Direktur Utama Bank Sleman, Muhammad Sigit, SE., M.Si menerima Piala dan Penghargaan sebagai Bank Perkreditan Rakyat Terbaik 2018 yang diserahkan oleh Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, MSc. selaku Ketua Dewan Juri dan Hj. RAy. Irlisa Rachmadiana, SSn., MM. selaku Ketua Penyelenggara APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018.

Economic Review – Raihan prestasi kembali ditorehkan PD BPR Bank Sleman (Bank Sleman) dalam ajang Anugerah Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (ABPRI) 2018 versi majalah Economic Review. Tampil sebagai Bank Perkreditan Rakyat Terbaik Indonesia tahun 2018, Bank Sleman memuncaki peringkat pada bidang-bidang seperti Manajemen Risiko, Teknologi Informasi, Operasional, dan CSR.

Pada acara penganugarehan yang berlangsung pada Senin, 19 November 2018, di Balai Kartini Jakarta, Dirut Bank Sleman, Muhammad Sigit, SE., M.Si. hadir menerima piala dan penghargaan yang diserahkan oleh Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, MSc. selaku Ketua Dewan Juri dan Hj. RAy. Irlisa Rachmadiana, SSn., MM. selaku Ketua Penyelenggara APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018.

Dalam sambutannya, Hj. RAy. Irlisa Rachmadiana, SSn., MM. menyampaikan terkait tema yang diangkat tahun 2018, yaitu “Perbankan Indonesia, di Era Derupsi Teknologi Informasi”, maka membuat bank harus mengubah cara berpikir mereka, dari yang selama ini hanya menunggu konsumen datang dan menyimpan uangnya. Kini harus lebih dinamis dan aktif.

Sejalan dengan itu, Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, MSc menambahkan bahwa di era derupsi telah mendorong persaingan persaingan di industri keuangan semakin ketat dan melebar, terlebih dengan hadirnya financial technology (fintech). Bagi perbankan sendiri, hal tersebut bukanlah masalah besar karena bank juga ikut serta mengembangkan fintech.

“Mereka Para peraih penghargaan ini merupakan para pelaku usaha di sektor perbankan terus yang terbukti mampu berinovasi dan mengembangkan usahanya di tengah ketatnya persaingan. Industri yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional ini. Yakni yang mempu terus mempersiapkan diri menuju perubahan dan menghadapi era,” terang Marsudi.

Kinerja Bank Sleman

Dalam beberapa tahun terakhir, secara umum kinerja Bank Sleman terus menunjukkan pertumbuhan positif, baik secara kualitatif maupun kuantitatif. Sepanjang tahun 2017, Bank Sleman berhasil membukukan laba bersih setelah pajak, sebesar Rp20,92 miliar meningkat dari perolehan di tahun 2016 sebesar Rp18,16 miliar. Tak hanya itu, total aset Bank Sleman juga mengalami kenaikan dari Rp681 miliar di tahun 2016, menjadi Rp720 miliar pada tahun 2017.

Untuk penyaluran kredit, hingga akhir tahun 2017, Bank Sleman berhasil menggelontorkan dana pinjaman hingga Rp553 miliar atau meningkat 10,73% dari tahun sebelumnya. Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) sepanjang tahun 2017 berhasil dihimpun sebesar Rp522 miliar naik tipis 2,06% dari penghimpunan pada tahun 2016 sebesar Rp512 miliar.

Namun demikian, secara keseluruhan, Bank Sleman telah mampu memenuhi target yang telah ditetapkan untuk tahun 2017.

Dengan mengusung motto “Bank Sleman Sahabat Terbaik Anda”, Bank Sleman ingin kehadirannya bisa memberi makna dan inspirasi bagi masyarakat. Karena seluruh rencana yang telah disusun oleh Bank Sleman akan direalisasikan dengan didasari semangat untuk selalu kreatif, proaktif, dan tanggap terhadap kebutuhan nasabah, dengan mengutamakan kepentingan dan kepuasan seluruh nasabah. (Yuli)