OJK Raih Penghargaan Pengendalian Gratifikasi Terbaik dari KPK

ojk-pekanbaru

Economic Review – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) meraih penghargaan bidang sistem pengendalian gratifikasi terbaik 2016 untuk kategori kementerian dan lembaga dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Penghargaan diterima Deputi Komisioner OJK bidang Audit Internal, Sri R.A Faisal, dari Wakil Ketua KPK, Saut Situmorang, dalam peringatan Hari Antikorupsi Internasional 2016 di Pekanbaru, Riau, Jumat (9/12). Penghargaan pengendalian gratifikasi dimaksudkan untuk mendorong kementerian dan lembaga agar terus meningkatkan integritasnya.

Sistem pengendalian gratifikasi yang dilakukan OJK memiliki kelebihan dibandingkan dengan yang dilakukan kementerian dan lembaga lain. “Komitmen pimpinan OJK untuk menjalankan sistem pengendalian gratifikasi juga kami lihat. Diharapkan kualitas pengendalian gratifikasi semakin kuat dan semakin inovatif,” kata Febri Diansyah, juru bicara KPK.

Diungkapkan Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman D. Hadad, sejak awal mulai beroperasi pada 2012, OJK sudah menerapkan dan mengembangkan program antigratifikasi dengan membangun whistle blowing system (WBS) yang merupakan sarana untuk menyampaikan, mengelola, dan menindaklanjuti laporan mengenai dugaan pelanggaran yang dilakukan oleh pihak internal OJK.

“Sejak awal berdiri, OJK sangat peduli dengan penerapan budaya antikorupsi karena kami ingin OJK memiliki kapabilitas dan kredibilitas yang tinggi untuk memajukan industri jasa keuangan,” kata Muliaman.

Penghargaan di bidang sistem pengendalian gratifikasi terbaik juga diraih oleh Kementerian Kesehatan, Kementerian Keuangan, Bank Mandiri, Pertamina, Bank Jabar Banten, dan Provinsi Jateng.

 

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com