Grant Thornton: Optimisme Pelaku Bisnis Indonesia Tertinggi di Dunia

Economic Review-Riset Grant Thornton bertajuk “Asia Pacific Trading and Thriving” mengungkapkan bahwa level optimisme pelaku bisnis di kawasan Asia-Pasifik berada pada angka tertinggi sejak dua tahun terakhir, yakni sebesar 41 persen. Berdasarkan temuan riset, ada sejumlah faktor yang meningkatkan optimisme tersebut. Kendati demikian, Grant Thornton juga mengungkapkan ada tiga ancaman yang mampu mengganggu stabilitas perekonomian kawasan, yakni populasi yang menua, konflik regional terkait sengketa kawasan dan perlambatan ekonomi Cina.

Head of Tax Grant Thornton Indonesia, Tommy David, mengatakan faktor pertama dalam peningkatan optimisme yakni terletak pada kontribusi dua kekuatan ekonomi, Jepang dan Tiongkok. “Kedua meningkatnya perdagangan antar negara kawasan, optimisme terhadap semboyan One Belt One Road pemerintah Tiongkok, serta pendanaan program infrastruktur yang semakin gencar di Asia, Timur Tengah, Eropa dan Afrika,” katanya

Riset Grant Thornton juga menunjukkan beberapa kemitraan perdagangan antarnegara seperti MEA yang dibentuk 2015 lalu turut mendorong tumbuhnya kesempatan bisnis. Selain itu, Kemitraan TransPasifik (TPP) juga dianggap mampu memperkuat hubungan dagang dan ekspor antarnegara anggota walaupun Amerika Serikat menarik dukungannya tahun 2017.

Selain itu, Grant Thornton menyebutkan data yang cukup menarik  yakni terlihat bahwa optimisme pelaku bisnis di Indonesia menjadi yang tertinggi di dunia yaitu mencapai 100% dibanding rata-rata ASEAN dan APAC yang keduanya berada di level 58%. Optimisme akan adanya peningkatan penjualan juga diyakini 72% pelaku bisnis di Indonesia, lebih tinggi dari rata-rata ASEAN di 58% dan APAC di 67%.

“Ada tiga faktor pendukung utama yang diyakini pelaku bisnis di Indonesia yang turut mendukung optimisme bisnis akan terus berkembang yakni peningkatan secara konsisten jumlah kelas menengah, peningkatan kerjasama Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), serta pengembangan infrastruktur lokal,” Tommy David saat jumpa pers di Jakarta, Kamis (1/2/2018).

Sementara itu, Managing Partner Grant Thornton Indonesia Johanna Gani mengatakan walaupun Indonesia cukup mencetak banyak data positif dibandingkan regional, namun perlu digarisbawahi juga beberapa potensi area pengembangan dimana Indonesia masih berada di bawah rata-rata kawasan yaitu terkait peningkatan investasi di bidang riset dan pengembangan, serta peningkatan investasi di bidang teknologi.

“Pelaku bisnis di Indonesia diharapkan mampu menyikapi secara bijak berbagai data positif perekonomian Asia Pasifik dengan mengatur strategi perdagangan mereka sebaik-baiknya serta melakukan review sedini mungkin atas kebutuhan area pengembangan yang menunjang industri mereka untuk menjaga tumbuhnya bisnis secara berkesinambungan,” ujar Gani.