Peraih Penghargaan APBI VII 2018 & APBRI VI 2018

Economic Review-Era Disrupsi digital membuat bank harus mengubah cara berpikir, sehingga lebih dinamis dalam dan aktif mencari konsumen, untuk terus berinovasi dalam menghadapi disrupsi Digital. Inilah perusahaan Perbankan terbaik 2018, yang mempu menyiasati persaingan di tengah era dirupsi digital dengan tetap menunjukan kinerja positif di tahun 2017.

Seruan terkait Digitalisasi Perbankan yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi, memprediksi di tahun 2019, Indonesia akan menjadi the biggest digital economy di Asia Tenggara. Tak bias dipungkiri di era digitalisasi seperti sekarang ini, perubahan besar-besaran dialami banyak sektor karena kemajuan teknologi informasi (IT). Salah satunya di sektor perbankan. 

Disrupsi digital adalah perubahan secara besar-besaran menandai perubahan era dari yang sifatnya offline ke online, perubahan ini juga mulai menjadi tantangan bagi industri perbankan dengan adanya pemain baru di industri Financial Technologi (Fintech). Perbankan akan mengalami disrupsi dalam skala besar. Di sinilah perbankan harus masuk produk digital menghadapi disrupsi digital tersebut. Untuk di Indonesia, beragam inovasi perbankan pun dilakukan untuk menghadapi era digitalisasi perbankan.

Terkait Inovasi serta berbagai prestasi perbankan dalam meghadapi era digitalisasa, kembali Di tahun 2018 ini Majalah Economic Review, Perbanas Institute, IPMI International Business School serta Indonesia-Asia Institute, NBO Group, Thomas International, PQI International, Frontliner Service, kembali menyelenggarakan malam “Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018)” & “Anugerah BPR Indonesia VI- 2018 (ABPRI-VI-2018)”.

Yakni sebuah Penghargaan bergengsi yang diterima oleh beberapa perusahaan perbankan yang telah disesuaikan dengan pengelompokan Perbankan berdasarkan :  Aset Perusahaan, Kelompok BUKU dan Kepemilikan Saham Perusahaan ( Pemerintah, BUMN, Anak Perusahaan BUMN, BUMD, Swasta). Dimana Nominator APBPI VII-2018 dan  ABPRI-VI-2018  ini telah diseleksi berdasarkan Penilaian Kinerja Keuangan perusahaan Desember 2017, dengan menggunakan metode perhitungan dan analisa data yang diperoleh dari berbagai sumber, data yang dipublikasi.

“Disrupsi digital membuat bank harus mengubah cara berpikir mereka, dari yang selama ini hanya menunggu konsumen datang dan menyimpan uangnya. Kini harus lebih dinamis dan aktif. Dan dikarenakan hal itu pulalah “Anugerah Perbankan Indonesia-VII-2018 (APBI-VII-2018)” & “Anugerah BPR Indonesia VI- 2018 (ABPRI-VI-2018)”. Penganugerahan ini menjadi salah satu penghargaan atas mereka perbankan yang telah mempu terus berinovasi dan menorehkan prestasi dalam menjalankan bisnisnya sepanjang 2017,” papar Ketua Penyelenggara APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 sekaligus Pendiri Indonesia-Asia Institute – Economic Review Hj.RAy. Irlisa Rachmadiana,S.Sn,MM.

Irlisa menambahkan, Penghargaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 juga merupakan Penghargaan atas Kontribusi yang signifikan dari perusahaan bagi pengembangan perekonomian di Indonesia. “Kini Perbankan harus mulai mengubah cara bisnisnya. Kalau dahulu, nasabah mencari kemudian mendatangi bank untuk menyimpan uangnya. Sekarang, bank harus dinamis dalam dan aktif mencari konsumen. Terlebih lagi saat ini konsumen atau nasabah ingin sesuatu yang lebih memudahkan mereka dalam bertransaksi perbankan. Oleh karena itu, ketika bank menerapkan digitalisasi, mereka juga melahirkan beragam pelayanan baru”.

Dilaksanakan di Mawar I-Ballroom, Lt.2, Balai Kartini, pada Senin, 19 November 2018, Penghargaan APBI-VII-2018 & ABPRI-VI-2018 kali ini mengusung tema: Perbankan Indonesia, di Era Disrupsi Teknologi Informasi. 

Ditempat yang sama, Ketua Dewan Juri-APBI-VII-2018 Prof.Dr.Ir.Marsudi Wahyu Kisworo,MSc. menambahkan Era disruptif mendorong persaingan makin ketat dan melebar dengan hadirnya pendatang baru bernama fintech. Bagi perbankan, itu bukanlah masalah besar karena kini bank juga ikut serta mengembangkan fintech.

“Mereka Para peraih penghargaan ini merupakan para pelaku usaha di sektor perbankan terus yang terbukti mampu berinovasi dan mengembangkan usahanya di tengah ketatnya persaingan. Industri yang menjadi salah satu penopang perekonomian nasional ini. Yakni yang mampu terus mempersiapkan diri menuju perubahan dan menghadapi era, terang Marsudi.

Ditambahkannya, saat ini Generasi milenial lebih mengetahui Go-Pay yang bisa dipakai beli martabak misalnya, mungkin mereka tidak mengalami yang namanya buku tabungan. Hal ini turut menjadikan pentingnya transformasi industri perbankan terhadap revolusi teknologi digital.

Namun, Marsudi menekankan terkait digitalisasi perbankan, ada dua tantangan yang dihadapi kelompok besar, yaitu generasi milenial dengan sistem pembayaran online, dan kelompok baby boomers, yang juga harus diedukasi mendigitalkan produk perbankan yang tadinya offline seperti kartu kredit. Oleh karenannya para pemain perbankan yang tadinya offline akan muali beralih ke online e-cash dengan venture capital. Dan diprediksi suatu saat akan convert yang lebih unggul dan user friendly.

BPR Terbaik 2018
PD BPR Bank Sleman – Sleman
PD BPR Bank Bapas 69 – Magelang

5 Bank Terbaik di Sektornya
Bank Terbaik – Persero
PT Bank Mandiri ( Persero ) , Tbk
Bank Terbaik – BPD
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng)
Bank – Terbaik Syariah
PT Bank BCA Syariah
Bank Terbaik – Anak BUMN
PT Bank BNI Syariah
Bank Terbaik – Bank Asing
PT Maybank Indonesia Tbk

Perusahaan Peraih Anugerah Bank Perbankan Indonesia (APBI) 2018

Bank Pembangunan Daerah (BPD)
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Barat dan Banten (BJB) Tbk
PT Bank Jatim, Tbk
PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Tengah (Bank Jateng)
PT Bank Sumut
PT Bank Pembangunan Daerah Riau Kepri (Bank Riau Kepri)
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Timur Kalimantan Utara (Bank Kaltimtara)
PT Bank Pembangunan Daerah Bali (Bank BPD Bali)
PT Bank Pembangunan Daerah Kalimantan Barat (Bank Kalbar)
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Utara Gorontalo (Bank Sulut Go)
PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Selatan Sulawesi Barat (Bank Sulselbar)

BUKU 4 (MODAL INTI = > Rp 30 T)
PT Bank CIMB Niaga, Tbk

BUKU 3 (MODAL INTI = Rp. 5 T s/d.
PT Bank Mega, Tbk
PT Bank Mayapada Internasional, Tbk
PT Bank DBS Indonesia
PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia
PT Bank KEB Hana Indonesia

BUKU 2 ( Modal Inti = Rp 1 T s/d < Rp5 T)
PT Bank Sinarmas, Tbk
PT Bank Artha Graha Internasional, Tbk
PT Bank BNI Syariah
PT Bank MNC Internasional Tbk
PT Bank China Construction Bank Indonesia Tbk (CCB Indonesia)
PT Bank Nationalnobu, Tbk (Nobu Bank)
PT. Bank CTBC Indonesia
PT Bank Resona Perdania
PT Bank Bumi Arta, Tbk
PT Bank Maspion, Tbk
PT Bank Mayora
PT Bank Sahabat Sampoerna
PT Bank Jasa Jakarta
PT Bank BCA Syariah
PT Bank BTPN Syariah

BUKU 1 ( MODAL INTI < Rp.1 T )
PT Bank Jabar Banten Syariah
PT Bank Fama International

Perusahaan Peraih Anugerah BPR Indonesia (APBI) 2018
PT BPR Eka Bumi Artha
PT BPR Sejahtera Batam – Batam
PT BPR Sukawati Pancakanti
PT BPR Bank Padma – Denpasar
PD BPR Bank Sleman – Sleman
PD BPR Subang
PD BPR Bank Boyolali
PD BPR Jombang
PD BPR Bank Gunung Kidul
PD BPR Bank Bantul
PD BPR Sukabumi
PD BPR Bank Magelang