PT KCJ, Tiga Tahun Berturut-turut Raih Predikat Tripel A

 kcj

Economic Review – Sebagai ibu kota negara, Jakarta punya problem klasik yang sudah berlangsung bertahun-tahun: kemacetan. Jalanan macet karena badan jalan tidak mampu mengimbangi penambahan moda kendaraan pribadi, baik roda dua atau roda empat milik warga yang tinggal di kota penyangga Jakarta, yakni Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi.

Bertahun-tahun menanti, kerinduan warga akan transportasi yang nyaman, cepat, dan murah terjawab dengan hadirnya kereta cepat commuterline milik PT KAI Commuter Jabodetabek (KCJ). Bukan hanya menghadirkan kereta cepat dan modern, PT KCJ juga membangun budaya transportasi publik yang transparan, tertib, dan aman. Transparan karena semua penumpang wajib memiliki e-ticket alias tiket elektronik yang diimplementasikan sejak 1 Juli 2013. Jadi, kisah penumpang bisa membayar ongkos di atas kereta, cuma tinggal cerita lama.

Senin siang (28/11), juri Indonesia Good Corporate Governance Award (GCGA) 2016, kerja sama Majalah Economic Review, IPMI International Business School, dan Sinergi Daya Prima, mengunjungi kantor PT KCJ di bilangan Stasiun Juanda, Jakarta. Eri Sumiarso dari Sinergi Prima dan Irlisa Rachmadiana, CEO Economic Review, sengaja hadir di kantor PT KCJ untuk melakukan penjurian tata kelola PT KCJ.

kcj2

Eri dan Irlisa diterima langsung Direktur Utama PT KCJ, Muhammad Nurul Fadhila, dan jajaran direksi, yakni Subakir (Operation & Commerce Director), P. Surjanto Hartanto (Vice President of Corporate Secretary), Ari Mulyono Madyo S. (Finance & Administrator Director), Santoswana (Vice President of Internal Control), serta Sondang Manullang (Vice President of Strategic Planning & Risk Management). Turut mendampingi Adli Hakim Nasution (Corporate Communication Manager) dan Rizkie Nugraha R. (External Communication Staff).

kcj3

Di hadapan juri, Muhammad Nurul Fadhila memaparkan pertumbuhan kinerja perusahaan yang dipimpinnya. Yang paling tampak nyata, animo masyarakat untuk menggunakan moda transportasi komuter semakin bertambah besar meski masih ada beberapa kendala di lapangan, terutama infrastruktur.

“Masyarakat harus terlibat dalam menumbuhkan budaya transportasi publik. Pekerjaan kami sangat besar karena kami tidak dalam posisi mengejar target, tetapi dikejar penumpang. Beruntung, SDM kami yang muda-muda, sangat membantu sehingga perusahaan bisa berlari cepat meningkatkan kualitas layanan. Kami mampu mengangkut 900 ribu orang setiap hari,” katanya.

kcj4

Ditambahkan, tahun 2019, PT KCJ mematok target penumpang hingga 1,2 juta per hari. Dari mengangkut hampir 900 ribu penumpang setiap hari, perseroan mengalami kenaikan pendapatan bersih hampir 40%, sebesar Rp1.235,8 miliar pada 2014 menjadi Rp1.729,7 miliar tahun ini. Volume penumpang tumbuh 105%, sedangkan jumlah perjalanan meningkat hingga 77%.

Berdasar hasil audit KAP Hadori & Rekan, PT KCJ sudah tiga tahun berturut-turut, dari 2013 hingga 2015, memperoleh peringkat tripel A alias AAA untuk tingkat kesehatan perusahaan. Pencapaian yang layak diberi acungan jempol.