Momentum ICCUS Sebarkan ‘Virus Berbagi Kasih’

Penyerahan donasi secara simbolis dari Yayasan Soetardjo kepada Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung

Peringatan 126 tahun Soetardjo Kartohadikoesoemo menjadi momentum bagi ICCUS (Ikatan Cicit Cucu Soetardjo) mengajak masyarakat luas untuk peduli dan berbagi kasih kepada sesama. Bertempat di Wisma Tuna Ganda Palsi Gunung (WTG), Sabtu (3/11/2018), ICCUS menyalurkan donasi yang berasal tidak hanya dari keluarga besar ICCUS, namun juga dari donatur (masyarakat umum).

Shinta Rizanti, Ketua Panitia sekaligus Sekretaris Yayasan Soetardjo, memaparkan bahwa donasi yang diberikan kepada WTG disesuaikan dengan apa yang sedang dibutuhkan di sana. “Uang yang berhasil dikumpulkan dialokasikan untuk membeli tempat tidur khusus, kasur khusus, dan menggambar mural di dinding kamar bagi mereka yang tidak memungkinkan untuk keluar kamar. Semua itu yang saat ini dibutuhkan mendesak,” ujar Shinta.

Berawal dari Yayasan Soetardjo Kartohadikoesoemo yang didirikan oleh sang Pahlawan Nasional di tahun 1970-an, Soetardjo ingin keluarga besarnya tertata dengan baik di bawah AD/ART yayasan tersebut. Dalam pandangannya, untuk menuju sesuatu yang baik bagi bangsa, maka dimulai dari keluarga. Sosok Soetardjo sendiri, sepanjang hidupnya didedikasikan untuk menjadi pelayan rakyat.

Di tahun 2018 ini, bersamaan dengan peringatan 126 tahun Soetardjo Kartohadikoesoemo, cucu dan cicit Soetardjo Kartohadikoesoemo yang tergabung dalam ICCUS  meresmikan Yayasan Soetardjo Kartohadikoesoemo yang telah diperbaharui. Saat ini, kepengurusan Yayasan Soetardjo Kartohadikoesoemo diisi oleh generasi ke-3 dan ke-4 dari Soetardjo Kartohadikoesoemo.

Dewan Pembina Yayasan Soetardjo Kartohadikoesoemo, Setia Darma menuturkan, “Dipilihnya WTG sebagai tempat yang menerima donasi, karena pendiri WTG merupakan sahabat eyang Soetardjo.” Semasa hidupnya, eyang Soetrdjo kerap bersosialisasi dengan para pengurus serta anak-anak yang ada di WTG. WTG merupakan panti perawatan pertama di Indonesia yang khusus merawat, menangani, melayani anak-anak penyandang cacat ganda (mental dan fisik) yang didirikan atas inisiatif Siti Zahra Goenawan, istri dari tokoh pergerakan Sarekat Islam, Raden Goenawan, sahabat Soetardjo Kartohadikoesoemo.

“Kegiatan ini memberi inspirasi kepada kami, anak-anak kami, dan mengingatkan bahwa kita harus lebih bersyukur karena kita masih diberikan lebih dari itu. Khususnya agar kami tidak menjadi lupa diri,” tambah Darma yang merupakan cucu mantu dari Soetardjo. Harapannya, agar keturunan Soetardjo Kartohadikoesoemo tidak melupakan bahwa desa adalah ujung tombak dari peradaban bangsa. Selain itu, Shinta menambahkan, melalui kegiatan ini, Yayasan Soetardjo ingin mengajak masyarakat untuk ikut meringankan beban dari WTG melalui dompet amal yang ditujukan untuk menutupi kekurangan berupa box tidur dan kasur khusus bagi penghuni wisma yang membutuhkan. (Yuli)

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com