Terapkan SPM, MMS Berikan Pelayanan Terbaik

Pengguna jalan mengambil kartu tanda masuk di GTO Cikupa

Pengguna jalan mengambil kartu tanda masuk di GTO Cikupa

Economic Review- Sebagai Badan Usaha Jalan Tol (BUJT) yang mengoperasikan ruas jalan Tol Tangerang-Merak, PT Marga Mandalasakti (MMS) selalu berusaha meningkatkan mutu pelayanan bagi pengguna jalan Tol Tangerang-Merak. Pelayanan yang diberikan ini tentunya disesuaikan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang dikeluarkan oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPERA).

Sesuai Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor 16/PRT/M/2014 mengenai Standar Pelayanan Minimal pasal 1 ayat 2, SPM Tol adalah ukuran jenis dan mutu pelayanan dasar yang harus dicapai dalam pelaksanaan penyelanggaraan jalan tol. Ada 42 indikator SPM yang dibagi menjadi 8 subtansi pelayanan yang harus dipenuhi pengelola tol, yaitu kondisi jalan, kecepatan tempuh rata-rata, aksessibiltas, mobilitas, keselamatan, unit pertolongan/penyelamatan dan bantuan pelayanan, lingkungan, dan terkahir adalah tempat istirahat dan pelayanan.

“SPM menjadi rujukan  bagi kami untuk terus meningkatkan dan memberikan pelayanan terbaik kepada pengguna jalan,” kata Direktur Teknik dan Operasi Sunarto Sastrowiyoto.

Terapkan 42 Indikator SPM

Dan sebagai wujud komitmen MMS dalam menciptakan jalan tol yang lancar, aman dan nyaman, MMS melakukan penerapan layanan 42 indikator SPM tersebut. Dalam pelayanan transaksi saat ini, MMS menerapkan sistem transaksi dengan sistem tertutup yaitu pengguna jalan mengambil kartu tanda masuk (KTM) di gerbang masuk dan melakukan pembayaran tol di gerbang keluar. Untuk melengkapi pelayanan transaksi tersebut, MMS memanfaatkan penggunaan kartu prabayar e-Toll sebagai KTM dan alat pembayaran. dan penerapan penambahan 10 Gardu Tol Otomatis (GTO) serta penambahan kapasitas gerbang tol.

Pelayanan lalu lintas juga dilakukan MMS dengan pemanfaatan layanan informasi kondisi jalan tol melalui penambahan 2 Variable Message Sign (VMS) sehingga total menjadi 12 VMS, rambu lalu lintas, layanan call centre dan situs MMS www.margamandala.co.id. Selain itu juga terdapat 65 unit warning lamp, 37 unit kamera pantau yang siap sedia beroperasi selama 24 jam sehari dalam 7 hari seminggu tanpa henti.

Petugas saat melakukan tes  kekesatan permukaan jalan tol Tangerang-Merak

Petugas saat melakukan tes kekesatan permukaan jalan tol Tangerang-Merak

Dalam pelayanan konstruksi jalan, MMS selalu berupaya agar jalan tol nyaman dilalui pengguna jalan. Pemeliharan secara rutin pun dilakukan untuk menghasilkan kondisi jalan yang sesuai dengan SPM. Kondisi jalan tol Tangerang-Merak telah mencapai hasil yang baik. Hal ini tercermin dari hasil pencapaian tingkat kerataan jalan atau yang dikenal dengan International Roughness Index (IRI). Pada 2015 IRI pada jalan tol Tangerang-Merak sebesar 2,72 m/km dari index maksimal yang disyaratkan sebesar 4,00 m/km. Nilai ketidakrataan ini berhubungan dengan tingkat kenyamanan berkendara yang menjadi salah satu tolok ukur kelaikan perkerasan.

Pada tingkat kekesatan jalan atau Skid Resistance MMS juga lebih baik dari tolok ukur yang seharusnya. Kekesatan jalan Tol Tangerang-Merak mencapai 0,51 µm dimana ketentuan SPM mensyaratkan harus lebih besar dari 0,33 µm. Nilai kekesatan ini diperlukan sebagai kelaikan permukaan jalan terhadap daya cengkeram ban kendaraan sewaktu melakukan pengereman pada kondisi jalan basah.

Selain itu, dari segi kewajiban dalam hal penerangan jalan, MMS juga berusaha melakukan yang lebih baik dari seharusnya. Jalan tol MMS yang tergolong jalan tol luar kota hanya diwajibkan untuk menempatkan penerangan jalan pada simpang susun dan menjelang gerbang, namun MMS memasang juga di beberapa titik yang dinilai rawan. Hingga saat ini sudah sebanyak 1.666 Penerangan Jalan Umum (PJU) terpasang sepanjang jalan tol Tangerang-Merak.

Dalam mengukur pencapaian SPM ini sendiri dilakukan secara rutin oleh Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) yang merupakan badan bentukan Menteri dan bertanggung jawab langsung kepada Menteri PUPERA. BPJT juga mengevaluasi SPM secara berkala berdasarkan hasil pengawasan fungsi dan manfaat.

“Sesuai Peraturan Menteri, SPM wajib dipenuhi oleh Badan Usaha Jalan Tol dalam rangka pelayanan kepada pengguna jalan, dalam hal ini MMS sudah melakukan kewajibannya untuk memenuhi SPM ”, kata Kasubid Pemantauan dan Pengawasan BPJT Chairal Yandi.

You may also like...

Facebook Auto Publish Powered By : XYZScripts.com