Economic Review – Majalah Economic Review kembali menggelar acara bertajuk Indonesia Insurance Award 2018 yang ke 7. Acara dihelat secara meriah di Mawar I Ballroom, lantai 2, Balai Kartini. Acara terselenggara berkat kerjasama antara majalah Economic Review dengan Perbanas Institute dan Indonesia Asia Institute.

Penghargaan ini diraih berkat kinerja yang luar biasa PT Asuransi Jasa Raharja, pencapaian ini tidak lepas dari kerja keras serta kerjasama tim yang dilakukan seluruh jajaran direksi hingga staf karena faktor SDM merupakan bagian terpenting dari sebuah perseroan sehingga mampu meraih apresiasi dan dapat terus berkembang.

Saat ini Jasa Raharja sudah memiliki 29 Kantor Cabang, 63 Kantor Perwakilan, 67 Kantor Pelayanan Jasa Raharja (KPJR). Mengusung visi menjadi perusahaan terkemuka di bidang Asuransi dengan mengutamakan penyelenggaraan program Asuransi Sosial dan Asuransi Wajib sejalan dengan kebutuhan masyarakat, mampu memperkokoh posisi perseroan di puncak industri asuransi seperti saat ini.

Budayakan Risk Management

Jasa Raharja juga menerapkan Risk Management yang merupakan salah satu aspek penting dalam menjalankan perseroan dan penerapan ini sudah dijadikan budaya perseroan. Hal ini disampaikan langsung oleh Direktur Manajemen Risiko dan Teknologi Informasi PT Jasa Raharja, M. Wahyu Wibowo dalam sebuah wawancara.

“Pengenalan resiko dari sejak sebelum transaksi semua staf terdepan sudah harus mengenali mitigasi resiko dan  mengenali manajemen risiko nya dengan baik sehingga kita juga sudah mulai dari permodalannya dan konsep manajemen risiko, kemudian juga sudah dengan budget nya dan saat ini kami sudah menyempurnakan organisasinya yang berbasis manajemen risiko juga,” papar Wahyu.

Saat disinggung sejak kapan memberlakukan ERM di Jasa Raharja, Wahyu mangatakan jika semuanya tidak langsung dilakukan sesuai peraturan tetapi pelan-pelan membudayakan nya agar tidak terkesan berat untuk dijalani karyawan.

“Untuk penerapan nya, sudah sejak beberapa tahun lalu dan langsung kita budayakan. Namun semua kami mulai pelan-pelan karena kalau berdasar aturan akan jadi beban bagi karyawan, karena itu ERM ini kita jadikan work style sehingga lebih mudah diaplikasikan. Kemudian SPO juga berdasarkan manajemen risiko sehingga benar-benar menjadi budaya di perusahaan,” terang nya.

 Performa Positif dalam 2 Tahun

Dalam pernyataannya di tangah-tengah perayaan HUT (Hari Ulang Tahun) Jasa Raharja yang ke 58 tahun, Budi Rahardjo Slamet selaku Direktur Utama PT Jasa Raharja mengatakan perusahaan yang dipimpinnya telah menunjukkan performa positif selama dua tahun terakhir dan perjalanan ini memang tidak mudah dan sangat panjang tapi kami mampu mewujudkannya.

“Memang kalau misalnya berbicara perjalanan 58 tahun kan cukup panjang ya, tapi yang jelas kita di 2 tahun terakhir ini cukup bagus,” ujar Budi, dalam acara yang digelar di pelataran parkir Sarinah, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat.

Capaian positif selama dua tahun terakhir tersebut didapatkan dari hasil kinerja keuangan yang baik, serta peningkatan performa pelayanan bagi masyarakat karena sejauh ini, perseroan diyakini telah memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat.

Sesi foto bersama seluruh finalis Indonesia Insurance Award (IIA) 2018 bersama Ketua Dewan Juri dan Dewan Juri setelah acara selesai

Kegiatan Positif Jasa Raharja

Tahun 2018 lalu Jasa Raharja menargetkan penyaluran santunan hingga Rp 2,3 triliun hingga akhir tahun. Naiknya angka tersebut dikarenakan adanya peningkatan jumlah santunan sebesar 100% untuk korban meninggal dunia hingga korban luka-luka.

Pada dasarnya masih banyak orang tidak mengetahui kegiatan positif yang dilakukan Jasa Raharja, salah satunya adalah peningkatan jumlah santunan di tahun 2018 lalu di tengah premi yang tetap.

Ke depannya, diharapkan agar Jasa Raharja lebih masif melakukan sosialisasi. Kemudian banyak melakukan inovasi dalam promosi untuk membangun brand image sehingga lebih banyak lagi dikenl oleh kalangan masyarakat luas.

Selain kinerja dan kegiatan positif, Jasa Raharja memang pantas mendapatkan penghargaan sebagai bentuk apresiasi, dan diharapkan apresiasi ini akan menjadi tolak ukur kesuksesan perseroan ke depannya dan dapat dijadikan pemacu untuk terus berkembang dan meningkat lagi di tengah gejolak ekonomi yang dinilai belum stabil.