BPTJ Resmikan Transfer Point LRT di Kawasan Podomoro Golf View

Economic Review-Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek (BPTJ), Bambang Prihartono, hari ini meresmikan Transfer Point LRT Gunung Putri di kawasan Podomoro Golf View, Cimanggis, Bogor. Hadir dalam kegiatan tersebut Presiden Direktur PT Agung Podomoro Land Tbk, Cosmas Batubara, Wakil Presiden Direktur, Indra Widjaja Antono, Direktur Utama PPD, Bpk. Pande Putu Yasa, Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Damri, Bpk Tatan Rustandi.

Dalam keterangannya, Kepala BPTJ  menyebutkan pembangunan transfer point di kawasan ini untuk mendorong masyarakat beralih dari kendaraan pribadi ke sarana transportasi publik. “Dengan fasilitas penunjang sarana angkutan umum yang semakin nyaman dan banyak, kami berharap masyarakat dapat meninggalkan kendaraan pribadi. Sehingga selain dapat mengurangi kepadatan lalu lintas,dan menekan polusi, juga semakin efisien,” kata Bambang Prihartono.

Ditempat yang sama, Presiden Direktur APL, Cosmas Batubara mengaku bangga ditunjuk pemerintah menjadi operator transfer point TOD Gunung Putri. “Kami tentu bangga ditunjuk menjadi operator transfer point TOD Gunung Putri, yang memberikan banyak manfaat kepada masyarakat luas,” katanya. Menurut Cosmas Batubara,  penyediaan TOD Gunung Putri di kawasan Podomoro Golf View merupakan upaya mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan kemacetan lalu lintas yang berdampak sangat luas.

Masyarakat yang akan terlayani dengan keberadaan transfer point ini tidak hanya mereka yang tinggal di Gunung Putri, melainkan juga warga Cimanggis, Depok, Cinere dan sekitarnya. Berbagai kelebihan transfer point Gunung Putri antara berada di kawasan Superblok Podomoro Golf View yang memiliki area parkir luas, disediakan shuttle bus, terminal dan ruang tunggu yang nyaman, hingga terkoneksi dengan fasilitas kawasan. Transfer Point TOD Gunung Putri mengintegrasikan jalur LRT (Light Rail Transit) dari arah bogor ke cawang (dan sebaliknya), jalur bus baik PPD, Damri, maupun Transjakarta.

Peresmian transfer point TOD Gunung Putri di kawasan Podomoro Golf View ditandai dengan pemukulan gong dan penandatangan kerjasama antara Direktur Utama PPD, Bpk. Pande Putu Yasa, Direktur Utama Damri, Ibu Setia N Milatia Moemin yang diwakili oleh Direktur Komersial dan Pengembangan Usaha Damri, Bpk Tatan Rustandi dengan Presiden Direktur APL, Cosmas Batubara. Pada kesempatan yang sama, PGV juga meneken kerjasama dengan Yayasan Pesantren Islam Al-Azhar yang akan menjadi salah satu fasilitas pendidikan di kawasan Podomoro Golf View.

Hunian Terkoneksi TOD, Solusi Masa Depan

Seiring meningkatnya volume kendaraan di kota-kota besar, maka kebutuhan hunian yang memiliki akses mudah ke transportasi publik akan semakin besar. Untuk itulah PT Agung Podomoro Land Tbk, mengembangkan Podomoro Golf View (PGV). Sebuah kawasan  hunian terbaru di Selatan Jakarta yang dikembangkan dengan melalui riset yang panjang dan matang. Hunian seluas sekitar 60 hektare ini berjarak sekitar 19 kilometer dari Cawang, dan berada tepat di depan exit tol Cimanggis-Cikeas Tol Jagorawi.

Segala kemudahan akses dan pencapaian itu membuat PGV sebuah kawasan hunian yang “Easy to reach, easy to mobile”.  Penunjukan Kawasan Podomoro Golf View sebagai Transfer Point kawasan TOD ini otomatis selain menambah kemudahaan dan fasilitas bagi penghuninya, juga meningkatkan nilai investasi dari propertidi dalam Kawasan ini.

“Karena hunian yang terkoneksi langsung dengan sarana transportasi publik menjadi solusi berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat perkotaan, utamanya kota-kota besar seperti Jakarta. konsep ini kami yakini dapat mengurangi beban biaya transportasi, sehingga lebih hemat, juga dapat menurunkan polusi,” kata Presiden Direktur APL, Cosmas Batubara. “Di sisi lain, keberhasilan menata sarana transportasi publik akan dapat mengurangi stress, sehingga meningkatkan produktivitas masyarakat,” imbuhnya.

Hal inilah yang mendorong pemerintah memperbanyak fasilitas sarana transportasi publik, baik transportasi massal maupun skala yang lebih kecil. Agar lebih optimal, pembangunan sarana transportasi publik tersebut diintegrasikan dengan kawasan hunian, guna mempermudah masyarakat menempuh perjalanan.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com