KUPASI Gandeng AASI Gelar Seminar 2 Dekade Asuransi Syariah

Economic Review – Acara yang digelar di Auditorium Perpustakaan Nasional, Jl. Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat ini berlangsung dengan meriah dan dihadiri sekitar 187 peserta. Acara yang mengangkat tema “2 Dekade Asuransi Syariah, Di mana dan Mau Ke mana ini” merupakan rangkaian acara hari ulang tahun ke-5 Kupasi (Komunitas Penulis Asuransi Indonesia) yang bekerjasama dengan AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia).

Meski sudah lebih dari 2 dekade, tetapi pertumbuhan asuransi syariah di Indonesia belum melesat seperti yang diharapkan. Hal ini diungkapkan oleh Ana Mustamin selaku Ketua Harian Kupasi sesaat sebelum acara dimulai.

Menurut Ana, jumlah penyedia asuransi berbasis syariah tumbuh pesat dengan dibukanya keran unit usaha syariah (divisi atau cabang syariah) dari perusahaan asuransi konvensional. Sejak tahun 2004, tiga dari empat perusahaan reasuransi nasional juga memulai operasi divisi reasuransi syariah.

Hal senada juga disampaikan oleh Antony Japari, MM, CFP, AMRP, FLMI selaku Ketua Umum Komunitas Penulis Asuransi Indonesia (Kupasi) dalam perayaan HUT ke-5 nya, mengungkapkan,” Saat ini pangsa pasar asuransi syariah masih sangat minim dari keseluruhan pasar asuransi di Indonesia, dengan adanya Seminar ini, KUPASI berkolaborasi dengan AASI untuk memberikan fasilitator agar Asuransi Syariah ini tepat sasaran,”.

Lebih lanjut Antony mengharapkan agar insan perasuransian meningkatkan kompetensi dan menjunjung tinggi integritas guna menjaga kepercayaan masyarakat. Demikian pula terhadap perasuransian, agar menghentikan kecenderungan monetisasi setiap kegiatan edukasi dan sertifikasi profesi yang tidak diimbangi dengan langkah-langkah proaktif advokasi membela kepentingan anggota menghadapi kriminalisasi dan perlakuan diskriminatif oleh pihak-pihak yang bermotif meraih keuntungan.

Dalam release yang diterima, Ahmad Sya’roni selaku Ketua AASI (Asosiasi Asuransi Syariah Indonesia) juga mengungkapkan jika merujuk data OJK pada akhir November 2017 lalu, tercatat asuransi syariah telah membukukan aset sebesar Rp. 38,67 triliun, artinya terjadi kenaikan 18,84 persen dibanding posisi yang sama tahun sebelumnya. Sedangkan kontribusi (premi) brruto dibukukan sebanyak 12,31 triliun atau naik sebesar 12,82 persen.

“Beberapa potensi pasar yang masih membuka peluang bagi pelaku usaha antara lain pangsa pasar Muslim yang besar. Jumlah Muslim sebanyak 230 juta atau sekitar 87 persen dari total seluruh penduduk Indonesia. Hal ini menjadi market based yang sangat potensial, hal lainnya yakni pengembangan halal tourism dan lembaga bisnis syariah,” ungkapnya.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com