Menaker: Hadapi MEA, SDM Indonesia Harus Kompeten dan Berdaya Saing

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M Hanif Dhakiri dalam sambutannya di acara penghargaan Indonesia Human Capital Award II 2016 yang diselenggarakan oleh IPMI Internasional Business School hari ini, Rabu, 30 Maret 2016.

Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M Hanif Dhakiri dalam sambutannya di acara penghargaan Indonesia Human Capital Award (IHCA) II 2016.

Economic Review-Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M Hanif Dhakiri menyatakan dua hal penting yang harus dimiliki oleh sumber daya manusia Indonesia di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), yaitu, kompetensi dan daya saing. Dua hal tersebut mutlak dimiliki agar SDM Indonesia dapat bersaing di level nasional maupun internasional.

“Pada prinsipnya kita semua sepakat bahwa apapun bidang pekerjaan atau profesi, setiap orang dalam melaksanakan suatu aktivitas atau pekerjaan harus memiliki kemampuan atau kompetensi dan daya saing, ” kata Menteri Hanif dalam sambutannya di acara penghargaan Indonesia Human Capital Award II 2016 yang diselenggarakan di IPMI Internasional Business School, Rabu, 30 Maret 2016.

Dikatakan Hanif, Competitiveness merupakan kata kunci di era MEA saat ini. Tidak ada satupun negara yang dapat survive tanpa adanya competitiveness tersebut, Indonesia paling tidak memiliki 4 modal utama untuk menjadi bangsa yang competitive, yaitu: sumber daya manusia atau dalam konteks acara hari ini human capital; sumber daya alam; stabilitas politik; dan posisi letak geografis NKRI.

 

Pada era MEA saat ini, kompetensi dan daya saing merupakan mata uang yang harus dimiliki oleh setiap SDM. Kompetensi SDM menjadi syarat mutlak untuk dapat bersaing di semua level tingkatan, baik nasional maupun internasional. Pada prinsipnya kita semua sepakat bahwa apapun bidang pekerjaan atau profesi, setiap orang dalam melaksanakan suatu aktivitas atau pekerjaan harus memiliki kemampuan atau kompetensi. Apa yang dilakukan pada hari ini merupakan salah satu bentuk penghargaan terhadap orang-orang yang senantiasa memberikan, peduli atau berjasa dalam mengembangkan dan mengelola human capital untuk menghasilkan kinerja terbaik di tempat kerjanya masing-masing.

DSC_7775

“Disinilah saya tekankan pentingnya membangun dan menyiapan kekuatan  Sumber Daya Manusia (SDM), yang mampu menghadapi tantangan atau permasalahan. Dalam konteks ketenagakerjaan SDM yang dimaksud adalah SDM yang kompeten dan professional,” tegas Hanif.

Saat ini populasi SDM Indonesia menduduki posisi teratas di wilayah ASEAN dengan jumlah sekitar 242 juta jiwa atau setara dengan 40% dari total populasi negara-negara ASEAN. Dengan kondisi itu Indonesia semestinya memiliki posisi tawar yang strategis di kawasan. “Posisi itu akan kita dapatkan jika SDM Indonesia memiliki daya saing,” ujarnya.

Menteri Hanif melanjutkan, pemerintah saat ini sedang gencar untuk meningkatkan kualitas SDM Indonesia. Salah satunya caranya adalah melalui pelatihan kerja selain jalur pendidikan formal dan jalur pengembangan karir di tempat kerja. Adapun pelatihan kerja difokuskan pada pembangunan dan pengembangan pilar kompetensi kerja.

Jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi yang kokoh untuk pengembangan kualitas tenaga kerja berikutnya. “Karena itu, jalur pendidikan secara umum misinya mencerdaskan kehidupan bangsa, “ katanya.

Sementara itu, tambah Menaker Hanif, apabila jalur pendidikan fokusnya membangun pondasi kompetensi dasar tenaga kerja, maka jalur pelatihan kerja berfokus pada pembangunan dan pengembangan pilar-pilar kompetensi kerja, yang nantinya akan dimantapkan di tempat kerja melalui pengembangan karir dan profesionalisme tenaga kerja.

Dengan demikian kata Menaker, pendidikan, pelatihan kerja dan pengembangan karir di tempat kerja, sebenarnya suatu estafet proses pengembangan kualitas SDM. Keterpaduan dan keterkaitan antara pendidikan, pelatihan kerja dan pengembangan karir di tempat kerja merupakan suatu keharusan dalam peningkatan kualitas dan daya saing SDM Indonesia.

“Kami berharap melalui momentum ini, ke depan kita akan memiliki human capital atau SDM yang kompeten dan profesional sebagai bagian dari peningkatan daya saing nasional, serta seiring dengan itu juga akan meningkatkan produktivitas nasional, “ ujar Menaker.

Sebelumnya Menaker menyebutkan pihaknya mendorong alokasi anggaran dana fungsi pendidikan untuk menunjang program pelatihan kerja di Balai Latihan Kerja. Dengan adanya tambahan alokasi dana fungsi pendidikan yang dapat dipergunakan untuk menunjang program  pelatihan kerja, Hanif berharap  para pengangguran mendapat akses pelatihan kerja yang makin luas. Dengan begitu mereka dapat cepat terserap di pasar kerja.

Sementara itu untuk yang sudah bekerja mereka juga bisa menambah keterampilan di balai tersebut. Selama ini Kemnaker terus berkoordinasi dengan instansi terkait untuk memastikan agar penguatan akses dan mutu pelatihan kerja benar-benar bisa digenjot terutama terkait dengan MEA.

“Daya saing benar-benar menjadi kunci kita bukan hanya untuk survive tapi juga untuk tampil sebagai pemain dan menjadi pemenang di era MEA,” kata Hanif.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com