Perempuan Berdaya Untuk Indonesia

Woman Review – Setiap tanggal 22 Desember, seluruh masyarakat Indonesia, baik di dalam maupun di luar negeri memperingati Hari Ibu. Namun apakah yang melatarbelakangi tanggal 22 Desember diperingati sebagai Hari Ibu, jawabannya adalah karena pada tanggal 22 s.d 25 Desember 1928 bertempat di Yogyakarta, para pejuang wanita Indonesia dari Jawa dan Sumatera pada saat itu berkumpul untuk mengadakan Kongres Perempuan Indonesia I (yang pertama).

Gedung Mandalabhakti Wanitatama di Jalan Adisucipto, Yogyakarta menjadi saksi sejarah berkumpulnya 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera yang kemudian melahirkan terbentuknya Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Kongres Perempuan yang kini dikenal sebagai Kongres Wanita Indonesia (Kowani).

Peringatan Hari Ibu bukanlah “Mother’s Day” yang dimaknai sebagai hari istiwema untuk memberikan penghargaan kepada kaum ibu yang selama ini banyak berjasa di dalam mengurus rumah tangga dan mendedikasikan segenap hidupnya demi kebahagiaan keluarganya (peran domestik atau sebagai pengurus keluarga).

Hal ini dibenarkan oleh Prof. DR. Yohana S. Yembise, MA selaku Menteri Pemberdayaan Perempuan & Perlindungan Anak RI atau yang lebih akrap disapa dengan panggilan Menteri Yohana. Dalam konferensi pers nya senin, 18 Desember 2017, beliau mengatakan jika “ Hari Ibu diperingati sebagai momentum untuk mengenang dan menghargai semangat dan perjuangan kaum perempuan dari berbagai latar belakang dalam pergerakan merebut, menegakkan dan mengisi kemerdekaan sebagai perwujudan peran serta perempuan dalam proses pembangunan bangsa. Peringatan Hari Ibu dimaksudkan untuk senantiasa mengingatkan kepada seluruh rakyat Indonesia terutama generasi muda, akan makna Hari Ibu sebagai hari kebangkitan dan persatuan serta kesatuan perjuangan kaum perempuan yang tidak terpisahkan dari kebangkitan perjuangan bangsa,” tuturnya selaku penanggung jawab kegiatan PHI ke-89 Tahun 2017.

Masih menurut Menteri Yohana, pihaknya bersama pimpinan organisasi perempuan, yakni Organisasi Aksi Solidaritas Era Kabinet Kerja (OASE KK), Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Dharma Pertiwi, Bhayangkari, Dharma Wanita Persatuan Pusat, Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat, Pemerintah Daerah Provinsi Papua Barat, Kementerian / Lembaga, Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat, lembaga masyarakat, dunia usaha, media massa dan seluruh lapisan masyarakat sepakat mengangkat tema “Perempuan Berdaya Untuk Indonesia” dalam PHI ke-89 Tahun 2017.

Masih dalam kesempatan yang sama, Menteri Yohana juga menyampaikan jika “Tema ini dipilih karena kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan kaum perempuan Indonesia telah menempuh jalan panjang dalam mewujudkan peranan dan kedudukan perempuan Indonesia dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” tegasnya.

Hari Ibu yang selalu diperingati setiap tahun membuktikan bahwa telah ada perhatian dan pengakuan akan pentingnya eksistensi peranan perempuan dalam berbagai sektor kehidupan, artinya apabila perempuan diberi peluang dan kesempatan, maka mereka akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya secara mandiri. Perempuan dalam berbagai dimensi kehidupan berbangsa dan bernegara juga mampu menjadi motor penggerak dan motor perubahan (agent of change). Perempuan dan laki – laki mempunyai kesempatan, akses, serta peluang yang sama untuk berpartisipasi dalam pembangunan.

Dalam kesempatan itu juga, Menteri Yohana menyampaikan jika puncak acara PHI ke-89 Tahun 2017 akan diselenggarakan di Kabupaten Raja Ampat, Provinsi Papua Barat yang dijadwalkan akan dihadiri oleh Presiden RI, Joko Widodo dan Ibu Negara. “Raja Ampat, Papua Barat ditetapkan sebagai lokasi puncak acara PHI ke-89 Tahun 2017 karena kami ingin perempuan – perempuan dari wilayah dengan 3T ( Terpencil, Terluar dan Tertinggal) dapat merasakan kebahagiaan pada Peringatan Hari Ibu, dan Perempuan Papua Barat dapat belajar tentang pembangunan pemberdayaan perempuan dari perempuan – perempuan yang hadir dari seluruh Indonesia. Kami harapkan Peringatan Hari Ibu ini dapat dimanfaatkan sebagai sarana berbagi informasi, pengalaman serta dapat membuka peluang kerjasama di berbagai sektor pembangunan bagi kemajuan perempuan Indonesia. Selain itu, kami juga ingin mempromosikan potensi wisata Raja Ampat agar menjadi destinasi wisata yang semakin mendunia,” tutup Yohana.

Adapun agenda acara dalam Peringatan Hari Ibu ke-89 Tahun 2017 sebagai berikut:

  1. Simposium nasional dengan tema “Peran Ibu untuk Perdamaian” dengan mengundang First lady Afghanistan, Yang Mulia, Rula Ghani ke Indonesia pada 4-5 Desember 2017 lalu.
  2. Bhakti sosial pada 5-7 Desember 2017 lalu di Manokwari, dengan kegiatan : 1) pelatihan guru TK, 2) IVA Test, 3) Penyuluhan Narkoba bagi siswa dan siswa SMA.
  3. Katumbiri Expo 2017 dengan tema “Optimalisasi Peranan Perempuan dalam Ekonomi Kreatif Berbasis Budaya Menuju Kesejahteraan” di Jakarta 6-10 Desember 2017 lalu di JCC, Senayan Jakarta
  4. Peluncuran Model sekolah perempuan dan Akademi Komunitas di Kabupaten Waropen pada 13 Desember 2017.
  5. Ziarah ke Taman Makam Pahlawan, yang dihadiri oleh seluruh Organisasi Perempuan pada 20 Desember 2017 mendatang.
  6.  Bhakti sosial berupa nikah missal 100 pasangan pada 21 Desember 2017 mendatang di Kota Sorong.
  7. Bhakti sosial dengan Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Kanker Payudara Sejak Dini, yang akan dilaksanakan di Kabupaten Raja Ampat pada Januari 2018.
  8. Pada 21 Desember 2017 akan diadakan lomba merias suami isteri, pentas seni budaya dan pameran kuliner khas makanan Papuan dan handycraft.
  9. Pada 22 Desember 2017 akan ada pembacaan puisi oleh Presiden Joko Widodo dan 9 Menteri Perempuan Kabinet Kerja, pemberian sertifikat PRONA (Pengurusan sertifikat Tanah) sebanyak 300 buah diberikan kepada mama – mama Papuan di Raja Ampat dan terakhir Upacara Bendera dan kegiatan lainnya yang akan dilaksanakan, baik ditingkat nasional maupun di setiap Perwakilan Republik Indonesia di luar negeri pada 22 Desember 2017. Indah