluncurkan Program MULIA-Mudik dan Liburan Aman untuk memberikan Asuransi Mudik dan Liburan secara cuma-cuma. Program MULIA-Mudik dan Liburan Aman dengan produk TM Group Personal Accident ini diperuntukkan mengawal para pemudik dan masyarakat yang akan menikmati waktu liburan ke destinasi tujuan dengan tentram dan aman.

Selain itu adapula Permainan Simulasi Perencanaan Prioritas Finansial di Hari Raya turut digelar untuk menanamkan pemahaman pentingnya kepemilikan asuransi serta agar dapat menentukan prioritas pengeluaran dan mengelola keuangan dengan bijak agar keuangan tetap “sehat” usai Lebaran.

Head of Marketing Communications & Corporate Branding Department PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia, Ferawati Gondokusumo menerangkan, Permainan Simulasi Perencanaan Prioritas Finansial di Hari Raya Lebaran berupaya memberikan edukasi literasi keuangan tentang menentukan prioritas kebutuhan terutama setelah menerima gaji dan THR. “Agar #kitaSIAP dan mampu menentukan prioritas keuangan supaya kondisi keuangan bisa menjadi lebih sehat dan manajemen keuangan pun juga bisa menjadi lebih baik,” urai Ferawati.

Lebih lanjut Ferawati berharap, dengan permainan simulasi ini rekan-rekan media dapat meneruskan informasi mengenai pentingnya literasi keuangan kepada masyarakat. “Dengan demikian semakin banyak masyarakat menyadari pentingnya memiliki asuransi serta dapat menentukan prioritas pengeluaran dan mengelola keuangan dengan bijak agar keuangan tetap “sehat” setelah Lebaran usai,” paparnya.

Hadir dalam acara peluncuran Direktur PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Ibu Nelly Husnayati dan Wakil Direktur Utama PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Bapak Chitaka Ishikura.

Direktur PT Tokio Marine Life Insurance Indonesia Nelly Husnayati menjelaskan, Program MULIA bertujuan untuk melindungi para pemudik dan masyarakat yang akan berlibur. “Tokio Marine Life Insurance Indonesia ingin agar masyarakat semakin banyak yang memiliki asuransi dan merasakan manfaatnya. Karena itu kami meluncurkan Program MULIA – Mudik dan Liburan Aman dengan memberikan Asuransi Mudik dan Liburan secara cuma-cuma”.

Nelly melanjutkan, untuk bisa mengikuti Program MULIA masyarakat dapat mendaftar di website www.kitasiap.com. Selanjutnya masyarakat bisa langsung mengikuti petunjuk pengisiannya di website tersebut. “Bagi masyarakat yang telah mendaftar akan mendapatkan proteksi manfaat kepada ahli waris dari musibah meninggal karena kecelakaan sebesar Rp50 juta dengan masa perlindungan selama 90 hari,” urai Nelly.

Yang menarik, TM Personal Accident diberikan kepada pendaftar secara cuma-cuma. Hal tersebut pun dipertegas oleh Nelly. “Memang MULIA diberikan secara cuma-cuma. Karena kami ingin sebanyak mungkin masyarakat dapat memiliki asuransi melalui program ini. Dengan demikian Tokio Marine Life Insurance Indonesia turut berkontribusi dalam mengedukasi masyarakat mengenai manfaat penting kepemilikan asuransi,” jelas Nelly.

Terkait permainan simulasi Nelly Husnayati pun turut menambahkan, permainan simulasi tersebut di latarbelakangi oleh kondisi bahwa dalam hidup, manusia tak luput dari kejadian-kejadian yang tidak terduga. Ada yang menyenangkan, ada juga yang kurang menyenangkan. Karena itu dalam permainan ini, rekan media diajak untuk memahami prioritas dalam mengatur pendapatan vs pengeluaran agar #kitaSIAP selalu dapat menjalani kehidupan tanpa harus mengorbankan segala rencana-rencana yang sudah disusun sebelumnya.

“Menentukan prioritas itu gampang-gampang susah, karena semakin besar pendapatan biasanya garis kebutuhan pun juga turut meningkat. Seperti teori Dusenberry yang menyatakan bahwa besar konsumsi seseorang dipengaruhi oleh lingkungannya atau tingkat pengeluaran konsumsi seseorang disesuaikan dengan jumlah pendapatan yang dimiliki,” ujar Nelly.

Lebih lanjut Nelly berpesan, hidup memang hanya satu kali, jadi harus dinikmati. Namun bukan berarti demi memenuhi keinginan akhirnya membuat pengeluaran jadi tidak terkendali. “Mari belajar menentukan prioritas, agar kondisi keuangan bisa menjadi lebih sehat dan manajemen keuangan pun juga bisa menjadi lebih baik,” tutup Nelly.