Tiga Kartini Penggerak Bisnis Mitra YDBA

  20160421_114047Economic Review –  Dalam rangka menyambut peringatan Hari Kartini, Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) mengadakan Seminar Hari Kartini dengan tema Kartini Kekinian : Wanita Penggerak Bisnis. Seminar yang diselenggarakan YDBA untuk kedua kalinya ini, bertujuan untuk berbagi pengalaman dalam mengembangkan bisnis.

“Seminar yang kami adakan untuk kedua kali ini merupakan salah satu langkah YDBA untuk memberikan semangat kepada para pebisnis wanita Indonesia untuk menjadi wirausaha sejati. Wanita Indonesia dapat berkarya tanpa harus menghilangkan kewajibannya sebagai orang tua. Wanita merupakan aset bagi negara, peranan wanita dalam mendidik seorang anak akan menentukan generasi bangsa. Namun, wanita juga berhak untuk berkarya,” ujar Ketua Pengurus YDBA, Henry C. Widjaja usai Seminar yang berlangsung di Gedung Auditorium Lantai 3 PT Astra International Tbk(21/4).

20160421_114019Adapun tiga wanita wirausaha yang merupakan UMKM binaan YDBA (Yayasan Dharma Bhakti Astra) ini yaitu Ir. Henny Pemilik PT Cipta Daya Mandiri Insani Bandung, Iin Susanti Witono Pemilik Bengkel Sinar Barito Semarang dan Daryati Pendiri Koperasi Swadaya Mandiri Pasar Minggu.

Dalam seminar tersebut ketiga wanita penggerak bisnis ini berbagi pengalaman mengenai langkah memulai bisnis, strategi menghadapi berbagai tantangan dalam bisnis serta kunci sukses dalam mengembangkan bisnis. Seminar dihadiri oleh 250 orang dari berbagai kalangan.

Pengalaman Ir. Henny, Wanita Pebisnis Manufaktur, cukup unik dalam memulai bisnisnya. Wanita lulusan Teknik Metalurgi Universitas Ahmad Yani Bandung ini memulai usahanya setelah berbagai ide yang diusulkannya ditolak oleh pimpinan tempat ia bekerja. Dengan bekal ilmu yang dimiliki Henny semasa kuliah, Henny mulai merintis bisnisnya dengan mendirikan CV Tribuana Teknik yang melayani pembuatan komponen berbahan plastik, karet dan logam.

Walaupun sempat menemui hambatan karena adanya opini bahwa kualitas karet di Bandung rendah, namun tidak membuat Henny menyerah begitu saja. Ia berusaha menghilangkan opini tersebut dengan memproduksi hasil karyanya dengan kualitas yang siap bersaing di pasar impor ataupun ekspor.

“Dalam menjalankan bisnis saya memprioritaskan untuk meningkatkan kompetensi SDM di perusahaan. SDM merupakan aset perusahaan. Saya tak ragu membagi ilmun kepada sang karyawan. Bahkan, saya mengajak karyawan untuk menjadi berwirausaha. Kini, hampir seluruh karyawan saya memiliki usaha masing-masing. Saya yakin apabila berbuat baik kepada orang lain, kebaikan akan hadir dalam kehidupan saya,” ucap Henny yang kini telah sukses mengembangkan CV Tribuana Teknik menjadi PT Cipta Daya Mandiri Insani. Bahkan, kini ia bersama sang suami mendirikan perusahaan yang dikhususkan untuk menangani berbagai pelatihan. Perusahan tersebut, yaitu PT Sinar Usaha Insani yang berdiri pada tahun 2013.

20160421_103056Berbeda dengan Iin Susanti Witono, Wanita Pengembang Bengkel yang ramah dan energik ini sukses mengembangkan bisnis bengkel di daerah Semarang. Berawal dari usaha aksesoris mobil miliknya pada tahun 1996, Iin dan suami memutuskan mengembangkan bisnis tersebut menjadi sebuah bengkel pada tahun 1998 dimana tahun tersebut terjadi krisis moneter yang membuat suaminya keluar dari perusahaan tempat ia bekerja.

Dengan bekal pengetahuan perbankan yang dimiliki sang suami, Iin dan suami mengembangkan bisnis mereka dengan memberikan pelayanan kepada pelanggan dengan standar keramahan layaknya seperti di industri perbankan. “Sekarang target kami adalah membuka 1 bengkel baru setiap 4 tahun, Saya dan suami bahu-membahu mengembangkan bengkel kami. Melalui pengembangan sistem yang tertata dengan baik dan kerjasama strategis yang dijalin dengan beberapa supplier ternama, Bengkel Sinar Barito  terus berkembang. Kini, dalam kurun waktu 16 tahun, Bengkel Sinar Barito berhasil mengembangkan usahanya di Semarang dengan membuka 5 bengkel di daerah Barito, Soekarno-Hatta, Banyumanik, Perintis Kemerdekaan dan Majapahit,” ceritanya berbangga.

Terakhir  cerita Daryati, Wanita Penggerak Koperasi, istri seorang pedagang tempe tak kehilangan semangat untuk terus berkarya. Berawal menjadi koordinator sebuah arisan untuk pedagang Pasar Minggu, ia pun berinisiatif untuk mendirikan koperasi untuk membantu perekonomian para pedagang tersebut. Dengan bekal pengetahuan ketika mengenyam pendidikan di Institut Manajemen Koperasi dan dukungan dari pengurus Yayasan Dharma Bhakti Astra, ia mulai merintis Koperasi Swadaya Mandiri di Pasar Minggu.

“dalam menjalakan kopersai ini saya terus memegang teguh kejujuran. Awal merintis koperasi ini saya lakukan dengan meyakinkan para pedagang bahwa koperasi yang saya dirikan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi para pedagang. Awalnya ada beberapa penolakan maupun pandangan sebelah mata di awal pendirian koperasi saya. Namun, berkat usaha keras dan kejujuran, para pedagang pun mulai mempercayakan uang mereka untuk disimpan di Koperasi Swadaya Mandiri,” kenang Daryati.

Walaupun sempat mengundurkan diri dari koperasi karena kondisi kesehatannya yang menurun, namun kondisi koperasi yang memburuk sepeninggalnya membuat Daryati kembali untuk berkontribusi mengembangkan koperasi. Kini, dengan semangat menghilangkan praktik lintah darat yang sangat dibencinya, Daryati terus berusaha untuk mengembangkan Koperasi Swadaya Mandiri demi kesejahteraan 500 pedagang pasar yang menjadi anggotanya.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com