Economic Review – Ida Widyastuti memulai usaha snack rumahannya pada tahun 2002 silam, yang dimulai dengan produk camilan berbahan dasar emping, ide ini terinspirasi dari saudaranya yang memproduksi keripik melinjo. Setelah hampir 17 tahun membangun bisnis, kini produk Ida sudah tersebar di seluruh Indonesia dan juga meraih beberapa penghargaan. Beberapa produk andalannya seperti tempe frozen, keripik pisang dan kerupuk rengginang bahkan sudah diekspor ke Korea dan Eropa.

(Kiri ke Kanan) Ida Widyastuti, Direktur Utama Roemah Snack Mekarsari duduk bersama finalis lainnya usai menerima penghargaan API 2018

Perempuan kelahiran Oktober 1974  ini juga memproduksi berbagai macam jenis sambal yang dikemas dalam botol beling yang praktis dan bisa dibawa kemana-mana, beberapa sambal tersebut antara lain sambal petir, sambal udang, sambal teri, sambal bawang, sambal petai, sambal jengkol dan berbagai macam sambal lainnya yang diyakini dengan rasa pedas, gurih, sedap dan pas di lidah.

“Khusus untuk sambal jengkol, saya memiliki cerita sendiri karena kan tidak semua orang Indonesia menyukai jengkol karena baunya yang menyengat tetapi ada juga yang justru memfavoritkannya,” aku Ida. Namun, di tangan Ida, jengkol justru dapat menjadi pundi-pundi uang karena ia mampu membawa jengkol merambah pasar Korea Selatan dalam bentuk sambal jengkol.

Peraih Anugerah Perempuan Indonesia 2018 ini mengaku membutuhkan  waktu hingga 6 bulan untuk akhirnya mendapat izin memasukan produk, kala itu. Untuk saat ini, setiap bulan Ida mampu mengekspor satu container sambal jengkol (termasuk sambal bawang dan aneka kerupuk).