Q1 2018, Hero Supermarket Unggul di Bisnis Kesehatan, Kecantikan & IKEA

Economic Review-PT Hero Supermarket Tbk,optimis meskipun kondisi perdagangan tetap menantang pada kuartal pertama 2018. Hal ini demgan didukung oleh marjin kotor perusahaan yang berhasil ditingkatkan ditambah dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Dimana bisnis Kesehatan & Kecantikan dan IKEA terus membukukan hasil yang baik, dengan penjualan dan pertumbuhan laba yang kuat.

Berdasarkan tinjauan Perseroan, sektor ritel modern Indonesia memang mengalami penurunan perdagangan pada kuartal pertama 2018 yang disebabkan oleh perubahan perilaku konsumen kearah penghematan sehingga mengakibatkan konsumsi rumah tangga sehari-hari menurun. Hal ini turut menyebabkan penjualan di bisnis Makanan tetap menantang.

Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk., Stephane Deutsch mengatakan sebagai respon terhadap kondisi pasar yang menurun, berbagai langkah sedang dijalankan untuk meraih kembali pertumbuhan penjualan. Diantarannya dengan melakukan pembaharuan strategi promosi yang berfokus pada harga murah bagi pelanggan serta meningkatkan ketersediaan produk di toko. Berbeda halnya dengan Bisnis Non-Makanan Perseroan yang diklaim terus menunjukkan kinerja yang baik selama periode tersebut.

“Kondisi perdagangan tetap menantang pada kuartal pertama 2018 akan tetapi marjin kotor berhasil ditingkatkan ditambah dengan biaya yang lebih rendah dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Lain halnya dengan Bisnis Kesehatan & Kecantikan dan IKEA yang terus membukukan hasil yang baik, dengan penjualan dan pertumbuhan laba yang kuat,” papar Presiden Direktur Stephane Deutsch PT Hero Supermarket Tbk.

Kinerja Keuangan

PT Hero Supermarket Tbk., mencatatkan total penjualan pada kuartal pertama turun 2% menjadi Rp 3.045 miliar. Perseroan mencatat rugi bersih sebesar Rp 4 miliar dibandingkan dengan rugi bersih sebesar Rp 6 miliar pada periode yang sama tahun lalu dimana penurunan rugi bersih ini ditopang oleh peningkatan marjin.

Penjualan bisnis Makanan turun 7% menjadi Rp 2.455 miliar yang disebabkan oleh penutupan toko dan penjualan like-for-like yang negatif sehingga menghasilkan kerugian operasional sebesar Rp 87 miliar diluar biaya-biaya Perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp 56 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Penjualan di bisnis Non-Makanan meningkat 22% menjadi Rp 589 miliar dimana Guardian dan IKEA menunjukkan pertumbuhan yang kuat dengan laba operasional sebesar Rp 87 miliar diluar biaya-biaya Perseroan yang tidak dialokasikan, dibandingkan dengan Rp 63 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

Arus kas bebas untuk kuartal ini meningkat menjadi negatif sebesar Rp 30 miliar dibandingkan dengan negatif Rp 103 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, terutama karena berkurangnya belanja modal. Pada 31 Maret 2018, Perseroan memiliki kas bersih sebesar Rp 197 miliar, dibandingkan dengan Rp 226 miliar pada akhir tahun sebelumnya.

Kondisi perdagangan yang menurun telah menyebabkan pertumbuhan penjualan like-for- like yang negatif pada bisnis Makanan. Untuk merespon hal tersebut, strategi promosi baru sedang dijalankan termasuk memperbaharui kegiatan promosi bersamaan dengan peninjauan keragaman produk dan daya saing strategi penetapan harga di semua format toko. Kegiatan cuci gudang untuk produk general merchandise telah memberikan hasil yang menggembirakan di kuartal pertama.

Guardian terus meraih kinerja yang baik. Berfokus pada peningkatan penawaran produk kecantikan yang selaras dengan kebutuhan pelanggan dan segmen ini meraih kinerja yang melebihi target. Pusat distribusi kedua akan dibuka pada akhir tahun ini untuk memenuhi permintaan yang meningkat. Akan ada fokus lanjutan untuk menyempurnakan keragaman produk untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Di IKEA, kinerja penjualan Perseroan menunjukkan momentum positif. Pertumbuhan ini didorong oleh peningkatan kunjungan pelanggan di toko IKEA Alam Sutera serta peningkatan penjualan online IKEA yang terus menunjukkan kemajuan yang menggembirakan. Hingga 31 Maret 2018, Perseroan mengoperasikan 448 toko, terdiri dari 58 Giant Ekstra, 102 Giant Ekspres, 31 Hero Supermarket, 3 Giant Mart, 253 Guardian Health & Beauty, dan satu toko IKEA,” tandas Stephane Deutsch.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com