images andriEconomic Review – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama industri perbankan mengembangkan produk tabungan bertajuk Simpanan Pelajar (SimPel) dalam skema konvensional maupun syariah. Produk ini merupakan salah satu upaya OJK membangkitkan kembali budaya menabung sejak dini.

SimPel merupakan produk tabungan bagi para peserta didik mulai jenjang PAUD hingga SMA yang diterbitkan secara nasional oleh 14 bank nasional. Program ini ditujukan agar para pelajar menjadikan kegiatan menabung bukan hanya sebagai kewajiban melainkan kebutuhan.

Ketua Dewan Komisioner OJK Muliaman D Hadad mengatakan, budaya menabung penting dimulai sejak dini. Hal itu dimaksudkan agar mendidik anak untuk mampu mengendalikan diri dalam bersikap konsumtif, serta belajar untuk dapat membelanjakan uang secara bijak.

“Kegiatan menabung juga dapat melatih anak dalam mengelola keuangan secara bertahap,” ujarnya dalam acara Aktivasi Tabungan Simpel di SMAN 68 Jakarta, Selasa (8/9).

SimPel menjadi tabungan dengan persyaratan yang mudah dan sederhana, serta fitur yang menarik. Produk yang dirancang dalam rangka edukasi dan inklusi keuangan ini pertama kali diluncurkan pada tanggal 14 Juni 2015 lalu.

Kegiatan aktivasi SimPel ini diikuti oleh 8 bank umum, yakni BCA, Bank Mandiri, BNI, BTN, Bank Permata, Bank Jabar Banten, dan Bank Jatim, termasuk 6 bank syariah, yaitu Bank Muamalat, Bank Syariah Mandiri, BRI Syariah, BNI Syariah, BCA Syariah dan Panin Syariah.

Adapun keuntungan dari tabungan ini ialah nama siswa yang tercantum pada buku tabungan, setoran awal yang ringan, bebas biaya administrasi bulanan, dan minimum setoran yang terjangkau. SimPel tidak memberikan bunga namun sebagai gantinya siswa mendapatkan program reward yang disesuaikan dengan kebijakan dari setiap bank.

OJK menargetkan program berkelanjutan hingga 16 kota antara lain, Jakarta, Serang, Medan, Yogyakarta, Surabaya, Bandung, Makassar, Palembang, Balikpapan serta 7 kota di Jawa Timur hingga akhir tahun nanti.

“Selain dukungan dari industri perbankan dan stakeholders lain seperti instansi terkait, satuan pendidikan, organisasi masyarakat, asosiasi dan komunitas lainnya juga sangat dibutuhkan agar tabungan SimPel dapat berjalan simultan, masif dan berkelanjutan,” tandasnya. Ani