BPJS Kesehatan Se-DKI Gelar Public Expose Pencapaian JKN-KIS

(Ki-Ka) — Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat dr. Eddy Sulistijanto Hadie, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Utara dr. Elisa Adam, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Pusat drg. Bona Evita, Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah Jabodetabek Basuki, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur Betsy M.O Roeroe, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Prima Niken Sawitri., serta Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan dr. Sudarto KS, dalam gelaran public expose capaian program JKN-KIS Se- DKI Jakarta.

Economic Review-Pelaksanaan kegiatan program jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS) berdampak sangat baik terhadap pelayanan kesehatan masyarakat. Sampai dengan saat ini, secara nasional jumlah masyarakat yang telah mengikuti program JKN-KIS mencapai 180 juta jiwa atau lebih dari 70 % dari proyeksi penduduk Indonesia di tahun 2017.

Dan untuk mengkaji keberhasilan ini Kantor Cabang BPJS Kesehatan se-wilayah DKI Jakarat mengelar public expose capaian program JKN-KIS dan dampaknya terhadap perekonomian dengan mengangkat tema “Program JKN-KIS Wujud Keberhasilan Negara Memenuhi Janji Kemerdekaan” yang bertempat di gedung kantor Cabang BPJS Kesehatan, Jakarta Selatan.

“Harapannya kedepan dengan kami lebih bersosialisasi dan kian terbuka untuk masyarakat. Maka masyarakat akan semakin mengenal program BPJS Kesehatan sehingga tidak ada lagi masyarakat yang mengeluhkan atau mempublis ke sosial media akan ketidaknyamanan yang dirasakan dari pelayanan yang telah kami berikan. Disini kami paparkan bahwa implementasi program JKN-KIS yang baru berjalan 3,5 tahun ini nyatanya tak hanya berdampak pada pelayanan kesehatan namun juga pada perekonomian. Menurut penelitian LPM UI, kontribusi JKN-KIS terhadap perekonomian Indonesia di tahun 2016 sebesar 152,2 triliun dan ditahun 2021 diperkirakan dapat mencapai 289 triliun. Program ini dapat meningkatkan angka harapan hidup masyarakat Indonesia sampai 2,9 jiwa,” papar Asisten Deputi Bidang SDM, Umum dan Komunikasi Kedeputian Wilayah Jabodetabek Basuki.

Sementara itu Kepala BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur Besty M.O Roeroe mengatakan capaian  program JKN-KIS yang mencakup Kota Administrasi Jakarta Timur terus mengalami peningkatan. Sampai 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat mencapai 2.684.653 jiwa, termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS oleh Pemerintah Daerah Jakarta Timur melalui program PBI APBD, sebanyak 976.590 jiwa.

“Untuk kepersertaan sendiri di wilayah Cabang Jakarta Timur kasus penyakit jantung memakan klaim pelayanan kesehatan yang sangat besar yakni sekitar 52 % selanjutnya adalah kasus penyakit gagal ginjal diikuti penyakit lainnya. Maka sekali lagi inilah pentingnya program preventif dan promotif ayo masyarakat berperilaku hidup sehat untuk menghindari penyakit kronis,” ungkap Besty, saat pemaparan capaian kinerja program JKN-KIS BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur, di Kota DKI Jakarta (22/08).

Menurut Besty, pertumbuhan jumlah peserta ini juga diiringi dengan pertumbuhan jumlah fasilitas kesehatan yang bekerjasama. Saat ini Kantor Cabang Jakarta Pusat telah bermitra dengan  119  Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP), yang terdiri atas 86 Puskesmas, 4 Dokter Praktik Perorangan, 80 Klinik Pratama, 29 Klinik TNI/Polri. BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Timur juga telah bekerja sama dengan 19 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 39  Rumah Sakit (termasuk di dalamnya 4 Klinik Utama), adapula 10 Apotek PRB, serta 6 Optik

“Selain komitmen dalam bentuk pembiayaan serta perluasan akses pelayanan melalui penyediaan fasilitas kesehatan, ke depan kami harapkan peran pemerintah daerah juga makin dioptimalkan baik dari sisi kualitas dan mutu pelayanan kesehatan sehingga derajat kesehatan masyarakat semakin meningkat, bersama-sama memperkuat regulasi terkait kepatuhan pengusaha dan masyarakat dalam kepesertaan JKN-KIS, serta cakupan kepesertaan yang makin luas sehingga dapat terwujudnya Universal Health Coverage atau cakupan semesta di tahun 2019,” ujar Betsy M.O Roeroe.

Adapun pencapaian kinerja program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Utara yang meliputi Kota Administrasi Jakarta Utara dan Kabupaten Kepulauan Seribu, sampai 30 Juni 2017 jumlah peserta mencapai 1.242.587 jiwa. Untuk melayani para peserta tersebut, Kantor Cabang Jakarta Utara telah bermitra dengan 118 FKTP dan bekerjasama dengan 31 FKRTL. Untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Barat sendiri yang mencakup Kota Administrasi Jakarta Barat juga terus mengalami peningkatan. Sampai dengan 30 Juni 2017, jumlah peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Barat mencapai 1.450.837 jiwa. Termasuk di dalamnya peserta PPU (Pekerja Penerima Upah), BP (Bukan Pekerja), dan PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah).

Selanjutnya, Untuk BPJS Kantor Cabang Jakarta Pusat, jumlah peserta JKN-KIS mencapai 5.076.685 jiwa, dengan 92 FKTP dan 27 FKRTL. Kantor Cabang Jakarta Selatan, jumlah peserta mencapai 2.402.599, dengan 134 FKTP dan 49 FKRTL. Kantor Cabang Jakarta Timur, jumlah peserta mencapai 2.684.653 dan bermitra dengan 199 FKTP dan bekerjasama dengan 39 FKRTL. Untuk BPJS Kesehatan Kantor Cabang Jakarta Selatan sendiri yang mencakup Kota Jakarta Selatan juga terus mengalami peningkatan, Sampai dengan 30 Juni 2017, jumiah peserta BPJS Kesehatan Cabang Jakarta Selatan adalah 2,402.599 jiwa_ Termasuk di dalamnya peserta yang didaftarkan dan diintegrasikan dengan Program JKN-KIS. Sementara itu capaian program JKN-KIS untuk BPJS Kesehatan Cabang Prima yang khusus melayani peserta dari BUMN dan Badan Usaha Swasta se-Jabodetabek, sampai 18 Agustus 2017 mencapai 2.350.530 jiwa.

Selain itu, dalam rangka meningkatkan mutu pelayanan serta mempercepat cakupan kepesertaan, BPJS Kesehatan melakukan berbagai inovasi dan terobosan. Masyarakat yang sebelumnya dapat melakukan pendaftaran di Kantor Cabang, Website, dan Bank mitra yang bekerjasama dengan BPJS Kesehatan, kini pendaftaran dapat juga dilakukan melalui BPJS Kesehatan Care Center 1500-400.

BPJS Kesehatan juga mengembangkan pendaftaran melalui Sistem Dropbox di Kantor Cabang BPJS Kesehatan, Kantor Kelurahan, dan Kantor Kecamatan, Pendaftaran melalui PPOB/mitra kerja BPJS Kesehatan, melalui Kader JKN serta pendaftaran melalui aplikasi Mobile JKN. Pendaftaran melalui mitra kerja juga tengah dikembangkan dengan membuka Point of Service di pusat perbelanjaan seperti mall dan tempat perbelanjaan lainnya

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com