Pancasila Sebagai Anugerah Bangsa

IMG-20160629-WA0000Economic Review-Pancasila adalah sebuah konsepsi dan cita-cita yang harus diwujudkan. Sila-sila Pancasila muncul dari pemikiran mendalam yang bahan-bahannya berakar dari nilai-nilai yang ada di bumi Indonesia.

Di tengah kondisi majemuk, keberadaan Pancasila adalah anugerah. Pancasila melalui sila-silanya menjadi perekat bangsa, agar seluruh warga negara tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Terkait dengan hal itu maka dilaksanakan Seminar Nasional pada Kamis, 23 Juni 2016 di Jakartayang diinisiasi oleh Institut Adil Indonesia didukung oleh BUMN PGN bertajuk Pancasila Dasar Negara Perekat Bangsa.

Seminar ini dimaksudkan untuk memberikan pemahaman akan pentingnya PANCASILA melalui sila-silanya menjadi perekat bangsa, agar seluruh warga negara tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia.

Ketua Komisi Pemiihan Umum (KPU) RI, Husni Kamil Manik, menilai Pancasila merupakan dasar negara yang menjadi perekat bangsa Indonesia yang majemuk.”Jadi perilaku yang sesuai dengan nilai dalam Pancasila merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang sesungguhnya,” Pancasila,” katanya disela-sela acara.

Ia mengatakan di tengah kondisi majemuk, keberadaan Pancasila adalah anugerah. Pancasila melalui sila-silanya menjadi perekat bangsa, agar seluruh warga negara tetap bersatu dalam bingkai negara kesatuan Republik Indonesia. Untuk perlu digunakan semua jalur digunakan baik secara formal maupun non formal ditempuh untuk membumikan Pancasila. “Forum-forum seperti seminar ini bisa bermanfaat untuk sosialisasi Pancasila,” katanya.

Sementara itu Anggota Komisi II DPR RI Idham Samawi menuturkan bahwa dalam menentukan identitas nasional Indonesia, yang terpenting adalah perilaku atau kepribadian bangsa Indonesia itu sendiri yang sesuai dengan ideologinya yaitu Pancasila. “Perilaku tersebut tercermin dalam nilai-nilai yang terkandung dalam Pancasila yaitu berketuhanan YME, berkemanusiaan yang adil dan beradap, berkesatuan Indonesia, berkerakyatan yang di pimpin oleh hikmah kebijaksanaan dalam permusyawaratan perwakilan, dan berkeadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” kata Idham.

Dosen Universitas Nasional Ganjar Razuni, mengatakan bahwa kepribadian bangsa Indonesia yang sesuai dengan Ideologi Pancasila tersebut di era Globalisasi ini sebenarnya mudah sekali terkontaminasi pengaruh budaya dari negara lain. “Secara umum melihat fakta-fakta yang ada saat ini, keadaan jati diri jati diri Bangsa Indonesia sedang mengalami kerusakan,” ujar Ganjar.

Ketua Program Studi Magister Administrasi Publik (Universitas Nasional) menjelaskan bahwa Pancasila sebagai perekat bangsa bila benar-benar teramalkan secara utuh maka secara langsung bisa membentuk jati diri manusia Indonesia seutuhnya dan mempererat rasa kebangsaan NKRI. Bisa meningkatkan daya saing nasional dalam pasar global (national competitiveness, bisa menumbuhkan perilaku masyarakat yang berkarakter nasionalisme, unggul dan memiliki daya saing.

“Karena sejatinya jati diri bangsa Indonesia yang sesungguhnya itu sebenarnya tercermin pada perilaku masyarakat Indonesia pada umumnya yang sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung dalam pancasila itusendiri,” ungkapnya.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com