Economic Review  – Perjalanan panjang seorang Zulkifli Hasan sebelum menjadi ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR – RI) seperti saat ini dimulai dari masa kecilnya yang hidup dalam kesulitan ekonomi karena kedua orang tuanya adalah seorang petani.

Namun tekad seorang Zulkifli Hasan tidak surut, dengan kondisi tersebut justru memotivasinya untuk keluar dari kampungnya dan merantau mencari kehidupan yang lebih baik. Dan saat Ia berusia 13 tahun, pria yang masa kecilnya akrab disapa Zul ini didaftarkan di Pendidikan Guru Agama Negeri (PGAN) di desa Pisang, penengahan – Tanjungkarang oleh ayahnya.

Perjalanan mengenyam pendidikan Ia mulai pada tahun 1969 di Sekolah Dasar di Desa Pinang, Lampung Selatan. Setelah itu melanjutkan Sekolah Menengah Pertama di PGAN. Setelah 4 tahun Ia mengenyam pendidikan agama, Zul secara diam – diam meninggalkan kampung halamannya dan merantau ke Jakarta.

OLYMPUS DIGITAL CAMERA

Zul melanjutkan hidupnya di Ibukota tanpa memiliki kenalan ataupun sanak sodara. Ia kemudian melanjutkan sekolahnya di SMAN 53 Jakarta. Ia memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari dengan berganti-ganti pekerjaan, dari mulai tukang cuci taksi hingga berjualan minuman.

Pertemuan dengan IWAPI di kantornya membuat Zul teringat masa lalunya. Dulu setelah lulus Sekolah Menengah Atas (SMA) ternyata Zul sempat mendapat bantuan dari IWAPI untuk menjadi seorang wirausaha, Zul juga terang-terangan mengungkapkan bahwa setelah ada bantuan berwirausaha dari IWAPI, dirinya mampu meraih penghasilan Rp. 50 juta per bulannya.

Sebelum merambah kesuksesannya di dalam dunia politik seperti saat ini, Zulkifli Hasan dulunya adalah seorang PNS (Pegawai Nageri Sipil) yang beralih profesi menjadi seorang wirausahawan. Saat itu dia merasa sudah memiliki dan dalam kondisi finansial yang cukup stabil sehingga dirinya memilih utuk memulai usahanya sendiri terutama setelah adanya bantuan berwirausaha dari IWAPI, Zul semakin yakin dan mantap untuk terus merambah bidang wirausaha tersebut.

Namun setelah mulai berkarir di politik, termasuk setelah menjabat menjadi DPP PAN dan menteri Kehutanan bahkan saat ini beliau sudah menjabat sebagai Ketua Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR-RI), Ia tidak sepenuhnya meninggalkan dunia wirausaha. Ia menjadi motivator di berbagai kesempatan bagi para pemuda dan masyarakat luas serta berusaha untuk membuka wirausaha dan menciptakan lapangan kerja baru.

Menurutnya, potensi anak negeri dalam membangun ekonomi Indonesia menjadi cikal bakal majunya pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan. Tak heran, Ia memberi perhatian khusus dengan memberi banyak bantuan yang Ia sertakan dalam banyak program kerja bersama dengan masyarakat lokal. Hal ini dilakukan dengan harapan bahwa tunas muda Indonesia akan mampu memajukan negeri ini di masa yang akan datang. Indah