Alwi : Indonesia Banyak Destinasi Wisata, Kurang Promosi

Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI, Alwi Shihab dalam pembukaan Talkshow Potensi Pasar Pariwisata, Perdagangan dan Investasi Saudi Arabia dan Strategi Menembusnya

EconomicReviewNews.com  – Pemerintah terus  berupaya  menarik  banyak wisatawan kawasan Timur Tengah  datang ke Indonesia.  Selain  menyediakan infrastruktur  berkonsep halal,  Indonesia  juga diminta  lebih agresif dalam melakukan  promosi, khususnya ke kawasan Timur Tengah.

“Pariwisata  (Indonesia) masih kurang promosi. Orang Saudi yang pertama kali ke Indonesia tidak membayangkan Indonesia begitu indah. Kita kurang mempromosikan padahal banyak destinasi (wisata) ,” kata Utusan Khusus Presiden untuk Timur Tengah dan OKI, Alwi Shihab dalam pembukaan Talkshow Potensi Pasar Pariwisata, Perdagangan dan Investasi Saudi Arabia dan Strategi Menembusnya, di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Kamis (9/8/), kemarin.

Sebenarnya , lanjut Alwi, produk destinasi wisata Indonesia, punya peluang mendatangkan wisatawan dari Timur Tengah, khususnya Saudi Arabia.

Kurangnya promosi tempat tempat wisata (destinasi pariwisata), menjadi satu dari sekian kendala masuknya masyarakat Timur Tengah ke Indonesia,” tutur Alwi mengutip sambutan Dubes Saudi Arabia, YM Osama bin Muhammad Abdullah.

Namun demikian ia mengaku, saat  ini masyarakat Timur Tengah sudah akrab dengan destinasi wisata Indonesia. Maksudnya, musim libur masyarakat Timur Tengah khususnya Arab Saudi, sudah tidak fokus di satu atau dua destinasi wisata, seperti Bali, Jakarta serta puncak dan sekitarnya. Daerah baru yang dipromosikan sebagai destinasi wisata, seperti Lombok dan sekitarnya, Danau Toba juga sudah jadi pilihan masyarakat Timur Tengah untuk mengisi liburannya di Indonesia.

Terkait adanya musibah gempa di Lombok yang dapat berdampak menurunnya kunjungan wisman asal Timur tengah, mantan Menko Kesra ini mengatakan,    tidak ada pengaruhnya terhadap rencana kunjungan wisata masyarakat Timur Tengah. “ Bagi mereka, gempa bumi merupakan fenomena alam yang kejadiannya hanya sesaat. Gempa Lombok, tidak berpengaruh pada wisatawan, kalau menunda mungkin hanya sebulan atau dua bulan saja,” ujarnya

Dalam kesempatan yang sama Dubes Arab Saudi untuk Indonesia, Osama Bin Mohammed Abdullah Al Shuaibi mengatakan Indonesia dan Arab Saudi butuh kerjasama signifikan untuk pariwisata. Pihaknya akan mendorong lebih banyak wisman Arab Saudi ke Indonesia. “Targetnya 200 ribu wisman Arab Saudi ke Indonesia tahun ini. Mereka ke Jakarta, Puncak dan sekitarnya, juga ke Bali,” imbuh Al Shuaibi.

Talkshow ‘Potensi Pasar Pariwisata, Perdagangan dan Investasi Saudi Arabia dan Strategi Menembusnya’  merupakan  promosi acara Indonesia Expo 2018 yang akan digelar di International Convention Hall, Jeddah, Arab Saudi pada 28 November – 1 Desember 2018. Pameran ini bertujuan mempromosikan produk Indonesia dan menarik wisatawan serta investor Arab Saudi ke Indonesia. (Yuli)

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com