Economic Review – Sejak didirikan oleh Dewi dan Kemala Motik pada 1975, hingga kini Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (Iwapi) sudah mempunyai sebanyak 30.000 anggota yang tersebar di 32 provinsi di Tanah Air. Mayoritas dari anggota Iwapi adalah pengusaha kecil dan menengah yang bergerak di bidang usaha kreatif, biasa disingkat UMKM.

“Anggota kami kebanyakan adalah pengusaha mikro, hanya 13 persen pengusaha kelas menengah dan 2 persen pengusaha besar,” kata Nita Yudi, panggilan akrab Ir. Dyah Anita Prihapsari, MBA, Ketua Umum DPP Iwapi, saat Agus Susanto, Direktur Utama Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan, di kantornya di Jakarta, 5 Oktober lalu.

iwapi-bpjs

Iwapi berkeinginan memperpanjang kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Nita mengungkapkan, kesadaran para pengusaha yang tergabung ke dalam Iwapi untuk memberikan perlindungan kepada para pegawainya sudah tinggi.

“Masalahnya, kebanyakan anggota ingin BPJS Ketenagakerjaan jemput bola dengan memberikan edukasi atau menjadi narasumber dalam kegiatan-kegiatan Iwapi,” tambahnya.

Bukan kebetulan karena Iwapi akan menyelenggarakan rapat kerja nasional (Rakernas) di Lombok, 10-11 Oktober ini. Rencananya sebanyak 1.500 anggota Iwapi dari 32 daerah akan hadir.

iwapi2-bpjs

Agus, yang ditemani E. Ilyas Lubis, Direktur Perluasan Kepesertaan dan HAL BPJS Ketenagakerjaan, menyambut dengan tangan terbuka tawaran dari Nita untuk penguatan kerja sama dengan Iwapi.