Kesthuri Dukung Adanya Perubahan Pelayanan Umroh dan Haji Yang Tidak Menyulitkan

Mukernas II Kesthuri

Economic Review – Bisnis perjalanan umrah dan haji yang kian menjamur saat ini, tak ayal telah membuat persaingan di bisnis ini semakin ketat. Pemerintah sebagai regulator pun terus menyempurnakan aturan-aturan bagi para pelaku bisnis tersebut.

Dalam upaya memberikan pelayanan terbaik bagi para jamaah umrah dan haji Indonesia, Kesatuan Pengusaha Umroh dan Haji Indonesia (Kesthuri) mendukung setiap langkah perubahan yang dilakukan semua stakeholder terkait, termasuk perubahan yang dilakukan pemerintah. Mengingat dalam melayani jamaah umrah dan haji tidak semuanya berdasarkan kepada bisnis semata.

Menurut Ketua Umum Kesthuri Asrul Aziz Taba, penyelenggaraan umrah dan haji itu urusan ketulusan niat dan bukan hanya soal bisnis semata. “Karena niat yang benar akan menghasilkan bisnis yang baik, sebab tangan-tangan Allah pasti akan hadir saat ada hal yang menurut kita sulit untuk diselesaikan,” katanya dalam rilis yang diterima redaksi di Jakarta, Rabu (17/10).

Oleh karena itu, lanjut pempinan Travel Raudhah Eksati Utama ini, Kesthuri sangat welcome dengan berbagai perubahan atau kreatifitas penyelenggaraan, “Asalkan tulus untuk tujuan perbaikan dan kemajuan,” imbuh dia.

Hal senada juga dikemukakan Waketum Bidang Dalam Negeri Kesthuri, Artha Hanif.  Menurutnya, Kesthuri serius terkait dengan segela macam perubahan dan tambahan peraturan atau keputusan. “Sebab Kesthuri harus betul-betul memastikan bahwa hal tersebut terbit adalah untuk tujuan perbaikan penyelenggaraan dan bersifat perlindungan kepada semua yang berkepentingan terhadap penyelenggaraan ibadah haji ataupun umrah,” ujar pemilik Travel Thayiba Tora ini.

Edy Fr yang menjadi Ketua Mukernas Kesthuri sekaligus menangani Bidang Pemerintahan dan Kelembagaan Kesthuri memaparkan,  dalam hal menghadapi perubahan serta perkembangan terkait umrah dan haji dan komponen yang terkait, maka sangat  dipandang perlu untuk memasukkannya dalam slot khusus agenda penyempurnaan dan pembahasan secara detail.

“Hal ini perlu dilakukan terkait dengan Rumah Indonesia sebagai alternatif jalan pembinaan terhadap anggota dan usaha untuk menjaga bahwa umrah dan haji bukan hanya soal bisnis saja yang kemudian banyak pihak merasa mampu dalam ikhtiyar ini,” tandasnya. (Yuli)

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com