BCA Syariah Jawara Bank Syariah di APBI 2018

Rickyadi Widjaja, Direktur BCA Syariah, menerima piagam penghargaan dan piala sebagai Bank Terbaik 2018 Sektor Syariah Syariah.,

Economic Review – Pada ajang Anugerah Perbankan Indonesia (APBI) 2018 yang baru lalu, PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) menduduki Peringkat ke-1 Bank Syariah Swasta Non Tbk, BUKU 2 dengan Aset kurang dari Rp10 triliun. Total skor yang dikumpulkan dari 9 bidang yang beri penilaian adalah 1360,18. Dari ke sembilan bidang yang dinilai, BCA Syariah unggul di 7 bidang yaitu GCG (87,45), HC (81,00), Marketing (84,33), IT (86,00), CSR (84,95), Corporate Communication (82,00), dan Operation (81,15).

Penyerahan penghargaan yang diterima oleh VII-2018 & ABPRI-VI-2018 dan didampingi Suyatin, selaku Juri GCG, berlangsung di Balai Kartini Jakarta, Senin (19/11/2018). Selain menerima piagam penghargaan, BCA Syariah juga menerima piala berkat prestasinya menjadi Bank Terbaik 2018 kategori Bank Syariah.

Menengok sedikit atas kinerja BCA Syariah di tahun 2017, rasanya tak salah jika bank yang berada dalam bendera BCA Group ini, dianugerahi sebagai salah satu bank terbaik di Indonesia versi majalah Economic Review.

Pertumbuhan Kinerja 2017 Hingga Q3 2018

Kinerja BCA Syariah di sepanjang tahun 2017 mengalami pertumbuhan di atas 21% dan yang menjadi pendorong pertumbuhan tersebut adalah pembiayaan produktif di segmen mikro, kecil, menengah, dan sosial. Hingga Desember 2017, BCA Syariah telah mengucurkan dana pembiayaan sebesar Rp47,86 miliar.

Laba bersih BCA Syariah pun hingga menembus angka Rp47 miliar atau naik 30% dari perolehan tahun sebelumnya sebesar Rp36,82 miliar. Sementara itu,  di tahun 2017, aset BCA Syariah terdorong naik hingga 19,3%, berkat Dana Pihak Ketiga yang tumbuh besesar23,3% menjadi Rp4,7 triliun.

Sementara itu, hingga kuarter 3/2018, BCA Syariah telah berhasil mencatatkan laba sebesar Rp38,2 miliar naik 16,4% year on year (YoY). Pertumbuhan ini terkerek oleh kenaikan pendapatan setelah distribusi bagi hasil 31% yoy menjadi 202 miliar dari periode yang sama sebesar Rp154 miliar. (Yuli)