Holding BUMN Tambang Ditargetkan Masuk Daftar Fortune 500

Economic Review-Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) menargetkan perusahaan induk (holding) BUMN industri pertambangan yang dipimpin oleh PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dapat masuk jajaran 500 perusahaan terbaik dunia versi Majalah Fortune atau Fortune 500 pada tahun 2019 mendatang.

Seperti diketahui, tiga emiten BUMN di bidang pertambangan, yaitu PT Aneka Tambang Tbk (ANTM), PT Tambang Batubara Bukit Asam Tbk (PTBA), dan PT Timah Tbk (TINS), yang berada di bawah Inalum siap melepas status persero menjadi non-persero. Kesemua BUMN itu, diklaim memiliki kinerja keuangan yang baik sehingga pemerintah optimistis bisa masuk dalam jajaran Fortune 500 pada 2019 mendatang.

Menurut data Kementerian BUMN, pembentukan holding BUMN tambang bertujuan untuk membentuk perusahaan tambang yang besar, kuat, dan lincah. Sehingga mempunyai daya saing yang kuat dalam bersaing dengan dominasi swasta nasional dan asing. Lebih dari itu, pembentukan induk usaha (holding) BUMN Tambang akan menciptakan BUMN industri pertambangan dengan skala bisnis kuat yang mampu bersaing di tingkat regional.

“Pembentukan Holding BUMN tambang adalah aksi korporasi biasa, yang berubah hanya status BUMN menjadi anak perusahaan. Tidak ada perubahan pengelolaan dan kewenangan apapun, termasuk pelepasan aset dan lain-lain,” jelas Prof Dr M Said Didu, pengamat ekonomi yang pernah menjabat sebagai sekretaris Kementerian ESDM, melalui laman akun twitter @saididu.

Lebih lanjut, Said Didu mengungkapkan, ini merupakan langkah restrukturisasi korporasi murni yang ditujukan untuk membesarkan BUMN dan tidak ada yang perlu ditakutkan.”Kita sudah memiliki Holding Pupuk, Semen, PPTPN, dan Kehutanan. Semua berjalan baik-baik saja. Apalagi dengan PP 72/2016 yang makin menegaskan posisi BUMN dan anak usahanya,” lanjut Said Didu.

Sebagai informasi, PP 72/2016 sebagai salah satu landasan pembentukan holding sudah melalui judicial review Undang-undang (UU) oleh pihak Mahkamah Agung (MA), dan sudah diputuskan oleh MA bahwa PP tersebut tidak ada yang bertentangan dengan UU yang ada.

Pengamat dari Trimegah Sekuritas Sandro Sirait juga memaparkan Pembentukan holding BUMN tambang merupakan sinergi dan seperti gotong royong dari perusahaan-perusahaan tambang, sehingga dapat mengelola sumber daya mineral secara lebih maksimal. “Dengan adanya sinergi ini, pemerintah akan melaksanakan proyek-proyek strategis di bidang tambang, termasuk menguasai kepemilikan saham mayoritas pada PT Freeport Indonesia”.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com