Perusahaan Peraih IOEA 2018 & IGCGA IV 2018

Economic Review-Sadar akan pentingnya GCG dan Operational Excellence, Majalah Economic Review terus mengkampanyekan pentingnya penerapan Good Corporate Governance (GCG) & Operational Excellence dalam perusahaan. Penghargaan IOEA & IGCGA IV 2018, diserahkan kepada beberapa perusahaan kepada sejumlah perusahaan yang telah menerapkan GCG dengan baik.

Tidak sedikit perusahaan yang mengalami kegagalan (failure) dalam operasionalisasi, padahal mereka sudah melakukan investasi besar dan bahkan mereka juga bekerja seperti umumnya perusahaan lain. Dalam era globalisasi dan kecanggihan teknologi informasi seperti sekarang ini semua kemungkinan bisa saja terjadi. sebab itu, situasi ini telah mendorong para pemimpin perusahaan untuk menyesuaikan seluruh rencana strategisnya dengan perubahan lingkungan yang demikian cepat agar memberikan dampak positif bagi organisasi (perusahaan) yang dipimpinnya. Sehingga dengan menempatkan fungsi teknologi informasi dan peranannya dalam operasional perusahaan, maka rencana strategis perusahaan akan lebih mudah dilaksanakan.

Namun untuk mencapai kesuksesan yang optimal dan mengurangi risiko kegagalan, sebuah organisasi (perusahaan) juga harus memperhatikan faktor-faktor lainnya. Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan sebuah organisasi (perusahaan) adalah kerjasama tim. Variabel ini mempunyai andil besar dalam mencapai kesuksesan perusahaan. Tetapi tidak mudah membentuk tim yang solid yang berorientasi pada tujuan dan visi yang sama, terbuka atas segala ide, dan mengutamakan kepentingan tim di atas kepentingan pribadi.

Melihat pentingnya kerja sama tersebut bagi kemajuan perusahaan, banyak perusahaan yang menyelenggarakan berbagai pelatihan untuk menggalakkan budaya kerja sama dalam bermanajemen. Disinilah penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) didukung oleh manajemen operasional yang sempurna masih menjadi hal terpenting di dalam pengelolaan perusahaan.

Oleh karenanya Majalah & online Economic Review, Asosiasi Lean Manajemen Indonesia, IPMI International Business School , PQI Consultant, Indonesia-Asia Institute, menyelenggarakan “Indonesia Operational Excellence & GCG Award-IV-2018” (IOEA & IGCGA-IV-2018). Hal ini sebagai bentuk Apresiasi penghargaan tertinggi yang diberikan kepada Perusahaan yang terbaik di bidang GCG dan Operasional-nya di Indonesia (dari Lintas beberapa sektor Industri Perusahaan Nasional di Indonesia).

Dengan bertemakan “Leading in Global Competition through Lean Management & proper GCG” rangkaian penganugerahan IOEA & IGCGA-IV-2018, menghadirkan Founder Asosiasi Lean Management di industry Finance & Accounting, Prof.Roy Sembel, PhD, President Director Toyota Motor Indonesia (mewakili Perusahaan yang menjadi kiblat dalam operational Excellence), Warih Andang Tjahyono*, Juri Indonesia Operational Excelence Award Founder IPOMS (Indonesia Production & Operations Management Society), DR Ahmad Syamil PhD, Vice President Schneider Electric East Asia Japan Pacific, Riyanto Mashan*, Direktur Utama Pertamina EP Cepu (PEPC), Perusahaan BUMN pertama yang menerapkan Lean Construction di Indonesia, Jamsaton Nababan*, dan Direktur Utama PT. REKIND, Anak Perusahaan BUMN pertama yang menerapkan Lean EPC, Yanuar Budinorm.

Pendiri sekaligus Direktur Utama Economic Review Hj.RAy. Irlisa Rachmadiana,S.Sn,MM mengatakan, Penerapan prinsip GCG pasalnya akan membuat perusahaan di Indonesia makin kompetitif di ASEAN. Hal ini sesungguhnya masih menjadi tantangan, bagaimana memberikan edukasi kepada perusahaan untuk menerapkan sistem GCG yang baik. Oleh karenanya, penting bagi sebuah perusahaan untuk memiliki pengetahuan tentang Good Corporate Governance (GCG) serta penerapan operasional perusahaan yang baik dalam menjalankan roda bisnisnya.

“Untuk mencapai sebuah struktur dengan bermanajemen yang baik dan profesional, maka perlu menerapkan prinsip-prinsip tata kelola yang handal serta unggul dalam praktek manajemen tersebut. Saat ini banyak perusahaan yang mengadopsi prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG) dalam menjalankan fungsi-fungsi manajemennya. Perusahaan peraih IOEA & IGCGA-IV-2018, merupakan perusahaan yang terbukti mempuni bertahan dan tangguh dalam menghadapi persaingan yang semakin ketat, serta dapat menerapkan etika bisnis, sehingga dapat mewujudkan iklim usaha yang sehat dan transparan, perusahaan-perusahaan inilah jawaranya,” ujar Irlisa Rachmadiana.

Adapun para pemenang IGCGA-III-2016 yakni berasal dari perusahaan Swasta, Tbk, BUMN, BUMD, BPD, BPR,dll. Melalui Penghargaan ini, diharapkan Perusahaan terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya dalam implementasi praktek GCG di Perusahaan Indonesia.

Ketua Dewan Juri Indonesia GCG Award , DR. Dewi Hanggraeni,SE,MBA, mengatakan proses Penjurian IGCGA-III-2017 dilakukan secara obyektif, fair, oleh Dewan Juri Independen yang berkompeten serta independen di bidang GCG. ”Tata kelola perusahaan (Good Corporate Governance “GCG”) merupakan upaya perusahaan untuk menciptakan pola hubungan yang kondusif antar pemangku kepentingan dalam perusahaan. Tata kelola perusahaan akan memberikan nilai tambah bagi pemegang saham secara berkelanjutan dalam jangka panjang, dengan tetap menghormati kepentingan pemangku kepentingan lainnya, berdasarkan hukum dan norma yang berlaku”.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Dewan Juri Indonesia Operational Excellence Award, Budi Utomo, RLA, CBA mengatakan dari pengalamannya sebagai auditor, yang telah mengaudit ratusan Perusahaan dan membantu ratusan Perusahaan dalam pengembangan Operational Excellence juga berpengalaman menjadi juri IHCA dan juri IOEA, secara umum penerapan kinerja Operational merupakan salah satu pilar penting dalam mengeksekusi strategi perusahaan, yakni masih di sekitar 20% dari skala 100.

“Dalam perusahaan yang telah kami nilai ini ada kelompok besar Perusahaan yang belum mengenal atau tahu cara peningkatan kinerja operasionalnya mungkin baru sebatas ISO 9000 (sekitar 50%), tahu dan sudah mengimplementasikan tapi masih kulitnya (sekitar 20%), sudah mengimplementasikan sampai setengah (sekitar 15%) dan yang sudah mengaplikasikan tools-tools dan methoda yang sistematis dan komprehensif tapi belum mendapatkan hasil maksimal sekitar 10%, dan yang sudah lengkap dan merasakan hasilnya mungkin sekitar 5%,” papar Budi.

Budi melanjutkan, penilaian Operational Excellence yang pertama dilihat bagaimana perusahaan menuangkan visi, misi ke dalam strategi dan bagaimana strategi tersebut dapat dieksekusi oleh setiap fungsi di dalam organisasinya. “Biasa kita sebut penerapan SFO (Strategic Focused Organization) atau bagaimana organisasi fokus pada strategi,” tutupnya.

5 Besar Perusahaan Peraih GCG

PT Bank BNI Syariah
PT Askrindo (Persero)
PT Asuransi Jiwa Inhealth Indonesia
PT Asuransi Jiwa Taspen
PT Bank Maspion Tbk

5 Besar Perusahaan Peraih OPERATION
PT Industri Jamu Dan Farmasi Sido Muncul, Tbk
PT Wijaya Karya (Persero) Tbk
PT Federal International Finance (FIF GROUP)
PT Jakarta International Hotels & Development
PT Asuransi Jiwa Taspen