IFMAC & WOODMAC 2018 Saat Industri Furniture Tingkatkan Teknologi

Economic Review-Untuk menjawab kebutuhan mebel kaum milenial, pameran International Furniture Manufacturing Components (IFMAC) dan Woodworking Machinery Exhibition (WOODMAC) 2018 Indonesia akan segera digelar selama 4 hari, yaitu dari tanggal 26-29 September 2018 dan bertempat di JIEXPO Kemayoran. Dengan bertemakan ‘Top Quality Technologies for Indonesia’s Expanding Furniture Industry’ penyelenggraan pamera kali ini diharapkan akan menginspirasi dan memotivasi para pemain industry furniture untuk meningkatkan kemampuan manufaktur mereka melalui mesin, produk, hingga solusi yang menguntungkan.

“Penyelenggaraan yang telah memasukin tahun ke-7 ini, akan menjadi platform industri manufaktur furniture sebagai aja pertemuan supplier, distributor hingga produsen, sehingga memberikan kesempatan bagi mereka diantaranya dalam memukan mesin-mesin berteknologi tinggi dengan haga yang special. Secara bersamaan, pameran ini juga menghadirkan estetika dan teknologi untuk menciptakan bangunan dan rumah pintar yang dilengkapi dengan perabotan serta perlengkapan yang berkualitas tinggi. Dengan begitu masyarakat memiliki banyak pilihan mencari mebel dan furnitur berbahan kayu,” kata General Manager PT Wahana Kemalaniaga Makmur (WAKENI), Sofianto Wijaya selaku penyelenggara pameran dalam konferensi pers, Selasa (4/9).

Diikuti oleh 300 peserta pameran dari 24 negara serta perusahaan manufaktur furnitur yang membawa lebih banyak mebel. Bahkan, luas pameran IFMAC & WOODMAC 2018 meningkat sebesar 25 persen dari edisi sebelumnya. Peningkatan jumlah peserta Internasional dan pemain lokal dari tahun ke tahun, merupakan pertanda baik bagi perkembangan industri furnitur dan kerajinan kayu di Indonesia untuk lebih terbuka dan bersaing di pasar global.

“Pameran tahun ini kami menargetkan sebanyak 13.000 pengunjung dari 40 negara akan hadir dalam IFMAC & WOODMAC 2018. Jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, untuk exhibitor tahun ini bisa dibilang meningkat 500 kali lipat, dari 24 exibitor ditahun 2017 menjadi 300 exibitor di tahun 2018,” imbuh Sofianto.

Bagi Sofianto, tak hanya menyediakan barang-barang mebel berkualitas, pameran IFMAC & WOODMAC 2018 juga berusaha meningkatkan produk kayu Indonesia. Teknologi baru dalam mebel kayu pun ikut diperkenalkan. Adapun beberapa perusahaan yang akan memamerkan teknologi computer yang akan meningkatkan sistem operasional di produksi furniture dan pabrik mesin-mesin kayu, daintaranya Alphacam, CAD-T, Phyta, serta Cabinet Vision. Di sisi permesinan kayu, aka nada Suryamasinka Semestaraya, SCM Group, Biesse, Homag, Felder Group dan lainnya.

“Teknologi ini akan turut mengoptimalkan kekayaan bahan kayu Indonesia yang melimpah serta dalam upaya meningkatkan menghasilkan produk sampingan kayu berkualitas yag lebih baik, teknologi khusus akan diperkenalkan kepada para pengelola dan pemoasok kayu local. Tentu ini turut mendukung modernisasi desain interior dan arsitektur komersial dan resindensial Indonesia, sebab semakin banyak pasangan yang membeli hunian saat ini juga mendorong penjualan mebel dan furnitur berbahan kayu dan olahan kayu,” papar Sofianto.

Di tempat yang sama, Ketua Umun Koperasi Industri Kayu dan Mebel Jakarta, Ade Firman menyampaikan persaingan di industri furnitur cukup ketat terlebih dengan semakin banyaknya pemain asing. “Jadinya yang pengusaha furnitur lokal sedikit ketinggalan makanya perlu kerja keras lagi,” katanya. Namun begitu, Ade cukup lega karena ada kenaikan ekspor produk furnitur sekitar 1 persen. Akan tetapi kenaikan tersebut belum seberapa dengan ekspor negara-negara lain seperti China yang mencapai US$20 miliar, sementara Indonesia baru US$3 miliar. Pihaknya juga menargetkan ekspor furnitur Indonesia bisa mencapai US$5 miliar dalam kurun waktu 2-3 tahun mendatang.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com