13 CEO Terbaik Indonesia Leaders Award 2018-2019

Economic Review-Indonesia Leaders Award (ILA 2018-2019) menobatkan tiga belas CEO terbaik Indonesia. Di balik nama beberapa perusahaan besar  Leadership ternyata ada sosok yang cukup melekat dalam kesuksesan kinerja suatu perusahaan. Ketiga belas CEO terbaik dibawah ini dinilai memiliki kriteria pemimpin yang inovatif dan cerdas mengatur finansial serta dapat memotivasi karyawan dan mengembangkan produk yang beresonansi dengan target pasar perusahaan.

Setelah sukses dengan beberapa Event yang diselenggarakan oleh majalah Economic Review, kali ini, acara serupa yang bertajuk Indonesia Leaders Award (ILA 2018-2019) dan Anugerah Perempuan Indonesia (API 2018-2019) digelar secara bersamaan dan  meriah yang bertempat di Hotel Sahid Jaya Solo, dengan dilanjutkan malam gala dinner & business networking di Istana Mangkunegara Solo, Jl. Ronggowarsito, keprabon, Banjarsari, Solo, Jawa Tengah pada Jum’at, 21 Desember 2018. Acara ini terselenggara berkat kerjasama Indonesia-Asia Insitute, IPMI International Business School, Perbanas Institute, Binus Business School, Katahati Institute, NBO Group, Thomas International, PQI International, Frontliner Service, Foru.

Indonesia Leaders Award (ILA 2018-2019) ini sebagai bentuk apresiasi terhadap pimpinan perusahaan yang dinilai telah Berjaya dan berhasil membawa perusahaan yang mereka pimpin ke tangga puncak dan diakui masyarakat.

Rangkaian even penghargaan bergengsi ini dimulai dengan penghargaan kepada peserta yang masuk ke dalam jajaran pemenang Indonesia Leaders Award (ILA 2018-2019) dan Anugerah Perempuan Indonesia (API 2018-2019), kemudian acara akan dilanjutkan dengan prosesi kirab, pemenang akan di kirab menggunakan kereta kuda (andong) menuju Istana Mangkunegara untuk menghadiri Gala Dinner & Business Networking. Dalam acara tersebut, akan dihadiri oleh Trah Mangkunegaraan dan Panggageng Pura Mangkunegaraan sebagai Wakil dari Keluarga Mangkunegaraan, serta Ray. Hj. Irlisa Rachmadiana, SSn, MM selaku Pendiri ILA – API, turut hadir pula, Dra. Oneng Satya Harini, MM selaku Asisten Deputi Pengembangan Wisata Budaya mewakili Kementerian Pariwisara Republik Indonesia.

“Penganugerahan penghargaan Indonesia Leaders Award (ILA 2018-2019)  dilakukan sesuai dengan pengelompokan perusahaan berdasarkan sektor industri, aset perusahaan, kepemilikan saham perusahaan (pemerintah, BUMN, anak perusahaan BUMN, BUMD, dan swasta). Serta mereka para CEO peraih penghargaan ini merupakan seorang pemimpin yang dianggap  bukan hanya dapat mengawali masa kepemimpinannya dengan baik namun juga dapat mengakhirinya dengan baik (finishing well). Pada umumnya mereka ini memiliki pengenalan diri yang baik. Mereka mengenali misi kehidupan mereka, mengenali hal-hal yang menjadi panduan mereka dalam menjalani periode kepemimpinan mereka. Keselarasan antara misi kehidupan mereka dengan tantangan atau tugas kepemimpinan yang diemban adalah kunci untuk menciptakan passionate leadership. Pengenalan yang sama membuat mereka mengetahui kapan mereka memulai dan kapan mereka harus mengakhiri kepemimpinan mereka. Pengenalan tersebut juga menolong mereka untuk menjaga fokus kepemimpinan mereka,” papar Ray. Hj. Irlisa Rachmadiana.

Ketua Dewan Juri Indonesia Leaders Award 2018-2019, DR. Dewi Hanggraeni,SE,MBA  memaparkan sistem penilaian terhadap para pemimpin perusahaan ini terkait dengan Inovasi, Leadership dan Kinerja Perusahaan, dengan menggunakan metode perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber, data yang telah dipublikasi.

“Di era persaingan seperti saat ini, peran pemimpin perusahaan atau Chief Executive Officer (CEO) menjadi vital dalam memimpin organisasi agar selaras dan fokus terhadap target perusahaan. Kepemimpinan yang baik akan membawa perusahaan menjadi pemenang di industrinya. Oleh karena itu, CEO perlu memiliki kriteria-kriteria yang baik dalam memimpin perusahaannya. Tak hanya itu, dalam mengelola perusahaan, CEO harus mampu menyelaraskan organisasi saat mencapai visi dan misinya,” terang Dewi dalam sambutannya ditengah penyelenggaraan ILA 2018-2019.

Berikut tiga belas CEO terbaik yang berhasil meraih Indonesia Leaders Award 2018-2019.

Agus Susanto Direktur Utama  BPJS Ketenagakerjaan

Semenjak dipercaya menjadi Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan periode 2016-2021, Agus Susanto berhasil membawa badan hukum publik tersebut menorehkan kinerja progresif. Di bawah nakhoda Agus, BPJS Ketenagakerjaan mencatat kinerja yang menggembirakan pada setiap tahunnya. Tren positif ini terus berlanjut pada paruh pertama tahun 2018 yang berhasil mencatatkan pertumbuhan kepesertaan sebesar 20,12% secara year on year (yoy).

Supriyatno Direktur Utama Bank Jateng

Sosok orang pertama di Bank Jateng ini, tak hanya aktif bergelut dibidang perekonomian namun juga memegang posisi penting di sebuah institusi perbankan terkemuka di Indonesia. Ia pun gemar dan menggeluti kegiatan di bidang seni musik. Bagi Supriyatno, kreativitas dan inovasi yang berani dan tertata dengan baik harus terus dihadirkan untuk terus mengembagkan perusahaan.Salah satu diantaranya dengan menghadirkan produk terunggul yang memberikan bunga terendah di seluruh Indonesia yakni Mitra 25 dan Mitra 02.

Suprajarto Direktur Utama PT Bank BRI (Persero) Tbk

Diangkat menjadi Direktur Utama Bank BRI pada Maret 2017, Suprajarto berhasil menorehkan berbagai prestasi selama kepemimpinannya hingga saat ini. Salah satu milestone  yakni Suprajarto mampu membawa Bank BRI menjadi bank dengan aset terbesar di Indonesia, baik bank only maupun konsolidasian. Selain itu, dari sisi kinerja Bank BRI terus mampu menorehkan sustainable growth di atas rata rata industri perbankan nasional. Bank BRI pun mampu mempertahankan posisi sebagai bank dengan pencetak laba terbesar di Indonesia sejak tahun 2005.

Iwan Pasila Direktur Utama Mandiri In Health

Bagi Iwan Pasila dalam kepemimpinannya, inovasi sangat diperlukan untuk meningkatkan kenyamanan dan kemudahan bagi peserta dalam mendapatkan layanan kesehatan. Tak hanya itu ditangan Iwan Pasila inovasi juga disiapkan perseroan dengan mengembangkan aplikasi digital untuk melayani skema Coordination of Benefit (CoB) dengan BPJS Kesehatan. Tercatat sampai akhir Agustus 2018 terdapat lebih dari 1.300 badan usaha, baik BUMN maupun swasta, dengan total 2,1 juta peserta yang bekerja sama dengan Mandiri Inhealth.

Anthony Japari Direktur Utama Capital Life

Antony Japari telah berpengalaman bekerja di industri jasa keuangan selama lebih dari 20 tahun. Karir profesionalnya berawal dari posisi sebagai manegement trainee di salah satu bank swasta nasional terbesar di Indonesia, hingga dipercaya memegang posisi Direksi sejak tahun 2006 di beberapa perusahaan asuransi jiwa nasional milik konglomerasi besar di Indonesia seperti Sinar Mas Group dan CT Corp serta Salim Group.

Howen Widjaja Direktur Utama PT Asuransi Sinar Mas (ASM)

Howen Widjaja telah menjadi Direktur di PT Asuransi Sinar Mas sejak Oktober 2009 dingga akhirnya resmi dipercaya untuk menjadi orang nomor satu di PT Asuransi Sinar Mas .Beliau telah menjadi Komisaris di PT Sinar Mas Multiartha Tbk sejak tahun 2010. Howen Widjaja juga disibukkan dengan menjabat sebagai Eksekutif di Manajemen Risiko Pasar Merrill Lynch dari Agustus 2007 sampai Agustus 2008. Howen juga sempat menjajakan pengalaman berkariernya di Global Research & Development Intern ACE Insurance Company dari Juni 2006 hingga Desember 2006.

Frans F. Rundengan Direktur Utama Andalan Finance

Berlatar belakang bidang Akuntansi dan Keuangan, telah menyelesaikan pendidikan S3 (Program Doktoral) bidang Ekonomi di Universitas YAI, Jakarta pada tahun 2003. Memulai karir di Lembaga Pembiayaan pada tahun 1989, dan terakhir menjabat sebagai Direktur di salah satu Perusahaan Pembiayaan. Kemudian pada tahun 2010 bergabung dengan AFI sebagai Chief Financial Officer dan diangkat menjadi Direktur pada Mei 2012, dan terakhir menjabat sebagai Direktur Utama sejak April 2017.

Chiefy Adi. K Direktur Utama Indonesia Kendaraan Terminal

Sebelum memimpin PT Indonesia Kendaraan Terminal (IKT), selama dua tahun sembilan bulan Chiefy Adi. K memimpin Pelabuhan Indonesia atau IPC di Banten. Dalam kurun waktu itu, bersama dengan tim, IPC Banten bisa naik kelas dari Pelabuhan Kelas II menjadi Kelas Utama. Padahal dalam tiga dekade berstatus pelabuhan kelas II. Chiefy bergerak cepat ketika mendapat mandat memimpin IKT. Yang pertama dilakukan adalah transformasi bisnis dan budaya dalam lingkungan perusahaan. Di perusahaan dia membuat kultur berbasis cinta. Cinta ini memiliki kepanjangan dan masing-masing memiliki makna.

 Irvandi Gustari Direktur Utama BPD Riau Kepri

Dengan bekal ilmu manajemen yang diperoleh dari Universitas Prasetiya Mulya, Dr. Irvandi Gustari, MBA (Alumni MBA Modular 1991) memulai perjalanan karier profesionalnya di industri perbankan. Tidak hanya sektor mikro saja yang pernah ditanganinya dengan terjun langsung sebagai bankers, Irvandi juga telah menjadi bagian dari sejarah perjalanan perbankan Indonesia melalui kontribusinya pada Badan Penyehatan Perbankan Indonesia (BPPN) di masa krisis moneter. Kini, Irvandi dipercaya sebagai Direktur Utama Bank Riau Kepri, salah satu Bank Pengembangan Daerah terbaik di Indonesia, dan di bawah kepemimpinannya, Bank Riau Kepri telah memperoleh berbagai penghargaan, baik pada tingkat regional maupun nasional.

Sigit Direktur Utama BPR Sleman

Sebelum bergabung di PD BPR Bank Sleman pernah bekerja pada PT Asuransi Jiwasraya (1989) dan PT Bank Duta Cabang Yogyakarta (1990-2000). Perjalanan karier di PD BPR Bank Sleman dimulai dengan menjabat Direktur (2003 – 2005), selanjutnya Pj. Direktur Utama (2005 – 2007), dan kemudian menjabat Direktur Utama sejak 24 Mei 2007 sampai saat ini.

Made Arya Amitaba Direktur Utama BPR Kanti (Lifetime Achievement)

Warga negara Indonesia, lahir di Sukawati tahun 1972 dengan pendidikan terakhir Pasca Sarjana Institut Magister Manajemen Indonesia, Jakarta tahun 2002. Aktif bidang organisasi yaitu: Ketua Umum Ikatan Alumni Mahasiswa UNDIKNAS tahun 2006-2014, Bedahara Umum Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Ugracena Denpasar tahun 2007–2015, Ketua DPP Ikatan Alumni Mahasiswa KMHD Indonesia tahun 2010-2016. Berpengalaman PT. Bank Danamon Indonesia, Tbk tahun 1998, serta sebagai Ketua PERBARINDO Bali tahun 2006- 2010 dan Wakil Ketua Umum DPP PERBARINDO Pusat Jakarta perioda 2010-2014, sebagai ketua IPRO BPR perioda 2014-2018, dan sebagai Direktur Utama PT. BPR Sukawati Pancakanti mulai tahun 1999 sampai sekarang dan telah lulus dalam sertifikasi BPR.

Eko Budiyono Direktur Utama BPR Eka Bumi Artha

Eko Budiyono, sebagai Direktur Utama PT BPR Eka Bumi Artha sejak 1 Juli 2017. BPR Eka Bumi Artha tangan dingin Eko terbukti  telah mampu menjadikan PT BPR Eka Bumi Artha sebagai salah satu BPR yang eksis dan terdepan di Indonesia. Modal, SDM, Teknologi, dan Pasar adalah 4 pilar yang menjadi fokus orang nomorsatu di PT BPR Eka Bumi Artha untuk memperkuat kepercayaan masyarakat kepada perusahaan yang dipimpinnya.

Zainuddin Fanani Direktur Utama Bankaltimtara

Cukup lama malang-melintang dengan posisi yang berbada, hingga akhirnya 2004 ia ditarik ke kantor pusat PT BPD Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara (Bankaltimtara) di Samarinda untuk menjadi pemimpin divisi umum dan sumberdaya manusia. Hingga akhirnya, dipercaya menjabat sebagai Direktur Utama. Membuat pengalaman mengabdi selama 36 tahun Zainuddin amat kaya akan pengalaman. Zainuddin terbilang sukses mempelajari sekaligus merancang banyak hal untuk pengembangan korporat, pemegang saham, dan kesejahteraan karyawan Bankaltimtara. Salah satunya melalui meaning statement Bankaltimtara “Mengabdi untuk Kesejahteraan Bersama”, yang intinya bekerja harus dilandasi dengan keikhlasan.