EconomicReview-Badan Usaha Milik Daerah PT Jakarta Propertindo (Perseroda) (“Jakpro”) memperkuat pertahanan integritas di segala lini guna memastikan proyek-proyek penugasan dilaksanakan sesuai asas governance dan nilai-nilai perusahaan.

Adapun Multi megastruktur penugasan dari Pemprov DKI Jakarta yang digarap Jakpro multiyears senilai total Rp13,1 triliun dari dana PMD (Penyertaan Modal Daerah). Angka ini masing-masing untuk proyek penugasan Pembangunan “Jakarta International Stadium” (JIS) Rp4,5 triliun, Revitalisasi Taman Ismail Marzuki (TIM) Rp1,8 triliun dan Light Rail Transit (LRT) fase 1 Rp6,8 triliun. Adapun megastruktur lainnya yaitu fasilitas pengelolaan sampah skala kota Intermediate Treatment Facility (ITF) dan Pantai Kita Maju Bersama hasil reklamasi adalah non-PMD.

“Melaksanakan proyek penugasan merupakan kepercayaan dan kehormatan bagi Jakpro. Kami mengemban misi sebagai agent of development. Dalam konteks ini, kami tidak mencari profit,” ujar Direktur Utama Jakpro, Dwi Wahyu Daryoto pada sesi Jumpa Media bertajuk Berbagi Kabar Baik, dari Seni hingga Sepak Bola.

Dwi memaparkan progress 5 (lima) proyek lengkap yang dibagikan kepada awak media. Untuk memastikan penugasan dilaksanakan terbaik dengan pertanggungjawaban profesional, Jakpro memperkuat pertahanan integritas dimulai dari internal perusahaan. Kebijakan dasar yakni pemberlakuan pengendalian gratikasi. Dalam jumpa media tersebut, Jakpro menjelaskan tentang kebijakan pengendalian gratifikasi.

“Kami menerapkan tolak atau melaporkan ke Unit Pengendali Gratifikasi Jakpro.Platform pelaporan disiapkan dengan dukungan pihak independen yang dipublikasikan sebelum proses tender proyek-proyek besar berlangsung,” ujar Dwi.

Tender proyek besar JIS dimulai Juni s.d. Agustus 2019 untuk pengadaan kontraktor. Pekerjaan direncanakan berlangsung cepat dan cermat untuk target selesai Juni 2021. Revitalisasi TIM juga memasuki proses tender kontraktor pembangunan tahap 1.

“Ground Breaking Revitalisasi TIM disiapkan dalam rangkaian HUT Jakarta 22 Juni 2019. Kami menyesuaikan dengan jadwal Bapak Gubernur,” ungkap Dwi.

TIM diproyeksikan menjadi landmark kota yang berkarakter di atas lahan seluas + 72.551m2 dengan luas total bangunan + 150.000m2. Menyambut ulang tahun Ibukota Jakarta pula, LRT siap beroperasi komersial. Perkembangan LRT terkini adalah konstruksi skybridge integrasi Stasiun Velodrome dengan halte Transjak Koridor 4, progress 70%. Integrasi ini untuk kenyamanan penumpang LRT hingga mencapai kawasan Sudirman.

Adapun perkembangan proyek non-PMD yakni ITF dalam proses financial close. Paralel, masyarakat sekitar proyek memulai program penempatan lebih baik untuk perbaikan taraf hidup (Resettlement Act Program).

Adapun perkembangan proyek infrastruktur, prasarana dan utilitas di Pantai Kita Maju Bersama berfokus pada pembangunan Jalur Jalan Sehat dan Sepeda Santai (Jalasena) tahap 1 sepanjang 3,6km dan persiapan lahan upacara seluas 10ha untuk bisa digunakan 17 Agustus 2019.