Institusi di Indonesia Harus Mampu Menjaga Pegawainya dari Sisi Etik

 sri

 

Economic Review – Integritas dan etika harus dikedepankan terutama ketika mengemban jabatan publik, disoroti lima pembicara, salah satunya Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, dalam acara Risk and Governance Summit (RGS) 2016 yang digelar Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Jakarta, Selasa (29/11). Empat pembicara lain adalah Direktur Umum Pertamina, Dwi Soetjipto; Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas; Bupati Tegal, Enthus Susmono; dan dr. Purnamawati Sujud, SpA(K), MMPaed, dokter anak ahli gastrohepatologi.

ojk-najwa

Dalam sambutannya, Ketua Dewan Komisioner OJK, Muliaman Hadad, berharap acara ini bisa jadi media berbagi pengalaman dalam penerapan tata kelola yang baik. Program penguatan integritas OJK WBS & Pengendalian Gratifikasi terutama agar OJK menuju industri jasa keuangan yang lebih terpercaya. “Kita harus kembali pada esensi good governance dengan menggunakan pendekatan principle based dalam penerapannya,” ujarnya.

Di sesi pertama, Menkeu secara khusus menyampaikan rasa kekecewaan yang sangat besar ketika diberi tahu Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap tangan pejabat Kepala Subdirektorat Bukti Permulaan Direktorat Penegakan Ditjen Pajak Kementerian Keuangan, Handang Soekarno, saat menerima uang suap US$148.500 dari Direktur PT Eka Prima Ekspor Indonesia, Rajesh Rajamohan Nair. Sri merasa dikhianati.

“Saya sedih, kecewa. Karena itu, ketika Pak Agus (Agus Rahardjo, Ketua KPK-Red) menelepon saya bahwa akan ada konferensi pers, saya ingin narasinya berbicara bahwa Kemenkeu, Direktorat Jenderal Pajak, masih bisa dipercaya meski masih ada yang harus dikoreksi. Kita marah dengan pengkhianatan itu, time-nya betul-betul menohok (berbarengan dengan tax amnesty). Rasa sedih, kecewa, marah, malu harus saya pelihara agar bisa jadi sikap yang baik,” kata Sri.

Ditambahkan Menkeu yang baru menduduki jabatannya selama empat bulan ini, sebagai manusia biasa, institusi harus mampu menjaga pegawainya dari sisi etik. Hingga kini program tax amnesty atau pengampunan pajak sudah menjaring 309.000 wajib pajak. Progres yang menurutnya, sangat baik sehingga harus terus dipelihara, dan Sri terus menebarkan optimismenya.

ojk-najwa2

Dalam sesi kedua, giliran Dwi, Anaz, Kenthus, dan dr. Wati, panggilan Purnamawati Sujud, yang membagikan kisah mereka dalam upaya membuat lingkungannya menjadi jauh lebih baik. Dwi menyampaikan ambisi Indonesia menjadi negara yang berdaulat di bidang energi, seperti Singapura, yang tidak punya tambang minyak. ”Pertamina bisa mengalahkan Petronas,” katanya.

Sebagai dokter, Wati mendorong OJK menerbitkan aturan tentang klaim asuransi yang tidak rasional. Selama ini, disebutnya, layanan kesehatan di Indonesia sangat tidak efisien.

 

 

 

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com