ER Gelar Enam Penghargaan Bergengsi Untuk Perusahaan Terbaik 2017 di Singapore

Majalah Economic Review bersama Perbanas Institute dan IPMI International Business School menyelenggarakan Seminar & Penghargaan Perusahaan Indonesia Terbaik 2017 di bidang 1) Perusahaan TBK ( Anugerah Perusahaan TBK Indonesia/ APTI –IV-2017 ) ,2) Perbankan ( Anugerah Perbankan Indonesia/ APBI-VI-2017), 3) BPR ( Anugerah BPR Indonesia/ ABPRI-V-2017), 4) Asuransi ( Indonesia Insurance Award/ IIA-VI-2017), 5) Pembiayaan ( Indonesia Multifinance Award/ IMA-V-2017) ,6) Anak Perusahaan BUMN ( Anugerah Anak Perusahaan BUMN/AAP BUMN-I-2017)

Economic Review-Majalah Economic Review (ER) bersama Perbanas Institute dan IPMI International Business School menyelenggarakan Seminar & Penghargaan Perusahaan Indonesia Terbaik 2017 di bidang 1) Perusahaan TBK ( Anugerah Perusahaan TBK Indonesia/ APTI –IV-2017 ) ,2)  Perbankan ( Anugerah Perbankan Indonesia/ APBI-VI-2017), 3) BPR ( Anugerah BPR Indonesia/ ABPRI-V-2017), 4) Asuransi ( Indonesia Insurance Award/ IIA-VI-2017), 5) Pembiayaan ( Indonesia Multifinance Award/ IMA-V-2017) ,6) Anak Perusahaan BUMN ( Anugerah Anak Perusahaan BUMN/AAP BUMN-I-2017) , kegiatan tersebut masih dalam rangkaian acara Rising 50 – Celebrating 50 th.Anniversary of Indonesia-Singapore Friendship” bersinergi ber business networking, bertempat acara di KBRI- Singapore, Rabu 23 Agustus 2017

Seluruh penghargaan ini dibertujukan untuk : Memberikan Penghargaan kepada Pertumbuhan kinerja perusahaan (delta growth), Memberikan Penghargaan atas kontribusi yang signifikan bagi pengembangan bisnis, perekonomian di Indonesia. Dan melalui Penghargaan ini, diharapkan setiap perusahaan terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya dalam pembangunan perekonomian nasional, melalui peningkatan kinerja, profesionalisme, dan daya saing perusahaan.

Setelah sukses dalam beberapa even penghargaan bergengsi di Indonesia kini Majalah Economic Review, Perbanas Institute, IPMI International Business School, Daya Makara UI, Indonesia-Asia Institute, serta Ideku Group menyelenggarakan enam even bergengsi sekaligus di Singapura. Dengan dukungan dan sambutan baik dari Kedutaan Besar RI di Singapura maka terselenggaralah acara Seminar & Enam Penghargaan 2017, dalam rangkaian menyambut 50 th Hubungan RI- Singapura, dengan mengagkat tema “ Economic & Business Opportunity & Challenges in Indonesia- Singapore” acara terselenggara di Ripta Loka Hall – Indonesian Embassy, Singapore, dan berlangsung sejak pukul 09.00- 21.00 ( Singapore time ).

Persaingan bisnis yang akan semakin ketat  terkait pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN atau Pasar Bebas ASEAN menjadikan Indonesia dan negara-negara di wilayah Asia Tenggara akan membentuk sebuah kawasan yang terintegrasi yang dikenal sebagai Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Oleh karenanya seluruh perusahaan mau tidak mau harus siap menghadapi persaingan ditahun-tahun mendatang. Dengan demikian, perusahaan pun terus ditantang untuk bersaing secara ketat satu sama lain. Pasar bebas harus disadari betul kondisinya agar terus bisa berkembang dan berinovasi dalam mengikuti persaingan di bidang apa pun. Banyak perusahaan-perusahaan yang mampu mengambil peluang dari MEA dan hal ini patut untuk diapresiasi.

Hubungan yang telah terjalin baik selama ini menjadi langkah Economic Review berserta perusahaan-perusahaan yang hadir disini untuk menjadi global dan go internasional. Harapan kami penyelenggaraan enam Award bergengsi ini akan menjadi langkah bersama seluruh perusahaan untuk saling berbagi kepiawaian bagaimana perusahaannya masing-masing bisa unggul dibidangnya. Melalui Penghargaan ini, diharapkan setiap perusahaan terpacu meningkatkan prestasi dan peran pentingnya dalam pembangunan perekonomian nasional, melalui peningkatan kinerja, profesionalisme, dan daya saing perusahaan. dengan majalah Economic Review dan beserta partner. Kami juga mengucapkan Selamat atas terpilihnya Para CEO dan Para Peusahaan Peraih Penghargaan tersebut” demikian disampaikan Pendiri Economic Review – Hj.Irlisa Rachmadiana,SSn,MM.

Adapun penyelenggaraan Seminar & Penghargaan 2017 ini terbagi menjadi Sesi -I – pk. 09.00- 12.00 (waktu singapura),  Sesi -II  – pk. 14.00- 17.00 (waktu singapura) dan Sesi -III –  pk.18.30.00- 21.00 (waktu singapura). Acara berlangsung dengan dihadiri kurang lebih  600 orang (yakni 200 orang/ sesi 3 jam)yang berasal dari berbagai institusi baik Pemerintah, Asosiasi, Perusahaan TBK dan Non Tbk, BUMN, BUMD, Swasta, Akademisi, Pers, Media, Mitra, dan Relasi.

Di lain sisi, Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo, MSc, sekaligus sebagai Ketua Dewan Juri APBI -VI 2017 & ABPRI- V 2017 menilai bahwa ada sejumlah aspek penting yang mendapat perhatian khusus untuk segera diperbaiki ke depan oleh perbankan nasional yang antara lain,  Kinerja Keuangan dan Efisiensi, Risiko Likuiditas dan Kredit Perbankan, Sumber Daya Manusia (Human Capital), Akuntansi dan Praktek Kecurangan (Fraund), serta Sistem dan Teknologi Informasi.

Ia pun menjelaskan Proses Penilaian dan Penjurian dilakukan secara obyektif dan fair. Adapun penilaian ini didasari berbagai kriteria diantaranya annual report, website/data published, data keuangan  dan interview langsung dengan para CEO. “Jajaran dewan juri  telah memberikan support yang luar biasa, mereka  telah berdedikasi tinggi untuk menentukan pleno pemenang dari perusahaan terbaik yang ada di tanah air, akhirnya terpilihlah sejumlah perusahaan Perbankan terbaik yang di umumkan hari ini. Juri tak hanya kuantitatif namun dewan juri juga memberikan hasil data secara kualitatif dan pendalaman materi yang jika memang dibutuhkan bisa di jelaskan kepada perusahaan bersangkutan. Semoga apa yang diraih tahun ini dapat memacu pertumbuhan perbankan untuk terus lebih baik di tahun berikutnya,” terang Prof Dr Ir Marsudi Wahyu Kisworo, MSc, .

Hal yang sama disampaikan Dr. Herris B Simandjuntak,SE,MM selaku  Ketua Dewan Juri IIA 2017 & IMA 2017, metode penilaian terhadap perusahaan ini sedikit berbeda dengan penilaian pada umumnya, tak hanya mengacu pada laporan keuangan yang dipublikasikan, namun juga dilakukan pertemuan tatap muka antara dewan juri dengan finalis peraih penghargaan. Laporan keuangan yang dipublikasikan belum tentu mencerminkan secara keseluruhan keadaan perusahaan. Nah, agar penilaian para dewan juri ini tak beresiko maka kami putuskan para finalis yang bersedia juga untuk melakukan pertemuan diskusi Tanya jawab dengan Dewan Juri. Disini para juri akan mengkonfirmasi dan mengklarifikasi apa yang ada dalam laporan yang telah dipublikasikan. Dengan pola metode seperti ini hasilnya akan lebih akurat,” papar Herris B Simandjuntak .

Ditambahkannya, sesuai dengan perkembangan zaman, asuransi juga mengalami perkembangan yang cepat dan semakin baik setiap harinya. Selain meningkatkan pelayanan kepada para nasabahnya, perusahaan asuransi juga melakukan berbagai macam usaha untuk bisa tetap memperluas dan memajukan bisnis yang mereka jalankan selama ini. Salah satu langkah yang dilakukan adalah dengan cara mengeluarkan berbagai produk baru dan lebih inovatif bagi nasabahnya.

Dekan, IPMI International Business School Prof. Roy Sembel, MBA, PhD sekaligus Ketuan Dewan Juri APTI 2017, menyatakan apresiasinya terhadap perusahaan-perusahaan terbuka di Indonesia dan mengharapkan apa yang telah menjadi prestasi membanggakan yang telah didapat terus dipertahankan dikancah nasional maupun di kancah global. “Apa yang dewan juri lakukan tidak lah mudah,  juri-juri harus mengolah yang sifatnya kuantitatif dan kualitatif. Harapan kami dari 535 emiten, yang tersaring dan yang akhirnya terpilih menjadi peraih penghargaan disini akan menjadi role model. Sehingga perusahaan mana pun akan sadar betul pentingnya sense of  competitiveness. Sense of  competitiveness diharapkan akan dapat dibawa dalam pengembangan usaha perusahaan dan menjadi kekuatan bagi perusahaan agar dapat membawa perushaannya sukses tak hanya di level nasional namun juga di level global.  Karena tak dapat dipungkiri bahwa perekonomian Indonesia ditompang pula oleh perkembangan perusahaan publik yang kita sebut dengan Perusahaan Tbk”.

Disampaikan pula oleh Ir.Irina Mildawani,MT,PhD  Pemred  Economic Review sekaligus Ketua Dewan Juri AAPBI 2017, bahwa bagi para pelaku bisnis faktor penentu keunggulan kompetitif perusahaan meliputi produktivitas, efisiensi, kualitas produk dan layanan prima merupakan ujung tombak dalam menghadapi persaingan. Faktor produktivitas dan efisiensi menjadi komponen dasar dalam membangun harga produk yang bersaing. Kualitas produk dan layanan prima kepada pelanggan juga merupakan faktor dominan. “Dalam penjurian ini kami  menemukan banyak hal yang menarik yakni anak perusahaan yang pada kenyataannya dapat menjadi penompang perusahaan inti. Oleh karenannya kami memberikan apresiasi dan penghargaann setinggi-tingginya kepada anak perusahaan yang telah dapat eksis dan hadir dalam penganugerahan ini,” terangnya.

Majalah Economic Review

Majalah Economic Review adalah Majalah Bulanan & Online yang mengulas tentang analisa, informasi, dan berita-berita ekonomi. Adapun  Sekilas tentang Majalah Economic Review Majalah & online Economic Review adalah majalah nasional yang menyajikan berita dan informasi mengenai Ekonomi dan Bisnis terkini yang mencakup Perusahaan Swasta, BUMN, BUMD dan anak-anak perusahaannya. Majalah Economic Review hadir ditengah-tengah masyarakat Indonesia dengan harapan dapat menyajikan berita-berita teraktual dan memberikan ilmu pengetahuan seputar ekonomi bagi para pembaca dan pelanggannya sehingga mampu memenuhi keingintahuan para pembaca setia majalah Economic.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com