Economic Review-PT Surindo International Investment Consultancy, bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Suriname di Jakarta beberapa waktu lalu melakukan perjalanan ke luar negeri dengan membawa perusahaan-perusahaan besar ternama untuk menjajaki kerja sama antara kedua negara.

Sebagai  negara yang masuk dalam wilayah Amerika Latin, Republik Suriname memiliki kekayaan alam yang berlimpah. Dengan kondisi negara yang 92 persen wilayahnya masih berupa hutan, hal tersebut membuka peluang bagi investor untuk menjajaki kerja sama  dan berinvestasi di sana.

Potensi yang dimiliki negara Suriname bisa dibilang luar biasa, terutama untuk hasil tambang emas dan bouksit yang menjadi andalannya. Namun, sumber daya manusia yang dimiliki saat ini belum dapat mengelolanya dengan maksimal. Begitupun infrastruktur yang ada, masih  sangat kurang memadai. Dibutuhkan pembangunan di segala bidang, untuk menumbuhkan perekonomian di negara yang memiliki kedekatan emosional dengan Indonesia, ini.

Diprakarsai oleh PT Surindo International Investment Consultancy yang bekerja sama dengan Kedutaan Besar Republik Suriname, Pemerintah Suriname menerima kunjungan delegasi Indonesia yang berisi perusahaan-perusahaan besar dari berbagai sektor usaha strategis, antara lain Medco Energi Mining, Medco Energi Power, Radiant Utama, dan PDW Architects.

“Semoga kunjungan ini bisa mempererat kerja sama bisnis dan perdagangan antara kedua negara. Semoga ini menjadi awal yang baik bagi dunia usaha Indonesia dan Suriname,” kata Managing Director PT Surindo International Investment Consultancy, Diah Julianti kepada pers di Jakarta, Selasa (19/3) malam.

Pemerintah Suriname yang diwakili oleh Kementerian Keuangan, Kementerian ESDM, Kementerian Luar Negeri, Kamar Dagang & Industri, perusahaan pertambangan emas milik negara (Grassalco), perusahaan oil & gas milik pemerintah (Straatsolie), dan beberapa perusahaan swasta lainnya, menerima kunjungan delegasi Indonesia yang akan meninjau dan menjajaki kerja sama di Suriname.

Selama 8 (delapan) hari kunjungannya di negara yang beriklim sama dengan Indonesia, ini, telah terjadi beberapa kesepakatan kerja sama antara lain seperti Grassalco dengan Medco Mining, PDW Architects dengan SPSB Bank, Radiant Utama dengan Construct Innovative Visions (CIV), Surindo dengan CIV, PDW dengan Kamer Koophandel en Fabrieken (KKF/kamar dagang dan industri).

Siap Membidik Peluang Di Suriname

Ditemui dalam bincang santai bersama beberapa media di Jakarta, Presiden Direktur PT Medco Energi Mining International, Tonny P. Sastramihardja, menceritakan saat dirinya bersama delegasi Indonesia lainnya, berada di negara Suriname selama delapan hari. Tonny yang berangkat ke Suriname atas penugasan sang pemilik Medco Energi, Arifin Panigoro, melihat potensi yang sangat besar yang dimiliki oleh negara Suriname, khususnya di sektor tambang.

Menurut Tonny, banyak sekali kavling-kavling kosong  di sana. Karena dengan wilayah yang demikian luas, baru ada 2 (dua) perusahaan multinasional yang beropersi di sana, satu diantaranya adalah Newmont yang sudah masuk sejak tahun 2007.

“Bagi saya, ada tiga hal yang  menarik di sana, yaitu pertama, prospek sumber daya alam yang sangat besar. Kedua, regulasi yang dipermudah bagi investor, dan ketiga, culture, budaya, iklim, keamanan, sangat cocok bagi orang Indonesia,”kisah Tonny saat menceritakan apa yang menarik perhatiannya selama berkunjung di Suriname.

Medco Mining sendiri dalam kunjungan tersebut hanya menandatangani Letter of Intent (LoI) sebagai akses untuk mendapatkan data-data. Karena, menurut Tonny, banyak sekali penemuan baru yang prospektif di sana, namun minim data. Kendati berminat untuk berinvestasi tambang di sana, Medco, sejauh ini masih mempelajari dan membaca data-data yang didapatnya sebagai bahan pertimbangan, investasi apa yang akan dibidik.

Terkait dengan masalah sumber daya manusia (SDM), secara intelektualitas, Suriname memiliki SDM yang cukup memadai, namun fasilitas yang tersedia tidak mencukupi. Sehingga Medco membuka pintu bagi mahasiswa-mahasiswa Fakultas Geo Science di sana, untuk melakukan kerja praktek/magang di Medco Energi di Indonesia.

Sementara itu, PDW Architects yang diwakili oleh sang Managing Director Prasetyoadi, sangat tertarik dengan rencana pemerintah Suriname yang ingin mengembangkan 20% hingga 30% wilayahnya perkotaannya. juga menandatangani MoU dengan SPSB Bank (Bank BUMN Suriname) dan MoU dengan KKF (Kamar Dagang dan Industri Suriname).

“Bersama SPSB Bank, kami sudah ada prospektif proyek. Mereka ingin membangun  kota baru seperti kota mandiri, kota satelit, di luar ibukota Suriname, yang terhubung dengan bandara internasionalnya ,” ujar Prasetyoadi. Proyek ini dilakukan karena ada permintaan yang meningkat dalam pengembangan kawasan baru untuk hunian dan lingkungan bisnis.

PT Radiant Utama Interinsco Tbk yang turut dalam delegasi  ini, diwakili oleh Vice President Business Development PT Radiant Utama Interinsco Tbk Dermaga Ramelan juga berhasil menandatangani 2 (dua) MoU yaitu dengan CIV. Sesuai dengan core business dan rencana 5 (lima) tahun ke depan, selain services, Radiant ingin fokus pada energy terbarukan. Maka kerja sama yang ditandatangani inipun terkait dengan property development. Radiant tertarik pada proyek pemasangan tv solar atap surya untuk industri, perumahan, dan perkantoran.

“Kami juga mengajak perguruan tingginya untuk pengembangan listrik pedesaannya,” tambah Dermaga. Untuk saat ini, listrik di desa-desa sepenuhnya mendapat subsidi dari pemerintah.