RIAT Latih Tunanetra Melek Internet

20160530_160437onlineEconomic Review-Rumah Internet Atmanto (RIAT) merealisasikan pelaksanaan Pelatihan Internet Tunanetra. Pelatihan ini sekaligus menjadi bentuk kepedulian RIAT untuk meningkatkan kualitas para penyandang disabilitas. Dalam pelatihan ini, RIAT menggandeng generasi muda tuna netra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra). Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan penyandang disabilitas visual (tuna netra) agar mampu mandiri dengan pemanfaatan teknologi khususnya internet.

Dalam pelatihan tersebut, RIAT menggandeng generasi muda Tuna Netra yang tergabung dalam Kartunet (Karya Tuna Netra). Tujuan dari kegiatan ini adalah pemberdayaan penyandang disabilitas visual (tuna netra) agar mampu mandiri dengan pemanfaatan teknologi khususnya internet.

Hal ini sejalan dengan pemikiran Indar Atmanto, penerima penghargaan Presiden RI tahun 2010 atas pengabdiannya mengembangkan layanan brodband internet di Tanah air, di bidang internet untuk memberdayakan masyarakat khususnya penyandang keterbatasan visual dibidang internet dan teknologi. Lebih jauh kegiatan RIAT diharapkan dapat menjadi bagian dari Revolusi Digital yang dicanangkan oleh Presiden Jokowi.

20160530_160437online2“Tujuannya, memberikan nilai lebih kepada masyarakat dan lingkungan, khususnya para penyandang disabilitas. Kami memiliki misi untuk memanfaatkan teknologi khususnya teknologi informasi, seperti internet sebagai solusi masalah yang dihadapi masyarakat. Kami memandang teknologi internet dapat menjadi solusi keterbatasan mobilitas yang dialami para tunanetra,”ujar juru bicara RIAT Amy Atmanto  di Jakarta (30/5).

Adapun materi pelatihan meliputi penggunaan internet serta internet marketing. Diharapkan setelah pelatihan, peserta pelatihan dapat mempraktikan ilmunya dalam merintis pilihan masa depan sebagai internet preneur atau bekerja sebagai karyawan. Pada batch pertama ini, ada 10 peserta pelatihan yang hadir mengikuti pelatihan. Mereka akan tinggal dan dilatih dari tanggal 30 Mei sampai dengan 3 Juni 2016 di Wisma RIAT, Jl. Pengadegan Utara Jakarta Selatan.

Amy menjelaskan, pelatihan ini sejalan dengan diberlakukannya UU tentang Penyandang Disabilitas. “Ini dilakukan sebagai bagian dari visi kami untuk memberdayakan saudara-saudara kita yang memiliki keterbatasan visual (visual disability) agar dapat mandiri dan mengurangi ketergantungan ekonomi kepada orang lain,” jelasnya.

20160530_160437online1RIAT juga masih membuka pintu yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Indonesia untuk turut berpartisipasi memberdayakan teman teman tunanetra. Hal ini nantinya dapat disalurkan melalui program crowdfunding yang akan diluncurkan segera.

“Kami akan memperluas jangkauan pelatihan ini untuk sahabat-sahabat tunanetra diseluruh wilayah Indonesia, dan kami masih membutuhkan tambahan bantuan agar dapat secara berkesinambungan menjalankan kegiaan ini. Kebutuhan-kebutuhan tersebut antara lain tiket pesawat untuk 10 seat per bulan, perangkat, konsumsi selama jalannya pelatihan dan sebagainya. Untuk itu kami sangat mengharapkan partisipasi masyarakat luas maupun perusahaan-perusahaan yang ingin melakukan CSR,” ujar Amy.

Pemerhati sosial kemasyarakatan, Yenni Wahid, yang juga Ketua The Wahid Insitute, mengapresiasi kegiatan pelatihan ini.“Saya juga ingin mengajak elemen masyarakat, perusahaan dan pemerintah untuk mendukung kegiatan mulia ini. Apapun bentuk partisipasi Anda akan sangat berarti untuk keberlangsungan program pemberdayaan bagi saudara kita dengan keterbatasan visual,” ujar dia.

Berkaitan dengan topik materi pelatihan, Dimas Prasetyo dari Kartunet menjelaskan, pelatihan ini akan memberikan pembekalan kepada peserta pelatihan dalam bidang internet dan internet marketing. Para instruktur adalah praktisi yang memahami kebutuhan tunanetra, dan para ahli dibidang internet marketing.

Selain Indosat Ooredoo, Bank Permata juga menjadi pendukung kegiatan. Bank Permata adalah salah satu lembaga keuangan yang memiliki komitmen untuk pemberdayaan penyandang tuna netra untuk berkarya di dunia kerja. Sejumlah pihak juga terlibat dalam pemberian dukungan dalam acara sosial ini seperti Alfia Reziani (anggota komisi VIII DPRRI), Yeni Wahid, Inggrid Kansil, Yullie Grillon (Istri Duta Besar Paraguay), Tahsine Aqil (istri Duta Besar Pakistan), Yeni Fatmawati (Istri Fahmi Idris), Tatat Rahmita Utami (owner Universitas/ yayasan Paramadina), Sabrina Bensawan (Saab Shares Foundation), Grand Hyatt Jakarta dan masih banyak lainnya.

 

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com