Jamkrindo: SDM Mumpuni Dukung UMKM

Economic Review-Perum Jamkrindo menyadari Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) memiliki peranan penting di Indonesia dan berkontribusi cukup signifikan bagi pertumbuhan ekonomi di Tanah Air. Meski memiliki peranan penting terhadap perekonomian, UMKM masih memiliki kendala untuk terus tumbuh dan berkembang. Salah satu masalah utama yang terus terjadi yaitu berkaitan dengan struktur permodalan. Padahal, modal yang kuat, menjadi syarat utama bagi UMKM untuk terus berekspansi.

Demikian dipaparkan Direktur MSDM, Umum dan Kepatuhan Perum Jamkrindo Sulis Usdoko. Bertolak pada permasalahan UMKM tersebut maka kehadiran Perum Jamkrindo menjadi penting dan krusial. Yakni sebagai wadah yang akan menjembatani UMKMK yang mempunyai usaha layak (feasible), tetapi belum memenuhi persyaratan teknis perbankan (unbankable) untuk dapat memperoleh akses keuangan dengan skema penjaminan kredit.

“Di Indonesia, banyak UMKMK yang sebenarnya feasible tetapi tidak bankable. Sulit bagi mereka mengakses modal dari perbankan. Oleh karena itu, UMKMK harus didukung oleh perusahaan penjaminan, supaya mereka mendapat pembiayaan/kredit dari lembaga keuangan bank maupun nonbank. Pada prinsipnya, penjaminan kredit memberikan kemudahan kepada pelaku UMKM dalam memperoleh kredit dari bank maupun lembaga jasa keuangan non bank yang terkendala dengan agunan/jaminan,” terang Sulis ditengah acara Media Gathering Jamkrindo 2018 (3/10).

Dalam pemaparannya dikatakan, sebagai perusahaan yang diberi mandat khusus oleh pemerintah untuk melakukan penjaminan bagi UMKM dan koperasi (UMKMK), Perum Jamkrindo telah lama menjadi tonggak pemberdaya UMKMK. Selain memberikan jaminan kredit, Perum Jamkrindo juga berinovasi dengan melakukan pemeringkatan dan juga memberikan pendampingan kepada para UMKM.

Sulis menjelaskan, berdasarkan data BPS, jumlah UMKMK di Indonesia lebih dari 50 juta unit usaha. Namun, data tersebut hanya perkiraan saja. Tidak by name by address. Dari sekian banyak Kementerian/Lembaga yang mengurusi UMKMK, tidak satu pun memiliki database UMKMK secara riil. Ia juga melihat peluang strategis dalam upaya pengembangan sumberdaya manusia Perum Jamkrindo terutama untuk mendukung pengembangan UMKM. Ke depan, SDM Perum Jamkrindo diharapkan akan menjadi leading di bidang penjaminan.

“Jamkrindo senantiasa akan melakukan penguatan SDM. Satu inti yang harus dikuasai ialah expert dalam produk penjaminan, pengelolaan risiko, expert dalam pengelolaan UMKMK, dan pengelolaan database UMKMK,” ujar dia.

Sebagai perusahaan yang menjadi benchmark semua perusahaan penjaminan yang ada di Indonesia, Sulis mengatakan SDM Perum Jamkrindo harus senantiasa melakukan inovasi. Leading di bidang penjaminan itu artinya harus yang paling terdepan, baik itu dalam konteks bisnis, operasional, perangkat infrastruktur, dan aspek-aspek yang meliputi industri penjaminan dan UMKM.

”Sebab Jamkrindo jadi benchmark semua perusahaan penjaminan yang ada di Indonesia, menjadi guru bagi Jamkrida yang ada di daerah-daerah,” ujarnya.

Saat ini kinerja operasional konsolidasi Jamkrindo sebagai berikut, total realisasi volume penjaminan sampai September tercatat sebesar Rp 126 triliun. Porsi terbesar 80% atau Rp 85,18 triliun diperoleh dari penjaminan Non KUR dan sisanya Rp 41,30 triliun merupakan penjaminan KUR. Per 30 September 2018 total aset Perum Jamkrindo sebesar Rp15,51 triliun dengan jumlah ekuitas sebesar Rp 11,09 triliun.

Hingga kini Perum Jamkrindo memiliki jaringan kerja yang luas dengan 9 kantor wilayah dan 1 kantor cabang khusus, 56 kantor cabang, dan 16 kantor unit pelayanan. Pada tahun 2018 ini, Perum Jamkrindo mengaselarasi bisnis dengan beberapa strategi utama yaitu inovasi dan otomatisasi bisnis, peningkatan pengelolaan risiko penjaminan serta sinergi dengan perusahaan lain, dan juga meningkatkan efektivitas pengelolaan kapasitas sumber daya manusia (SDM) melalui semangat ‘Lets Change and Grow’.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com