Direct-Selling-1Economic Review – Industri penjualan langsung (direct selling) di perkirakan masih akan terus tumbuh meski dibayangi kondisi pelemahan kondisi perekonomian belakangan ini. Diketahui di Indonesia sendiri perusahaan penjualan langsung diperkirakan terdapat lebih dari 300 perusahaan. Dari angka tersebut, sekitar 200 diantaranya sudah memiliki SIUPL dan yang tergabung dalam APLI ada 86 perusahaan.

Demikian dipaparkan Ketua Asosiasi Penjualan Langsung Indonesia (APLI), Djoko Hartanto Komara. Ia pun menambahkan Industri penjualan langsung di Indonesia pada 2014 melibatkan lebih dari 11.743.600 orang direct sellers. Sementara, untuk pertumbuhannya pada kurun 2011-2014 mencapai 11,3 persen.

“Dengan tingkat pertumbuhan yang sedemikian baik tersebut, industri penjualan langsung di Indonesia masih berada di bawah Tiongkok, Jepang, dan Korea. Meskipun demikian di tahun-tahun mendatang, industri ini diperkirakan bakal terus tumbuh seiring bonus demografi dan perkembangan kelas menengah yang besar,” ujar Djoko di Jakarta, Rabu (20/4).

Sayangnya, lanjut Djoko, perkembangan industri yang sedemikian bagus tersebut sering dicemari oleh perusahaan penjualan langsung yang menjalankan bisnis dengan skema piramida atau money game. “Pendekatan money game layaknya judi. Pemilik modal, biasanya mengharapkan return yang besar dengan cara cepat. Namun, sejatinya sistem yang mereka jalankan sangat rentan untuk kolaps,” kata Djoko.

Untuk menghindari hal tersebut, lanjut dia, pihak APLI sendiri terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat luas untuk menghindari money game, seperti melakukan sosialisasi. “Masyarakat sebaiknya bergabung dengan perusahaan penjualan langsung yang memiliki SIUPL dan izin edar produk dari BPOM, Depkes dan sebagainya,” tambahnya. Vinolla