Jembatan Megah Ikon Riau Garapan Brantas Abipraya Diresmikan

Economic Review-PT Brantas Abipraya (Persero), perusahaan konstruksi milik negara ini tunjukkan kemantapan komitmennya untuk terus membangun negeri melalui karya infrastruktur unggulnya. Hal ini dibuktikan dengan diresmikannya jembatan megah yang menjadi ikon Riau garapan Brantas Abipraya. Bernama Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah. Jembatan ini sekaligus menjadi jembatan penghubung ekonomi rakyat.

Gubernur Riau, H. Wan Thamrin Hasyim meresmikan Jembatan Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah besutan PT Brantas Abipraya (Persero) yang merupakan salah satu BUMN Konstruksi. Tak hanya dihadiri Gubernur Riau, Mantan Gubernur Arsyadjuliandi Rachman, hadir juga Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Riau Dadang Eko Purwanto, Direktur PT Brantas Abipraya, Syarif dan General Manager Divisi Operasi 3 PT Brantas Abipraya, Satyobudi Santoso.

“Seremonial enclosure jembatan ini sudah kami selesaikan 25 Januari lalu yang menandakan pekerjaan utama fisik telah selesai. Dan hari ini Pak Gubernur telah meresmikan sehingga jembatan ini dapat menghubungkan dua sisi Kota Pekanbaru, yaitu Senapelan dan Rumbai,” ujar Syarif.

Ia menambahkan bahwa jembatan yang memiliki panjang 800 meter dengan bentang utama 155 meter dan memiliki lebar 20,50 meter ini dikerjakan dengan teknik konstruksi unggul. Disebut Climbing Formwork dan Special Lifter Gantry yang khusus diproduksi untuk proyek jembatan ini. Dengan teknik konstruksi ini, Abipraya dapat mempercepat pekerjaan dan juga dapat memangkas biaya menjadi lebih rendah.

“Sebelum adanya jembatan ini, perekonomian masyarakat di wilayah Rumbai sedikit tertinggal karena terpisahkan oleh Sungai Siak. Semoga dengan adanya jembatan ini dapat meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah Rumbai dan sekitarnya, kata Syarif.

Tak hanya itu, diharapkan pula dengan adanya jembatan garapan Abipraya ini adalah membantu meningkatkan pertumbuhan industri serta mendukung pertumbuhan sosial budaya dan pariwisata di Pekanbaru.