Rindu Kuliner Jawa Timur Ke FKB 2018, Aja!!

Economic Review-Berbicara tentang kota Jawa Timur kurang menarik kalau tidak membahas masakan khasnya. Keunikan akan kuliner kota ini memang telah diakui kelezatannya, baik oleh masyarakat lokal maupun oleh masyarakat mancanegara.

Sebut saja Arianto Rizki, pemuda asal Lamongan ini, sudah hampir tiga tahun bekerja di Kota Bekasi. Merindukan kampung halaman, berikut kekhasan kuliner tempat lelaki 25 tahun ini berasal, tentu menjadi hal yang sering muncul dalam benak Arianto. Namun, tidak untuk beberapa minggu belakangan ini, karena kerinduan Arianto mulai terobati berkat hadirnya Festival Kuliner Bekasi (FKB) 2018. Yang kali ini memang fokus mengangkat kuliner Jawa Timur menjadi tema utama.

“Di FKB 2018, saya seakan kembali ke daerah kelahiran saya, kerena menu makanannya hampir yang ada disana, ya ada disini. Kangen sama Rawon disini ada Raja Rawon. Cwie Mie Malang juga kemasannya yang menarik, seakan membawa saya kembali ke Jawa Timur. Belum lagi penataan konsep tempat makan di FKB ini sendiri yang sarat akan nuansa Jawa Timur. Saya apresiasi sekali tema FKB yang berganti-ganti di setiap tahunnya,” cerita Arianto.

Ya, enam tahun sudah penyelenggaraan Festival Kuliner Bekasi konsisten melestarikan keragaman kuliner tanah air. Festival Kuliner Bekasi (FKB) 2018 yang belangsung selama 32 hari mulai 16 Agustus – 16 September 2018 ini mengajak pengunjung untuk mencicipi ratusan menu lezat dari 80 kuliner UMKM yang berpartisipasi.

Berlokasi di area parkir barat The Downtown Walk, Summarecon Mal Bekasi, FKB 2018 mengusung tagline “Weteng Wareg Ati Marem Rek” yang artinya perut kenyang hati senang, sehingga tidak hanya menikmati kuliner lezat tetapi pengunjung juga dapat menyaksikan pertunjukan budaya, arena permainan anak, hiburan musik hingga aksi dari komunitas pencinta hewan. Pengunjung dapat menikimati kuliner FKB setiap harinya yang dibuka pukul 16.00 – 22.00 (Senin-Kamis), 16.00 – 23.00 (Jumat), 11.00 – 23.00 (Sabtu, Minggu dan Hari Libur Nasional).

Center Director Summarecon Mal Bekasi, Ugi Cahyono selaku mengatakan memasuki tahun ke-6 penyelenggaraan FKB, pihaknya masih konsisten untuk terus mengeksplorasi variasi kuliner tanah air. Tahun ini giliran Jawa Timur diangkat menjadi tema besar, karena Jawa Timur merepresentasikan keberagaman kuliner lokal yang tengah berkembang di tanah air, mulai dari kuliner khas Jawa Timur hingga variasi kuliner kekinian.

“Dengan misi untuk terus melestarikan sekaligus mengedukasi kekayaan kuliner lokal, kami berharap acara ini akan terus menjadi wahana yang baik bagi para pelaku UMKM untuk mempertemukan langsung antara pembeli dengan pedagang,” ungkap Ugi Cahyono.

Menu Khas Jawa Timur Hingga Kuliner Favorit Nusantara

Daerah Jawa Timur tidak saja memiliki satu masakan yang disukai. Kalian pencinta kuliner pasti tahu bahwa banyak beragam masakan yang tidak kalah di wilayah Jawa Timur jika dibandingkan dengan daerah lain. Lebih istimewanya lagi masakan itu berkarakter dan pasti membuai lidah penikmatnya.

Kali ini sebanyak 15 tenant kuliner yang ikut serta di FKB 2018, bisa menjadi referensi liburan kuliner pengunjung hingga 16 September nanti. Seluruh tenant tersebut siap menawarkan variasi menu khas Jawa Timur seperti Raja Rawon, Cwie Mie Malang, Lontong Balap, Sego Pecel Ndeso Mr.J, Sego Resek khas Malang, Bakso Malang, Bebek Sinjay, dan menu lezat lainnya. Lebih dari itu pengunjung juga tetap dimanjakan dengan tersedianya ratusan menu makanan favorit lainnya dari total 80 tenant di FKB 2018 yang terbagi menjadi 38 booth makanan dan 42 gerobakan.

Beberapa menu favorit lainnya yang akan hadir antara lain Rujak Cingur & Tahu Campur, Tahu Tek, Es Goyang, Suwe Ora Kopi, Sate Tulang, Ketan Bakar dan masih banyak lagi. Dan untuk memenuhi permintaan konsumen akan makanan pedas, FKB juga menghadirkan beragam kuliner pedas seperti Seblak Jeletet, Pentol & Ceker Seuhah, Ayam Bledos dan Tempe Mendoan Jeletot.

Bekerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi, FKB semakin lengkap dengan kehadiran 2 booth bertemakan Bekasi. Satu booth UKM yang menjadi binaan dari pemerintah Kota Bekasi yaitu Nasi Kebuli “MAMA” akan menjual hidangan nasi berbumbu khas timur tengah. Selain itu tersedia Bekasi Corner yang menyediakan beragam aksesoris, kerajinan tangan, fesyen dan Batik khas Kota Bekasi, kuliner serta cemilan khas Bekasi.

Sarat Nuansa Budaya Jawa Timur

Uniknya, memasuki area FKB 2018 seluas 7600m2, pengunjung akan disambut dengan pintu masuk yang dihiasi dengan replika dua buah anyaman kuda yang biasa digunakan pada tarian kuda lumping. Selain itu, ada pula replika dua tugu ikonik di Surabaya yaitu Tugu Sura dan Buya serta Tugu Bambu Runcing juga akan membuat pengunjung terbawa ke dalam nuansa khas kota pahlawan yang diangkat sebagai tema besar dalam pagelaran festival kuliner tahun ini.

Salah satu pengunjung FKB 2018, Krisna Nugraha mengatakan dari tahun-ketahun konsep FKB memang selalu menarik dan mengalami perbaikan yang positif. Tak hanya itu, tanpa menghilangkan kekhas akan budaya nusantara FKB 2018 semakin memanjakan pengunjung dengan berbagai fasilitas yang menunjang kebutuhan pengunjungnya. “Salah satunya disini disediakan listrik untuk kebutuhan mencharger bila diperlukan para pengunjung. Mengingat saat ini alat komunikasi sudah menjadi hal penting yang harus selalu dibawa kemana-mana. Kemudian spot-spot foto disini juga semakin menarik. Ditambah lagi kebersihannya yang selalu terjaga, membuat kita pengunjung setiap tahun ingin selalu mengunjungi FKB jika mulai di gelar,” ungkap warga asli Kota Bekasi ini.

Memang bila melihat secara keseluruhan, terdapat tiga area dekorasi booth yang dapat menambah keindahan saat mengabadikan momen di FKB yaitu area Jawa Timur menggambarkan rumah pedesaan, area kampung Pecinan bergaya pertokoan Tionghoa Klasik dan area kampung warna-warni dengan hiasan gantungan payung dengan warna cerah yang ceria. Area panggung tidak kalah menarik menggambarkan keindahan burung merak dan replika harimau sebagai ciri khas budaya Reog Ponorogo.

Dekorasi yang disajikan di FKB 2018, boleh jadi memang untuk memenuhi keinginan pelanggan Summarecon Mal Bekasi. Pengunjung seakan dimanjakan dengan spot-spot terbaik untuk pengambilan atau mendokumentasikan moment berkuliner yang berlangsung setiap tahun ini. Tak hanya itu FKB 2018 juga sangat cocok untuk pengunjung yang ingin berkumpul dengan rekan, kolega bahkan keluarga tercinta.

Mobil Gowes Ramaikan FKB 2018

Menemani pengunjung berwisata kuliner setiap harinya juga hadir ragam hiburan di panggung utama The Downtown Walk. Ragam hiburan dari siswa – siswi sekolah di sekitar wilayah Bekasi yang akan hadir setiap hari Senin – Jumat setiap pkl 17.00 WIB. Sementara itu setiap akhir pekan, pengunjung dapat menyaksikan tari-tarian khas Jawa Timur diantaranya Reog Ponorogo, Tari Gelipang, Tari Remo dan Tari Jejer pada pukul 19.00 WIB. FKB semakin meriah dengan hiburan musik dari musisi muda Indonesia yaitu Hanin (25 Agustus) dan Virzha (15 Sept) yang akan mengajak pengunjung bernyanyi bersama di The Downtown Walk pukul 20.00 WIB.

Selain beragam hiburan, tahun ini ada yang berbeda dengan hadirnya komunitas pencinta hewan yang akan turut hadir di area FKB 2018. Berlokasi di dekat area layar tancap, pengunjung dapat menemukan beragam keunikan hewan-hewan yang berasal dari berbagai komunitas seperti pameran ikan hias, komunitas sugar glidder, reptil serta aqua scape.

Dan tak ketinggalan, FKB 2018 turut diramaikan dengan kehadiran Mobil Gowes. Mobil unik yang tengah menjadi tren dikalangan wisatawan di daerah sekitaran kota Jogja. Mobil ini banyak dikendarai terutama oleh kalangan remaja. Tidak hanya remaja saja, orang tua dan anak-anak begitu terpikat oleh keunikan mobil yang satu ini.

Meskipun bernama mobil tetapi cara mengemudikkannya bukan digas, tetapi dengan di kayuh layaknya sebuah sepeda. Sehingga dinamakan mobil gowes. Mobil ini dilengkapi dengan setir pengendali yang ada di sebelah kanan depan dan empat tempat duduk.

Dengan hiasan lampu berwarna-warni yang terpasang di badan mobil semakin mempercantik tampilan mobil gowes yang mengambil rute tidak terlalu jauh hanya dijalur kendaraan areal Summarecon Mal Bekasi. Tak heran jika banyak anak-anak hingga orang dewasa tertarik untuk mengendarainya. Hanya dengan membayar Rp 40.000,- keluarga bisa menikmati berkendara dengan mobil gowes, dan bebas memilih kendaraan apa dan warna apa. Hanya saja bersiap untuk letih sesaat karena Anda mengayuh sendiri mobil gowes tersebut!!

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com