Tingkatkan Kepercayaan Publik, Kresna Insurance Terapkan ERM

Direktur Utama Kresna Insurance Pepe Arinata menerima penghargaan IERMA 2018 diserahkan oleh Prof. DR. Roy Sembel (Penasehat Juri) didampingi oleh Hj. Nana Irlisa Racmadiana, S.Sn., MM.(Pendiri & Pemimpin Umum Economic Review) dan Dr. Dewi Hanggraeni, SE., MBA. (Ketua Dewan Juri)

Pada acara puncak IERMA 2018 yang berlangsung di Mawar Ballroom, Balai Kartini Jakarta, Jumat (3/8/2018), Direktur Utama Kresna Insurance Pepe Arinata menerima langsung penghargaan yang diserahkan oleh Prof. DR. Roy Sembel selaku Penasehat Juri didampingi oleh Hj. Nana Irlisa Racmadiana, S.Sn., MM.(Pendiri & Pemimpin Umum Economic Review) dan Dr. Dewi Hanggraeni, SE., MBA. (Ketua Dewan Juri). Kresna Insurance berhasil memperoleh skor 71,80 dengan predikat B (Gold).

Keberhasilan PT Asuransi Kresna Mitra Tbk (Kresna Insurance) memboyong penghargaan dalam ajang Indonesia Enterprise Risk Management Award (IERMA) 2018, diharapkan mampu meningkatkan kepercayaan investors, client, governance dan seluruh stakeholders Kresna Insurance.

Sebagai perusahaan milik publik yang berkecimpung dalam industri jasa keuangan non bank, khususnya asuransi,  kepercayaan adalah hal utama bagi Kresna Insurance.  Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan Penerapan Enterprise Risk Management (ERM) dan menjadikannya sebagai bagian dari Nilai Perusahaan untuk mendukung Visi dan Misi Perusahaan.

Capai Strategic Objectives Dengan ERM

Penerapan ERM di dalam organisasi Kresna Insurance, sejauh ini telah sesuai dengan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan Lembaga Jasa Keuangan Non Bank (LJKNB), yang melliputi identifikasi, pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko. Untuk itu dibentuklah unit Satuan Kerja (Satker) Manajemen Risiko.

Satker Manajemen Risiko ini, memiliki fungsi dan bertanggung jawab menyusuk kebijakan manajemen risiko termasuk target Risk Based Capital dan limit risiko. Jika penilaian tingkat risiko perusahaan menunjukkan angka tinggi, maka Satker akan melakukan koordinasi penyusunan contingency plan. Selain itu, Satker ini juga melakukan perbaikan dan penyempurnaan manajemen Risiko yang dilakukan secara berkala maupun insidentil , serta memantau limit risiko dan tingkat risiko secara keseluruhan per jenis risiko dan menyampaikan laporan penilaian risiko perusahaan secara rutin kepada OJK.

Melalui siaran persnya, Direktur Utama PT Asuransi Kresna Mitra Tbk, Pepe Arinata menjelaskan, “Kami menerapkan ERM sesuai dengan pedoman kerja dan ketentuan POJK LJKNB. Mulai dari struktur organisasi, etika kerja, tugas dan tanggung jawab, dan penerapannya”. Semua kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Satker manajemen risiko yang diawasi langsung oleh Komite Pemantauan Risiko.

Penerapan ERM di Kresna Insurance

Sebagaimana dengan penerapan good corporate governance (GCG) yang selama ini telah berjalan di setial level organisasi di Kresna Insurance, penerapan ERP pun telah sesuai dengan nilai-nilai perusahaan, agar terus maju dari segala aspek, untuk memastikan perusahaan berjalan sesuai dengan visi dan misi.

“Kami menyadari peran penting penerapan Tata Kelola Perusahaan yang baik bagi keberlanjutan usaha perusahaan,” tambah Pepe.

Bentuk penerapan manajemen risiko yang dilakukan oleh Kresna Insurance dari sisi risiko kepuasan pelanggan adalah speed dan responsibility dalam memberikan pelayanan. Hal tersebut untuk mengantisipasi risiko nasabah dan calon nasabahnya beralih ke perusahaan asuransi lainnya. Kresna Insurance juga berupaya untuk meminimalisir pengaduan nasabah ”zero complain”. “Ini dibuktikan dengan pelaporan kami secara periodik ke OJK,” ujar Pepe Arinata. (Yuli)

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com