Erma Zein, Direktur Utama PT Bintang Karya Sarana menerima penghargaan API 2018 yang diserahkan oleh RAy. Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn.,MM selaku Ketua Penyelenggara dan RAy. Endraswari Safitri selaku Ketua Dewan Juri

Economic Review-Sebaik-baiknya orang adalah orang yang bermanfaat bagi orang lain. Bunyi hadist inilah yang melatarbelakangi  Erma Zein dalam merintis PT Bintang Karya Sarana, sebuah perusahaan yang mengelola sumber daya manusia (SDM), di tahun 2008, silam.

Erma, demikian sapaan akrabnya, mulai merekrut SDM yang sebagian besar adalah kaum dhuafa, dimana tingkat pendidikannya maksimal adalah SMA, bahkan ada yang SD. Dengan latar belakang tersebut, Erma pun bertekad untuk menjadikan mereka dari yang nothing menjadi something. Kini, setelah 10 (sepuluh) tahun berjalan, Erma Zein mulai dapat mewujudkan impiannya tersebut.

Dalam memimpin, Erma Zein menempatkan diri layaknya seorang ibu kepada anak-anaknya, ada ketegasan dalam memimpin, namun tetap lembut dalam berprilaku. Menerapkan prinsip kejujuran dan berkeadilan kepada seluruh karyawannya, membangun team work yang baik, serta transparansi dalam pembayaran hak karyawan, diterapkan oleh Erma semata-mata untuk meminimalisir konflik yang terjadi dalam tubuh perusahaannya. Baginya, mengelola bisnis SDM memang susah-susah gampang. Namun, sepanjang hak yang diberikan sesuai dengan peraturan yang berlaku, maka tidak akan terjadi masalah yang berarti.

Lihai Baca Peluang dan Terus Berkembang

Mengawali bisnis di tahun 2008, Erma Zein memilih usaha di bidang jasa cleaning servis, office boy (OB) sebagai tenaga kerja borongan. Seiring meningkatnya kebutuhan dan permintaan, tahun 2009, Erma pun mulai mengembangkan sayap usahanya dengan menambah jasa gardening, security, ekspedisi  (kurir), driver, teknisi building, office support (resepsionis, call center, administrasi, data entry, sales support, telemarketing).

Tak berhenti sampai di situ, demi keberlangsungan usahanya, Erma yang pernah bekerja di Lippo Group, ini, terus mencari peluang-peluang baru, yang berhubungan dengan usaha yang telah berjalan. Erma mengembangkan usahanya dengan menjadi supplier bagi barang-barang kebutuhan kantor di mana tenaga kerjanya digunakan.

Kemudian di tahun 2017, Erma mendirikan perusahaan baru yang bergerak dalam assessment & training center bagi tenaga kerja yang akan ditempatkan maupun yang sudah dikontrak klien.

Maraknya jasa layanan online, juga telah mendorong Erma untuk berinovasi dengan menyediakan cleaning sevice online yang bisa dipekerjakan per jam, sesuai kebutuhan.

Kini, di bawah bendera PT Bintang Karya Sarana, Erma Zein membawahi lebih dari 1.300 orang karyawan. Bintang sudah ada di 28 titik di seluruh Indonesia dengan kantor cabang ada di Medan, Semarang, dan Jakarta.

Diikat Lewat Rasa Saling Membutuhkan

Dengan mengusung Visi “Memberikan kualitas pelayanan terbaik yang berorientasi pada kepuasan pelanggan dan menjadikan profesi sebagai proses pengembangan diri untuk beribadah kepada Tuhan YME., Erma tengah mewujudkan Misi Bintang menjadi perusahaan penyedia ahli daya yang profesional di bidangnya.  Didukung pula dengan menciptakan akronim Budaya Perusahaan : BRIGHT(cemerlang). Bersih, Rapih, Indah, Gesit, Handal, Terampil.

Keterikatan yang terjalin antara dirinya dengan para karyawannya, tercipta karena rasa saling membutuhkan, antara pegawai dengan perusahaan, dan mengikatnya dengan memberikan semua hak karyawan sesuai dengan aturan yang berlaku. Tak heran jika turn over di PT Bintang Karya Sarana pun dapat sangat minim, hingga kurang dari 2% per tahunnya.

Keberhasilan Erma Zein dalam mempertahankan eksistensi dan pertumbuhan perusahaannya dinilai layak untuk diapresiasi oleh Dewan Juri Anugerah Perempuan Indonesia (API) 2018-2019. Bertempat di Pedan Ballroom Hotel Sahid Jaya Solo, Jumat (21/11), Erma Zein menerima penghargaan API 2018 bersama dengan 9 (sembilan) perempuan hebat lainnya. Penghargaan diserahkan oleh Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn,MM selaku Ketua Penyelenggara bersama Ketua Dewan Juri API 2018, RAy. Endraswari Safitri. Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi terhadap pimpinan perusahaan yang dinilai telah Berjaya dan berhasil membawa perusahaan yang mereka pimpin ke tangga puncak dan diakui masyarakat. Turut hadir dalam acara tersebut Dra. Oneng Satya Harini, MM selaku Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya mewakili Kementerian Pariwisata Republik Indonesia.

Usai acara penyerahan penghargaan di Hotel Sahid Jaya Solo, seluruh penerima penghargaan API 2018 melakukan jamuan makan malam di Pura Mangkunegaran, Keraton Surakarta. Kirab dilakukan dengan menggunakan 15 kereta kuda untuk membawa seluruh undangan menuju Keraton Surakarta. (Yuli)