Kongres Ke-III ARSSLI Gencarkan Revolusi Radio Lokal

Economic Review-Assosiasi Radio Siaran Swasta Lokal Indonesia (ARSSLI) kembali menyelenggarakan kongres III ARSSLI, dengan mengangkat tema Revolusi Radio Solusi Masa Depan diharapkan kedepan konsep radio lokal mampu menghadirkan sesuatu baru yang lebih modern atau sesuai dengan perkembangan zaman. Sehingga nantinya radio swasta lokal pun tak kalah saing dan berpeluang dikancah bisnis media sejenis.

“Melalui kongres ini kami ingin memudahkan para anggota untuk kedepannya dalam memenangkan persaingan bisnis di radio. Radio yang dijalankan harus sehat, cerdas dan sejahtera. Dengan kata lain radio lokal tidak boleh miskin dan harus tetap mencerdaskan masyarakat,” papar Ketua Umum ARSSLI Nurhadi Sekti Mukti ditengah peresmian kongres, di Hotel Sentral, Jakarta.

Dikatakanya, Radio lokal saat ini tak lagi mesti menunggu pendapatan yang datang dari pengiklan untuk tetap dapat eksis mengudara. Oleh karenanya, wajib untuk mampu memiliki unit usaha sendiri sehingga dapat menciptakan produk sendiri. Sebagai Radio lokal sesuai dengan namannya, maka bagi Nurhadi, semua anggota ARSSLI maka wajib mengutamakan konten lokal yang tak boleh dilupakan.

“Sesuai dengan tema kongres ini kami ingin mendobrak revolusi radio, sebagaimana yang kita ketahui saat ini siaran radio mulai terkikis oleh keeksisan konten-konten media sosial. Jadi walupun lokal kita harus bisa meng-glokalisasi , selama ini yang terkenal globalisasi namun untuk kita glokalisasi, yakni bagaimana konten lokal namun bisa meng-global. Nanti kita terapkan sistem berjaringan, seperti diantaranya kita giatkan pemberitaan positif, konsisten dalam menyiarkan konten kearifan lokal, dan dari sisi bisnisnya semua radio lokal akan diwajibkan memiliki usaha sendiri atau unit usaha sendiri,” jelas Nurhadi.

Memasuki tahun ke-15 kehadirannya, ARSSLI menggelar kongres ke III, dan memasuki pergantian kepemimpinan kedua. Adapun penyelenggaraan kongres ARSSLI tahun 2018 ini, yakni berisikan 1) Pergantian kepimimpinan asosiasi dan Pengesahan kembali pengurusan dewan eksekutif, 2) Mengesahkan AD/ART ASSRLI, dan 3) Mengesahkan program-program assosiasi yang akan dijalankan.

Saat ini ASSRLI telah merumuskan satu konsep bisnis yang revolusioner yang sesuai dengan tema kongres kali ini yakni bergerak merubah radio yang tradisional menjadi radio yang lebih modern, profesional, sehingga berpeluang dan dapat berkompetisi.

“Sudah ada beberapa bisnis yang sudah berjalan dintaranya kita melakukan kerjasama dengan beberapa perusahaan, produk herbal dan saat ini yang baru kami jalankan adalah berkerjasama dengan beberapa perusahaan travel & umroh yang telah berizin. Kami akui pemasukan perusahaan radio lokal memang tetap ditompang oleh pengiklan namun menjalankan unit bisnis lainnya juga turut memberikan dampak yang luarbiasa. Hal ini agar radio lokal diplosok-plosok masih tetap dapat eksis,” kata ketua terpilih ini dengan optimis.

Dilanjutkan Nurhadi , radio lokal memiliki keunikan tersendiri yang mana hal ini harus menjadi keunggulan tersendiri, konten lokal wajib kami gaungkan karena menampilkan kearifan budaya setempat dan hal inilah yang paling banyak diminati oleh pendengar. Tak hanya itu ia pun mengharapkan kedepan pengurusan izin radio lokal dapat dipermudah dan diberikan waktu yang singkat.

“Semoga dengan kepedulian pemerintah saat ini, nantinya perizinan yang tadinya bisa mencapai satu hingga dua tahun, diharapkan birokrasinya berubah mungkin dalam enam bulan saja perizinan radio lokal sudah bisa terselesaikan, hal ini mempermudah kami”.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com